
...HAPPY READING...
...πΌπΌπΌ...
Calista sedang duduk manis di bangku taman dekat danau, rasanya sudah lama ia tak pergi bebas seperti ini. Setiap berpergian harus meminta ijin lah harus dengan pengawal lah. Ia bukan tuan putri dari kerajaan yang harus selalu di jaga 24 jam. Di rentangkan kedua tangan nya, di gerai rambutnya agar bebas terkena terpaan angin dengan memejamkan mata ia mulai menikmati hawa sejuk khas dari danau itu tempat yang bersih, asri dan nyaman tak lupa ia mencari tempat yang sepi agar tak ada yang mengganggu nya. Ia melepaskan kaca matanya ia terkekeh geli dengan tingkah konyolnya di mana setelah dari kantor Bryan ia datang ke sebuah butik dan membeli berbagai penyamaran agar tak ketahuan bahwa itu dia lalu berganti di toilet umum dekat sana, mengapa tidak mengganti di butik nya karena di sana ada CCTV nya pasti akan mudah untuk Bryan mendapatkan nya. Ia hanya ingin sendiri dulu ia hanya ingin bebas walau sehari saja.
πππ
"Bagaimana apa kalian sudah menemukan nya?" Tanya Bryan pada pengawal nya lewat telepon.
"Kami sudah mengecek semua CCTV tuan termasuk nona yang menaiki taksi dan turun di sebuah butik sampai ke toilet umum tapi kami tak menemukan nona setelahnya"
"Kalian bodoh, aku membayar kalian mahal untuk apa ha?" Bentak Bryan pada pengawalnya.
"Aku bilang ikutin dia kemana pun sekalipun itu di kantorku, ikuti tanpa sepengetahuanya. Seru Bryan menekan tiga kalimat di belakangnya. Apa aku harus menjelaskan sedetail nya ha? Sampai aku di rumah jika kalian belum menemukan nya jangan menghubungiku dan jangan menampakan wajah kalian Paham !!!" Ujar Bryan dan langsung menutup telepon nya. Pria itu memijit pelipisnya tau kalau istrinya akan kabur sudah pasti tadi ia kunci pintu ruangan nya dan meminta security berjaga di depan pintu nya.
__ADS_1
"Akkkkkhhhh" teriak pria itu dengan membanting handphone nya ke sofa.
*****
"Sayang" Ucap Arya dengan memeluk pinggang istrinya dan mengendus leher nya menghirup aroma tubuh istrinya dalam.
"Ih geli ah sayang"
"Aku merindukanmu"
"Kamu mandi dulu gih, bau acem" Ujar Arini dengan berpura pura memegang pangkal hidungnya. Bukan nya melepas pelukannya Arya semakin menenggelamkan kepala wanita yang sudah menjadi istrinya itu di dada bidangnya.
"Biarkan seperti ini dulu sayang, aku sungguh merindukanmu. Aku tidak fokus kerja, seharian aku memikirkanmu"
"Tapi kita kan ketemu tiap hari sayang"
__ADS_1
"Harusnya ini aku masih libur dan menemanimu tapi apalah daya papah sedang sakit dan aku harus menggantikan beliau di meeting penting ini, maaf ya sayang"
"Tidak apa apa sayang, lagian papah pasti juga nggak mau sakit kan. Aku juga nggak masalah, kalau aku rindu kan aku bisa main ke kantormu hmm"
"Tapi tadi kamu tidak main ke kantorku, itu artinya kamu tidak rindu ya ?"
"Memang tidak"
Arya menggelitik perut istrinya membuat wanita itu kegelian dan meminta ampun.
"Hahahaha ampun sayang ampun aku hanya bercanda hahahah"
"Dasar kamu ini ya" di peluk tubuh kecil istrinya itu lalu menggendong nya ala bride style dan membawanya ke kamar.
Bersambung...
__ADS_1
...****************...