
Setelah sesampainya di mall mereka langsung menuju lantai 3 untuk menuju tempat bioskop berada. Film yang mereka tonton tentu saja film horor. Mereka berdua sangat menyukai film horor. Tetapi ketika di hadapkan oleh hantu beneran di kehidupan nyata maka jangan di tanya mereka pasti akan lari dan berteriak teriak tidak jelas.
Kediaman Bryan..
Kamar dengan Nuansa semua serba Hitam.
Menggambarkan bagaimana sisi gelap sang pemilik kamar itu. Sangat luas, mewah dan rapi. dan pastinya bersih. ya Bryan sama sekali tidak suka jika lingkungan atau kamar yang ia tempatin kotor dan tidak bersih. bahkan ia sendiri yang membersihkan kamarnya dan tak memperbolehkan siapapun masuk ke kamarnya kecuali asisten kepercayaanya ya dia adalah Sergio. Selain itu ia juga hobi membaca sehingga di sudut ruangan kamar itu juga tersusun rak berisi berbagai macam buku, walk closet yang menyatu dengan kamar mandi dan Balkon yang langsung menyuguhkan kebun bunga yang di tanam mama nya dulu. kini ia tetap merawat peninggalan mama nya itu. meskipun bukan ia sendiri yang merawat melainkan tukang kebun yang di minta untuk menjaga dan merawatnya. jika sampai bunga - bunga itu mati maka tukang kebun itu akan mendapat hukuman yang tak akan terlupakan.
Ancaman dari Bryan tentu saja membuat tukang kebun itu bergetar karena ketakutan.
"Ah, jam berapa ini ?" Sambil mengambil dan melihat ke Handphone nya yang di atas nakas.
"Jam 2 siang. Apa aku tidur selama itu. huh ?" "Mengapa tidak ada yang membangunkan ku"
"Ah tapi untuk apa juga dan mana berani mereka membangunkan ku kecuali si Sergio itu" Gumam Bryan
Bryan lalu bangun dan mandi untuk menyegarkan dirinya. Setelah mandi dia hanya di dalam kamar saja sambil memantau kinerja anak buah mereka yang sedang latihan menembak dan memanah di markas. tentu saja anak buahnya yang sudah terlatih, untuk yang memliki tingkat kelemahan atau yang tidak berguna dalam menembak akan ia basmi saat moodnya sedang kacau. Sadis bukan, tetapi untuk dunia mafia bukan lah sebuah hal yang mengagetkan. itu mengapa anak buah nya yang lain akan berusaha sekeras mungkin melatih kemampuanya, agar tidak jadi korban selanjutnya dalam kekejaman bos nya itu. Lewat Handphone yang langsung terhubung oleh CCTV di Ruang Latihan tersebut ia memantau dengan seksama.
__ADS_1
"huh, entah mengapa hari ini aku hanya ingin berada di kamar, sambil memantau mereka dari Handphone saja"
********
Tiba - Tiba Handphone Bryan berdering. Siapa lagi kalau bukan sang orang kepercayaanya di dunia hitam yang sudah 10 tahun mengabdi dengan sang Boss mafia itu. Dia adalah sergio abdidaya. sesuai nama lengkapnya ia akan setia dan mengabdi pada orang yang telah membantu ia keluar dari keterpurukan hidup.
Awal Mereka bertemu ketika sergio di pukul masa karena telah mencuri di sebuah Toko Elektronik di dekat rumahnya dulu. Bryan menyelamatkan dan menawarkan Sergio untuk menjadi orang kepercayaanya. Karena Bryan yakin bahwa Sergio setia dan tegas untuk di jadikan orang kepercayaanya. Terbukti sampai sekarang, 10 tahun dia sudah mengabdi dan setia terhadap Bryan.
Sergio membantu dan memberikan banyak kontribusinya untuk Bryan dan Aliansinya.
Di Telpon..
"tidak, aku hanya ingin di rumah saja"
'kau pantau mereka terus. jangan ada kesalahan sedikit pun"
"baik tuan akan saya laksanakan"
__ADS_1
"dan satu lagi, untuk mereka yang kemampuan nya masih lemah, suruh lah dion untum tetap melatih mereka siapa tau mereka ada perkembangan. fokus ke menembak saja untuk mereka. dan jangan biarkan mereka beristirahat sebelum ada perkembangan ya walaupun hanya sedikit. siapa tau mereka nantinya akan berguna juga" seru Bryan dengan dingin dan datar.
"baik tuan. maaf tuan saya ingin menanyakan untuk Pertambangn papa tuan yang di Kalimantan bagaimana ? karena di rektur sementara atau orang kepercayaan alm papa anda sudah ingin pensiun beliau di minta oleh anak - anaknya"
"bilang padanya tunggu satu bulan dulu dan kau cari secepatnya pengganti sementara beliau, aku belum tertarik untuk menggantikan papa"
"Baik tuan, saya akan segera mencarinya. kalau begitu telponya saya tutup tuan. Selamat menikmati hari libur tuan"
"Hmm" singkat, padat dan jelas banget yak
****
Setelah dari menonton Calista dan Arini langsung Pulang. Calista mengantar Arini pulang terlebih dahulu. Baru dia langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah.
Setelah sampai Calista langsung bersih bersih dan mengistirahatkan tubuhnya di ranjang tempat favoritenya kala di rumah wkwkkk
sama kayak author kalau udah di rumah langsung nyarinya kasur wkwkk
__ADS_1
Selamat membaca. Semoga suka ya💚
Bersambung ..