Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 30


__ADS_3

🌸🌸🌸


"Hallo tuan, kampus di teror dan di serang tuan mereka mencari tuan katanya"


"Maksud kamu ? Siapa yang menyerangnya ?"


"Kami tidak tau tuan, tapi kampus jadi berantakan banyak mahasiswa dan mahasiswi bahkan dosen terluka tuan"


"Kurang ajar, aku akan segera kesana kau lindungi mereka semua dan bawa mereka yang terluka ke rumah sakit segera"


Baru dia menghembuskan nafasnya. Sudah ada yang menelponya lagi dan itu berasal dari Atta tangan kanan nya di dunia Hitam selain Sergio.


"Ada apa ?" Seru Bryan saat dia sudah mengangkat telpon


"Tuan markas di serang oleh sekelompok orang tak di kenal. Tetapi kalau menurut saya mereka dari Aliansi Mafia juga tuan. tapi tenang saja tuan mereka semua telah berhasil kami kalahkan tuan"


"Kau Cari tau mereka dari Aliansi mana dan tujuan mereka apa. Satu lagi setelah kau mendapatkan infomarsi itu kau kirimkan mayat mereka semua ke orang tersebut. Kau paham Atta"


"Paham tuan"


Saat telepon sudah berakhir Bryan langsung bergegas mengambil kunci mobil dan mengendarai nya dengan kecepatan tinggi.


"Beraninya kalian bermain denganku" Geram Bryan dengan tangan mengepal di stir kemudi dan rahang yang mengeras.


Setelah beradu dengan jalanan kini ia sudah sampai di kampus tempat peninggalan kakek nya dulu. Ia melihat banyak sekali properti yang rusak dengan kondisi lobi yang sudah sama kacaunya dengan halaman luar. Seketika emosinya meluap lagi mengingat ini adalah Kampus yang di bangun oleh kakeknya dan di amanatkan kepada mamah dan dirinya.


"Bagaimana ?" Tanya nya kepada Samuel yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Seketika samuel menoleh dan mendapati bosnya berada tak jauh darinya.

__ADS_1


"Permisi tuan, Semua dosen, mahasiswa dan mahasiswi sudah di larikan ke rumah sakit. namun ada beberapa yang meninggal di tempat tuan. Dan itu semua mahasiswa yang kebetulan berada di halaman luar yang hendak menuju ke parkiran tuan. Mereka hendak melawan namun sepertinya penyerang membawa senjata karena kami melihat ada luka tembakan juga tuan"


"Kurang ajar, kau urus semua yang ada di sini. Kau pastikan biaya perawatanya dan beritahu semua keluarganya. Satu lagi kuburkan mereka yang sudah meninggal dengan layak."


"Baik tuan"


"Dan Semua kekacauan ini kau urus semua. Kau minta Sergio untuk menyiapkan dana nya"


"Baik tuan"


***


"Tuan" Ucap Sergio


"Ya"


"Tidak usah, kita liat saja seberapa dia berani mengusik ku" ujarnya dengan senyum menyeringai.


"Tuan saya juga sudah memerintahkan Atta untuk menambah anak buah kita untuk berjaga di rumah tuan. Untuk antisipasi jika tuan lio akan mengganggu Nona Calista nantinya"


"Hmm kau memang bisa di andalkan. Kerja bagus aku akan menambah bonus untukmu nanti"


"Terimakasih tuan"


"ya sudah antarkan aku ke markas sekarang. Aku ingin melihat kondisi markas saat ini"


"Baik tuan"

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya Bryan tiba di markas. Markas kini terlihat kondusif tidak seperti adanya penyerangan dan terlihat lima anak buah berjaga di depan pintu masuk markas.


"Selamat datang tuan"


"Hmm"


"tuan" Sapa Atta datang dan menghampiri tuan nya.


"Kau sudah membereskan markasnya. Lalu Bagaimana dengan anak buah kita apa ada yang terluka ?"


"Hanya tiga orang tuan yang kebetulan sedang berjaga di luar. Mereka terkena luka tembak di bahu kanan dan ada yang di lengan kirinya tuan. Tetapi mereka tidak apa apa tuan. Hanya perlu istirahat. Karena sudah ada dokter pribadi yang mengobati mereka tuan"


"Kerja yang bagus. Kau akan mendapat tambahan bonus begitu pun Samuel dan anak buah kita. Nanti Sergio yang akan mengurusnya"


"Terimakasih untuk kerja keras kalian. Ini baru awal aku yakin dia pasti akan melakukan penyerangan lagi"


"Benar tuan. Oh iya tuan untuk para mayat musuh sudah kami kirimkan pada tuan lio, tuan"


"good" ucapnya sambil tersenyum menyeramkan.


"Lalu apa kita akan segera melakukan penyerangan tuan ?" Tanya Atta


"Tidak, kita biarkan saja mereka menyerang. Ketika anak buah mereka sudah hampir tumbang semua, baru kita serang mereka dan kau pastikan untuk membawa tikus kecil itu. Kau paham ?"


"Paham tuan" Ucap Atta yang satu pemikiran dengan tuan nya itu. Lalu ia ikut tersenyum tipis.


Bersambung..

__ADS_1


Di tunggu like, komen dan Votenya ya readerss😘


__ADS_2