
... HAPPY READING...
...πΈπΈπΈ...
Maaf ya author agak sibuk kemarin jadi baru bisa up, masih lanjut nih. Semangat gaesssπ
πππ
Keesokan paginya..
Calista membantu bibi menyiapkan sarapan pagi nya. Setelah melewati drama pagi bersama Bryan yang melarangnya memasak dan membantu bi mia akhirnya Calista di ijinkan asal hanya memasak aja.
"Bi soal makanan biar aku aja ya yang masak" Seru Calista
"Tapi non nanti kalau tuan marah gimana ?"
"bibi tenang aja aku udah ijin kok"
Calista berlalu untuk memanggil Bryan sarapan bersama. Namun baru beberapa langkah ia berjalan Bryan sudah terlihat menuruni tangga. Ia pun berbalik dan menunggu Bryan di meja makan. Tak ada obrolan selama mereka makan hanya ada suara dentingan sendok yang bersahutan. Bryan terus memperhatikan istrinya yang terus bersikap cuek pada nya. Ada rasa kesal namun ia tak ingin marah karena ia bertekad untuk menaklukan hati gadis kecilnya itu. Setelah Sarapan berakhir Calista memulai pembicaraan.
"Aku ingin bertemu dengan Arini nanti siang, boleh kan ?"
"Oke, tapi harus ada pengawal. Aku akan memerintahkan lima pengawal untukmu"
"Ha, apa kamu gila aku hanya ingin bertemu dengan sahabatku ia akan menikah dua minggu lagi ia hanya akan memberiku undangan lalu mengobrol bersama hanya itu. Aku tidak akan kabur"
"lima orang pengawal atau tidak usah pergi"
"iish, ya sudah lima pengawal. Puas"
"Hmm, aku berangkat"
"Pergi saja aku juga tidak peduli" ketus Calista. Bryan membalikan tubuh nya kesal dengan jawaban ketus sang istri. Sejenak mata mereka berdua beradu saling berpandangan sampai akhirnya Calista mengakhiri dan membereskan piring kotor di meja makan.
__ADS_1
πππ
Arini turun dari motor Arya , Arya melepaskan helm dan mencium kening calon istrinya. Ia berlalu pergi karena ada metting dari perusahaan. Iya arya sekarang memimpin perusahaan atas permintaan ayahnya karena ia merupakan anak tunggal di keluarganya.
"Kamu pulang nya jangan kemalaman ya, aku tahu banget kamu kalau sama Calista pasti lupa waktu"
"Iya iya bawel deh"
"Dasar di bilangin juga malah ngatain bawel" Ujar Arya seraya menoel hidung Calon istrinya itu. Tanpa mereka sadari sepasang mata memandang penuh iri melihat kemesaraan mereka. Mereka saling mencintai satu sama lain sedangkan ia. Calista hanya tersenyum getir mengingat sekarang ia sudah menikah dan bukan dengan orang yang di cintainya terlebih pria itu sudah menoreh kan luka di awal awal pertemuan nya. Sampai sebuah suara membuyarkan lamunan nya. Ia tersentak kaget saat Arini sudah duduk di depan nya.
"Ngapain sih pengantin baru bengong aja, di panggil dari tadi juga gue kira lo kesambet apaan hihi" seloroh Arini pada Calista namun ia melihat ada yang berbeda dari sahabatnya.
" Kamu kenapa sih ?"
"nggak papa"
"Lista please deh aku kenal kamu tu nggak sehari dua hari ya"
"Aku cuma iri aja sama kamu"
"Maksud kamu apa aku nggak ngerti ?"
"Kamu dan Arya saling mencintai bahkan Arya memperlakukan kamu dengan lembut"
"......."
Arini diam seribu bahasa ia jadi tidak enak pada Calista ia yakin tadi pasti Calista melihat nya bermesraan dengan Arya. Ia tahu bahwa ia tidak mencintai Bryan dan awal pertemuan mereka pun juga bisa di bilang sangat buruk.
"Hmm" Arini berdehem untuk menetralkan kembali suasana yang sedikit mencengkram itu.
"Kamu sudah pesan makanan ?"
"Belum aku baru pesan minum"
__ADS_1
"Ya sudah aku pesanin ya, biasa kan pesenan kamu?"
"Iya"
Setelah selesai makan, mereka berbincang. terdengar tawa mereka berdua sesekali Arini menghapus sudut mata nya yang berair kala mendengar cerita dan tingkah konyol sahabatnya ini. Sampai seorang pria berpakaian serba hitam dan bertubuh tegap menghampiri mereka karena waktu sudah sore hari. Apalagi tuan nya baru saja menelpon menanyakan keberadaan nya dan meminta nya untuk segera pulang sebelum tuan nya itu sampai ke rumah.
"Permisi, maaf nyonya tuan meminta kita untuk segera kembali"
"iishh kamu ini aku harus bilang berapa kali jangan memanggilku nyonya panggil saja lista atau kak aja gitu kek" kesal Calista. Sedang Arini menahan tawa melihat kekesalan sahabatnya itu.
"Maaf nyonya tapi ini perintah, mari Nyonya"
"Iya iya"
"Rini aku pulang dulu ya dari pada aku harus mendengar omelan nya nanti, aku pasti akan datang di pernikahan mu" Ujar Calista sambil memeluk sahabat nya itu.
"Iya, wajib malah. Awas aja sampai nggak dateng"
πππ
"Pak kita mampir ke Apotek dulu ya"
"Baik nyonya"
*****
"Sudah sampai nyonya"
"ah iya kamu tunggu di sini sebentar ya"
"Baik nyonya"
Setelah mendapat apa yang ia ingin beli, ia pun bergegas masuk mobil. Mobil terus berjalan menuju kediaman Bryan karena sore hari jalanan pun padat, banyak nya pengendara yang pulang bekerja pada jam jam sore itu.
__ADS_1
...****************...
Mohon bimbingan nya ya readerss, kalau masih ada tulisan dll yang belum pas minta saran nya lewat komen ya readerssπ biar lebih baik lagi. Thanks you readerssπ