Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
BAB 60


__ADS_3

...HAPPY READING...


...🌼🌼🌼...


Selama perjalanan pulang Bryan tak henti menciumi perut Calista membuatnya malu karena di dalam mobil bukan hanya ada mereka berdua namun ada Atta juga, ya meskipun Atta terlihat fokus menyetir namun ia tahu Atta sesekali melirik ke arah mereka.


Setelah sampai ke rumah, Bryan menghimbau pada seluruh pengawal dan asisten rumah tangga nya untuk benar benar menjaga Calista dan kandungan nya bahkan Bryan meminta para asisten nya membersihkan kamar yang dulu pernah di tempati oleh mendiang orang tuanya yang berada di bawah agar istrinya tidak naik turun tangga yang akan membuat janin dalam kandunganya mengalami guncangan.


***


Setelah di bersihkan Bryan membimbing istrinya untuk merebahkan diri di ranjang ia tak ingin istrinya kelelahan apalagi tadi ia sempat mendorong istrinya untung janin mereka baik baik saja. Bryan bergegas mandi dan setelahnya ia ikut merebahkan diri di samping istrinya yang sudah tertidur. Di usapnya kening istrinya dengan lembut lalu turun ke perut sang istri dan mengecupnya beberapa kali membuat sang istri mengerjapkan mata.


"Maaf honey aku membangunkan mu ya ?"


"Nggak papa lagian ini sudah sore aku belum mandi, tubuhku rasa nya lengket semua"


"Mau aku mandikan"


"Aww sakit honey" saat Calista mencubit pinggangnya dengan kuat.


"Habis nya kamu"


"Kenapa kamu menangis ?" Ucap Bryan sambil mengusap air mata istrinya.


"Hubby apa kamu sudah memaafkan ku ?"


"Aku sudah memaafkanmu honey, aku juga minta maaf ya sudah membentakmu dan mendorongmu tadi. Sudah jangan menangis lagi nanti adek jadi ikut sedih"


"Hmm terimakasih hubby, aku janji tidak akan mengulanginya lagi"


"Akan selalu aku ingat janjimu itu ya" Ucapnya sambil memeluk istrinya dan membenamkan kepala istrinya di dadanya, memberikan ketenangan untuknya juga istrinya.

__ADS_1


"Ya sudah aku mandi dulu ya"


"Mau aku siapkan pakaianmu honey ?"


"Nggak perlu aku ambil sendiri saja"


"Ya sudah mandilah"


πŸ€πŸ€πŸ€


Arini sudah pulang ia langsung menemui sahabatnya untuk memberikan oleh oleh juga baju couple mereka berdua.


"Tuan ada yang ingin bertemu dengan nyonya, katanya sahabatnya" Ucap pengawal yang berjaga di depan.


"Hmm suruhlah dia masuk" Ucap Bryan yang sudah tau pasti siapa yang datang


***


"Siapa ?"


"Keluarlah agar kamu tahu, orang itu sudah menunggumu di ruang tamu"


"Baiklah hubby"


"Sebentar"


"Ada apa ?"


"Aku ingin mencium calon anak kita dulu"


"Kamu sudah mencium nya sejak tadi, bahkan berkali kali" kesal Calista dengan wajah yang cemberut. Bryan yang gemas melihat istrinya cemberut langsung mengecup bibir itu, Membuat Calista melotot.

__ADS_1


CUP


"iih hubby"


"Kamu menggemaskan sayang"


"Dari lahir, apa kamu baru menyadarinya"


"ya sudah keluarlah, kasian mereka nanti kelamaan menunggumu"


Calista keluar dari kamar, ia melihat sahabat dan suami sahabatnya ia langsung berlari namun seketika ia berhenti kala mengingat bahwa saat ini ia sedang mengandung. Lalu ia berjalan santai dan berteriak memanggil nama sahabatnya membuat kedua orang itu terlonjak kaget.


"ARINIII"


"Astaga anak itu" Ucap Arya seraya mengelus dadanya.


"Sabar sayang, dia memang seperti itu"


"Dan nggak pernah berubah" sahut Arya


Arini terkekeh ia bangun dan langsung menyambut sahabatnya dengan pelukan yang cukup lama.


"Aku kangen banget sama kamu rin"


"Sama aku juga"


"Kamu kenapa nggak pernah hubungin aku sih" keluh Arini.


"Gimana mau menghubungi nomermu saja aku nggak punya, kamu tahu kan Bryan menghapus nomermu juga meyadap handphoneku"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2