
๐ธ๐ธ๐ธ
Di dalam kamar Calista merosotkan tubuhnya ia memeluk lututnya sendiri, ia menangis sejadi sejadinya. Lelah ! iya ia sangat lelah. Jika ia bisa memilih untuk mati maka ia akan memilih untuk mati tetapi ia masih ingat dosa, ia tak ingin dengan mengakhir hidup yang tak seharusnya di akhiri dengan mendahului sang pencipta akan membawa nya ke dosa besar dan masuk ke dalam neraka. Sampai suara ketukan pintu membuat ia tersadar dan mengusap air matanya dengan kasar. lalu membuka pintu kamar nya yang ternyata bi Mia.
"bi" ucapnya sambil mencoba tersenyum di hadapan bi Mia.
"nona sarapan dulu ya, kasian perutnya nanti ikut sedih" hibur bi mia. memang di kiranya Calista anak kecil sehingga akan langsung luluh dengan perkataan bi mia.
"hehe bibi bisa aja, tapi maaf bi. lista lagi nggak nafsu makan"
"ayolah nona, nanti bibi sedih loh kalau nona tidak mau makan sarapanya" ucap bi Mia pura pura sedih.
"ya udah bi, tapi bibi temani aku makan ya"
"mana boleh seperti itu nona, disini bibi kan hanya seorang asisten. Di larang keras seorang asisten makan dengan nona nya" ucapnya sambil tersenyum.
"tapi aku tidak akan mau makan kalau tidak bersama bibi"
"emm begini saja nona, bagaimana kalau kita makan di taman belakang saja. sekaligus mencari suasana baru nona"
"iya bi, ayo" ucap nya dengan semangat meskipun ia sebenarnya enggan makan. Nafsu makan nya sudah hilang karena pria kasar itu.
Bryan sudah sampai di markasnya. Kemarin ia sudah memerintahkan anak buahnya untuk menembak lima orang anak buah lainya yang tidak berguna itu.
"tuan" sapa anak buah Bryan dengan menunduk kan setengah badanya.
Bryan terus berjalan menuju ruang yang biasa ia tempati. Di sana sudah ada Atta dan Sergio. Atta adalah orang kepercayaan nya yang ia tugaskan di markas. Selain Atta juga ada Samuel sebagai tangan kanan dari Atta yang langsung di tunjuk oleh Bryan.
"tuan, tuan Niko menawarkan kerjasama dengan kita tuan" ucap Atta saat Bryan sudah duduk di kursi nya.
"kerjasama apa yang di tawarkan nya" ucapnya dengan datar dan dingin.
__ADS_1
"penjualan organ dalam manusia tuan"
"Tuan Niko?"
"ya, benar tuan"
"katakan padanya, aku tidak tertarik untuk bekerja sama denganya"
Bryan mungkin memang kejam dan kasar tetapi untuk penjualan organ dalam ia tak akan melakukanya, bahkan tubuh anak buahnya yang kemarin di tembak mati langsung ia lemparkan ke Harimau yang ada di Villanya.
"Atta kau keluarlah"
"baik tuan"
"Sergio, kau besok ke Kalimatanlah sendiri urus perpindahan kantor pusat di Bandung Secepatnya"
"baik tuan"
"iya tuan, saya permisi"
*****
Kembali ke Calista..
"bi, apa dia selalu seperti itu sebelumnya bi, suka marah marah begitu"
"maksud nona tuan"
"emm iya bi"
"sebenarnya tuan baik kok non, hanya saja tuan memang temperamental non. Mudah sekali terpancing emosinya"
__ADS_1
"iish bibi baik apanya"
"Nona pasti akan tahu nantinya. Ya sudah kita masuk yuk non sudah siang juga"
"baiklah bi, ayo. Oh iya bi kinar dimana bi aku sedari pagi tidak melihatnya bi"
Kinar merupakan putri dari Bi mia yang usianya sama dengan Calista.
"kinar sedang pulang desa non, sore kemarin ia pulangnya. ayahnya kecelakan saat pulang dari sawah kemarin non"
"astaga, lalu kondisinya bagaimana bi ?"
"hanya luka ringan kok non. Kinar juga hanya izin seminggu. Sebenarnya mungkin tiga hari sudah cukup namun ia tak tega meninggalkan ayahnya. Bibi pun juga sama non khawatir tapi kalau kita berdua pulang nanti siapa yang akan memasak. Karena tuan hanya mempercayakan bibi dan kinar untuk memasak"
"oh begitu ya bi. Tetapi seminggu !! apa pria itu tidak akan marah bi"
"tentu tidak nona. Seperti yang saya bilang tadi nona. Sebenarnya tuan itu sangat baik. Nona nanti pasti akan tahu sendiri"
.
.
.
Thankss readerss yang masih setia baca Novel aku๐
.
.
.
__ADS_1
Mohon bimbinganya ya readerss, kalau masih ada yang typo atau masih ada kata yang belum sesuai๐๐