
...HAPPY READING...
...πΌπΌπΌ...
Calista keluar kamar setelah sarapan ia memutuskan menemui Bryan, pria itu benar benar keterlaluan bisa bisa nya ia memberi tanda kecupan di leher, membuat ia malu pada pelayan dan pengawal di rumah itu. Dengan menggunakan dress motif bunga bunga warna biru laut sepatu flat shoes dengan warna senada juga tak lupa tas jinjing yang sudah di tangan nya. Ia memoleskan sedikit bedak dan lipstik yang menambah keanggunan dirinya. Ia tersenyum puas di depan cermin melihat penampilan nya.
"Pak tolong antarkan saya ke kantor Bryan ya" Ucap nya pada sopir pribadinya.
"Baik nona, saya ambil mobilnya dulu ya non"
"Iya pak"
πππ
Calista masuk ke dalam perusahaan Bryan setelah bertanya kepada resepsionis, ia memasuki lift dan sampailah di lantai tempat ruangan Bryan berada, ia bertanya pada sekretaris di depan dan sekretaris itu mengantarkan nya namun saat akan mengetuk pintu ruangan Bryan tangan nya di cegah oleh Calista.
"Biar aku saja, kamu bisa meninggalkanku sendiri terimakasih sebelumnya telah mengantarku"
__ADS_1
"Iya nona sama sama, kalau begitu saya permisi dulu nona"
Calista membuka ruangan Bryan, di lihatnya pria itu sedang mengamati berkas berkasnya sampai tidak menyadari kedatangan nya, sampai Calista sudah di hadapan nya pria itu pun mendongak, ia cukup terkejut dengan kedatangan istrinya. Lalu ia bangkit dan menghampiri istrinya.
"Ada apa, tumben kamu kesini hmm?"
"Kamu yang membuat tanda ini kan ?" Ujarnya dengan tangan menunjuk ke arah tanda itu.
Bryan menghela nafas, ia kira istrinya rindu tapi malah menanyakan hal yang tak penting.
"Memang kenapa, apa kamu ingin yang lebih ?" Ucap pria itu dengan tatapan nakal.
"Kenapa mesti malu, kan kita sudah menikah sayang hal seperti itu sudah biasa dalam suatu pernikahan"
"Aku kesal denganmu, percuma juga bilang sama kamu yang ada bikin naik darah" Kesal Calista dan ingin pergi dari ruangan Bryan Namun tangan pria itu malah menariknya hingga terjatuh di pangkuan nya. Langsung di raupnya bibir mungil nan tipis itu, bibir yang menjadi candunya bibir yang selalu ia curi di setiap kesempatan. ciuman itu berlangsung lama karena Calista sudah mulai terbawa suasana hingga tanpa sadar membalas ciuman suaminya. Bryan mengangkat rok Calista kebetulan gadis itu mengenakan dress dengan panjang selutut, memudahkan pria itu untuk melakukan aksinya itu sampai suara ketukan pintu membuyarkan kegiatan mereka membuat Bryan menjadi kesal.
Tok tok tok
__ADS_1
"Pak metting akan di mulai 5 menit lagi"
"Iya, kamu duluan saja nanti saya menyusul" Seru Bryan dengan suara setengah berteriak.
"Honey, kamu istirahat dulu lah. Di sudut sebelah sana ada kamar juga ada toiletnya jadi kamu nggak perlu repot mencari toilet diluar. Aku agak lama dan aku harap kamu mau menunggu nanti kita pulang bareng, aku sudah meminta pak ahmad untuk pulang lebih dulu" Ujar Bryan sembari mengelus pelan kepala Calista namun Calista malah memalingkan wajahnya karena malu. Di lihatnya wajah sang istrinya yang sudah merah seperti tomat lalu meninggalkan gadis itu di ruang kerjanya.
πππ
Setelah meeting selama tiga jam, akhirnya ia sudah kembali ke ruangannya. Ia langsung menuju ke ruang istirahatnya setelah memastikan istrinya tak ada di ruangan kerjanya. Namun gadis itu tak ada, bahkan ranjang masih nampak rapi seperti belum tersentuh oleh seseorang bahkan ia juga mengecek toilet tapi tak ada..
"Hallo bi, apa Calista sudah berada di rumah ?" Ucap pria itu setelah telpon terhubung dan melihat CCTV yang menunjukan bahwa istrinya pergi setelah dirinya keluar untuk meeting.
"Belum tuan"
"Baiklah, jika ia sudah pulang kabari saya ya bi"
"Kalian Cari istriku, kabari aku secepatnya. Jangan pernah menunjukan wajah kalian jika istriku belum di temukan"
__ADS_1
...****************...