Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 20


__ADS_3

🌸🌸🌸


Di markas Bryan..


Pria itu sedang mengecek semua senjatanya. Bahkan ia baru saja membeli senjata baru lagi yang seharga 30 juta..


Whatt semahal itu senjata apa ya kira-kira readerss πŸ˜‚πŸ˜‚


"Permisi tuan" ucap Atta


"Ya katakanlah"


"Tuan Niko tidak menerima penolakan tuan, ia tidak percaya sebelum mendengar sendiri dari tuan. Katanya ia ingin bertemu langsung dengan tuan"


"Baiklah, kau suruh sergio bersiap siap untuk mengantarkan aku bertemu denganya"


"Baik tuan, akan saya informasi kan juga pada tuan Niko untuk pertemuanya tuan. Kalau begitu saya permisi dulu tuan"


*****


Beberapa menit kemudian, Atta datang kembali.


"Tuan, tuan niko meminta bertemu di Cafe XX siang ini tuan"


"hmm. Kau sudah memberitahu Sergio kan ?"


"Sudah tuan, mobil juga sudah siap tuan"


"hmm"

__ADS_1


Setelah keluar dari markas, sergio mengikuti tuanya dari belakang dan membuka kan pintu mobilnya untuk Bryan.


"Silakan tuan"


"Hmm"


"Tuan maaf jika saya lancang, apa tuan akan menerima tawaran tuan Niko ? Ucap sergio hati hati saat berada di dalam mobil. Semenjak insiden dimana nona nya mengatakan ia kekasih nya ia tak berani menatap bahkan berbicara banyak pada tuanya ini.


"Tidak"


"Syukurlah tuan" ucap lega. ia kira tuan nya ini akan berubah pikiran, sampe mau menemui tuan Niko secara langsung.


"Sergio, kau juga urus surat pengunduran diriku dari kampus segera. Aku sudah memutuskan untuk fokus mengelola perusahaan alm papa, walau bagaimana pun perusahaanya itu di rintis oleh papa ku sendiri aku tidak ingin papa kecewa di sana. Dan pastinya perdagangan narkoba kita juga tetap berjalan. Tetapi sepertinya aku akan meninggalkan dunia mafia dan perdagangan narkoba itu. tapi ini bukan hal mudah untuku, mungkin aku butuh waktu beberapa tahun lagi. Gadisku sepertinya tak akan menyukai itu" ucapnya panjang lebar pada sergio.


Wah rekorr nih abang Bryan bicara panjang begitu, yuk kasih reward buat bang Bryan dulu wkπŸ˜‚πŸ˜‚


"Iya tuan. Lebih baik memang begitu, agar tuan juga memiliki waktu untuk beristirahat lebih banyak" jawan Bryan


Tak terasa mereka sudah sampai di cafe XX, disana ia langsung bisa melihat tuan Niko berada, karena tuan Niko sendiri yang sudah memboking Cafe itu hanya untuk dia dan tuan Bryan. Sergio menunggu di dalam mobil atas perintah Bryan, ia sendiri yang akan menemui tuan Niko.


"Selamat siang tuan Bryan. Bagaimana kabarnya ? Saya harap tuan selalu sehat dan baik-baik saja" ucap Tuan Niko saat Bryan sudah sampai di meja yang ia tempati dan menjabat tangan Bryan.


"hmm. Tidak usah berbasa basi tuan Niko. Katakanlah apa mau mu"


"ah, tuan Bryan bisa saja. Silakan duduk dulu tuan. Akan lebih enak jika kita berbicara dengan duduk tuan Bryan"


"Tidak usah, cukup berdiri begini saja. Aku masih ada urusan lainya"


"Baiklah tuan Bryan. emm begini tuan saya hanya ingin menawarkan kerja sama dengan tuan Bryan saya rasa anak buah tuan Bryan pasti sudah memberitahukan kerjasama apa yang akan kita jalin" ucapnya sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Bukankah anak buahku sudah mengatakan bahwa aku tidak tertarik untuk kerjasama ini"


"Tapi tuan, ini akan sangat banyak keuntungan yang kita dapat tuan dan akan semakin menambah kekayaan tuan Bryan"


"Tidak, kekayaanku sudah sangat banyak dan aku tidak membutuhkan kerjasama tidak berguna itu"


"Tuan apa anda yakin menolak kerjasama ini ?" tanya tuan Niko dengan sorot mata yang tajam.


"Aku tidak suka mengulang perkataanku tuan Niko. Jika memang tidak ada yang penting saya pergi"


"Tunggu" ucap tuan Niko sambil meyodorkan pistol tepat di kepala Bryan.


"Tuan Bryan, aku tidak suka penolakan. Jika kau sayang dengan nyawamu maka terimalah kerjasama ini" ucap niko dengan senyum yang menyeringai.


Namun Bryan hanya bergeming diam dan tak bergerak sama sekali. Sampai tuan Niko lengah ia membalikan keadaan. Pistol sudah berada di tanganya dan menyodorkan tepat di kepala tuan Niko.


"Jangan macam macam tuan niko, kau sama sekali tidak lupa kan siapa aku" sambil tersenyum menyerangai.


"Ikut denganku sekarang, Jalan"


"Tuan tolong maafkan saya, saya janji tidak akan mengulangi lagi dan tidak akan mengusik hidup anda lagi tuan"


"Aku bukan orang yang pemaaf. Seharusnya kau pikirkan dulu jika kau ingin bermain main denganku" ucapnya sambil tangan kirinya mengambil Handphonenya di saku kemeja.


"Hallo sergio, turun dan bawa tuan niko ke markas kita sekarang" serunya setelah telponya nya di angkat oleh sergio dan langsung mematikan telpon nya secara sepihak, sebelum sergio menjawabnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2