
🌸🌸🌸
Calista sudah keluar dari kamar mandi ia sudah tak melihat Bryan ada di ranjangnya. Lalu ia merapikan ranjangnya yang terlihat berantakan dengan bantal dan guling yang terlihat mengenaskan di lantai belum lagi selimut nya yang di pakai semalam. saat dia keluar ia terkejut Bryan ada di depan pintu dan terlihat jika pria itu baru juga selesai mandi.
"Bersiaplah" ucap Bryan
"Bersiap ? Mau kemana ? Kau jadi membawaku untuk ke Kalimantan ?" tanya Calista dengan mata yang kini sudah berembun. Ia tak ingin semakin jauh dari ayah dan ibunya. Bryan yang melihat mata gadisnya itu hendak menangis mengernyit heran.
"Kenapa kau menangis ?"
"Itu artinya aku akan semakin jauh dari orang tuaku" lirihnya dengan air mata yang mengalir. Lalu Bryan mengusap air matanya dan membawa gadisnya itu ke dalam pelukanya dan tanpa di duga gadisnya itu tidak memberontak ataupun marah ia hanya diam dalam pelukan Bryan.
"Kita tidak jadi ke Kalimantan aku menyuruh sergio yang kesana sendiri. Aku menyuruhmu bersiap untuk bertemu dengan sahabatmu dan orang tuamu. Apa kamu tidak mau hmm ?" ucap Bryan dengan lembut. Seketika gadisnya itu mendongak menatap pria yang kini memeluknya erat. Lalu pria itu tersenyum. Senyum yang Calista tak pernah melihatnya sekalipun.
"Kau sedang tidak membohongiku kan ? Tanya Calista sambil masih mendongak menatap mata pria itu mencari kejujuram dari matanya namun yang ia lihat adalah kejujuran, Seketika Calista juga membalas senyuman pria itu.
__ADS_1
"Maaf untuk yang tadi pagi, maaf karena telah mendorongmu hingga jatuh ke lantai tadi dan maaf untuk yang sebelum-sebelumnya kasar padamu. Aku hanya ingin kau menurut dan berada di sisiku"
"Aku akan bersiap sekarang" seru Calista melepaskan pelukanya pada Bryan tanpa menjawab ucapan Bryan. Bryan sedikit kecewa karena gadisnya tidak membalas ucapanya tetapi ia juga sadar bahwa selama ini ia sudah sangat keterlaluan.
Beberapa menit berlalu, Calista nampak menuruni tangga dengan dress warna maroon dengan panjang di bawah lutut sedikit. Ia terlihat cantik dan elegant memakai dress itu. Di sana ia melihat Bryan sedang duduk di sofa keluarga sambil memainkan ponselnya.
"Ayo aku sudah siap." ucapnya saat sudah sampai di belakang sofa tempat Bryan duduk. Seketika Bryan menoleh ia melihat ke arah gadisnya, ia sangat kagum dengan kecantikan alami tanpa make up dari gadisnya itu.
"Tetapi sebelum bertemu keluargamu aku akan mengajakmu jalan-jalan dulu, kita akan ke mall. dan aku tidak ingin di bantah."
"Hmm baiklah. Yang penting nanti kau benar menepati janjimu"
"hmm"
__ADS_1
***
Kini mereka sudah sampai di mall tersebesar di kota bandung. Bryan menggandeng tangan gadisnya itu agar tidak kabur. Ia melangkah menuju ke butik paling mahal yang ada di dalam mall ini untuk membeli pakaian, tas dan sepatu untuk gadisnya ini.
"Ingat ya, kau jangan coba coba untuk kabur. Aku sudah mengajakmu keluar dan akan bertemu dengan sahabat dan orang tuamu. Jika kau melakukanya maka saat kau tertangkap lagi jangan salahkan aku jika aku akan berbuat lebih dari sebelum nya." ancam Bryan pada gadisnya itu.
"Iya aku janji tidak akan kabur lagi"
"Hmm bagus, jadilah gadis yang penurut" ucap Bryan sambil tangannya mengelus kepala Calista pelan.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..