
...HAPPY READING...
...πΈπΈπΈ...
Pernikahan Arini dan Arya..
"Haii beb, ah samawa ya aku ikut seneng akhirnya kamu sama Arya nyusul aku juga hihi" Ucap Calista sambil memeluk sahabatnya dengan erat. Arini yang merasa di peluk erat merasakan sesak lalu ia memukul lengan sahabatnya itu. Arya yang melihat itu pun berkata.
"Hai lista kau jangan langsung membuatku menjadi duda dong"
"Hahahahh maaf maaf aku terlalu bahagia" seloroh Calista yang langsung mendapat toyoran dari Arya. Mereka bertiga tertawa bersama. Mereka bertiga berbincang sebentar, lalu Calista memutuskan untuk menemui ayah dan ibunya yang ikut mendampingi Arini sebagai orang tuanya.
"Ibu ayah lista kangen" Ujar Calista langsung memeluk kedua orang tuanya itu.
"Ibu dan ayah juga kangen sayang, kamu gimana kabarnya ?" Tanya bu Siska setelah mengurai pelukan nya.
"Lista baik bu, ibu dan ayah baik juga kan?"
"Baik sayang, oiya apa kamu sudah hamil sayang ?" Tanya Bu siska sembari tersenyum. Calista yang di tanya hanya menggigit kecil bibirnya tak mungkin ia bilang bahwa ia bahkan belum melakukan hubungan suami istri atau pun menjalankan tugas sebagai seorang istri.
__ADS_1
"Lista kamu sekarang sudah menjadi seorang istri. Jadilah istri yang penurut dan menyenangkan hati suamimu ya nak terlepas dari kesalahan apa yang pernah di lakukan nya padamu ya nak" Nasehat Siska untuk putri semata wayangnya itu, sedangkan Calista hanya tersenyum menanggapi.
Setelah obrolan panjang orang tua dan anak Calista berpamitan pada ratu satu hari. Arini ingin Calista tinggal namun ia tak bisa berkata ketika sahabatnya itu mengucap kata "Suami gue bisa marah" .
π»π»π»
Calista dalam perjalanan pulang, ia menatap ke luar jendela. Ia sedih mengingat kehidupan nya sekarang yang di kekang oleh seorang pria yang bahkan tak ia kenal sebelumnya. Air matanya tiba tiba saja terjatuh, lalu ia mengusapnya kasar saat mendengar dering handphone nya. Tertera nama pemanggil "Suami kesayangan" ia sudah pernah menggantinya namun Bryan kembali mengganti nama nya semula. ya yang memberi nama itu adalah Bryan sendiri. Calista mengabaikan panggilan telepon dari Bryan setelah handphone nya berhenti bergetar ia langsung menonaktifkan handphone nya. Namun giliran Handphone dari pengawal pribadi Calista yang bergetar, di angkatnya telpon itu lalu langsung memberikan nya pada nyonya nya, awalnya Calista menolak namun ia tak tega melihat pengawalnya memohon dengan wajah yang memelas, hingga akhirnya ia terima.
"Kenapa ?" Sewot Calista.
"Mengapa telepon ku tidak di angkat ? chatku bahkan tak ada yang kau balas"
"Kamu makin melunjak ya!!!"
Tut tut
Calista mematikan sambungan telepon nya secara sepihak, ia sedang malas berdebat dengan pria itu yang selalu saja bersikap seenaknya. Lalu ia menonaktifkan handphone milik pengawal pribadinya itu.
*****
__ADS_1
Setelah sampai ke rumah ia langsung berlari ke kamarnya yang berada di lantai dua. Ia membuka pintu, terlihat Bryan berdiri sambil tangan nya bersedekap dada menatap ke arahnya. Ia hanya melewati dan bergegas ke lemari mengambil pakaian lalu masuk ke kamar mandi. Ia berendam di bathub aroma terapi yang ia campurkan ke dalam bathub menyeruak masuk ke dalam indra penciuman nya membuatnya merasa rileks.
Setelah cukup lama berendam ia mandi membersihkan diri. Suara ketukan pintu membuatnya tersadar dan dengan cepat kini ia telah memakai pakaian lengkap. Di buka nya pintu kamar mandi, berdirilah pria yang sekarang menjadi suaminya namun pria itu membelakanginya.
"Kalau kamu berdiri menghalangiku seperti ini gimana aku bisa lewat ?"
".........."
"Bryan kamu dengar aku nggak sih?"
Tanpa aba Bryan langsung membalikan tubuhnya dengan cepat dan menyambar bibir gadis itu, sontak saja itu membuat Calista terkejut. Ia langsung mendorong dada Bryan namun tenaganya kalah dengan pria itu. Karena istrinya tak kunjung membuka mulut nya ia memberi sedikit gigitan agar bibir gadis itu terbuka, saat akan memperdalam ciuman nya Calista menggigit bibirnya hingga ia melepaskan ciuman nya.
"Kamu jangan kurang ajar ya" sungut Calista dengan mata melotot ke arah Bryan. Namun Bryan hanya tertawa saja.
"hahahaha, bahkan aku melakukan lebih dari itu juga nggak ada larangan kok" jawabnua enteng
"Nggak usah ketawa, awas minggir"
"hahahahah" tawa Bryan melihat kekesalan istrinya kecilnya itu.
__ADS_1
...****************...