
HAPPY READING
πΌπΌπΌ
"Jangan beritahu tuan bahwa aku membawa istrinya kesini. Aku yang akan langsung bicara padanya nanti"
"Baik tuan"
Setelah sampai di ruangan tuan nya, Atta mengetuk pintu dan mempersilakan istri tuan nya masuk. Bryan terlihat kacau dengan rambut dan pakaian yang acak acakan di tambah lingkaran hitam di bawah matanya. Air mata Calista luruh begitu saja apalagi saat melihat suaminya tertidur pulas di kursi kebesaranya, di hampiri suaminya yang dua minggu ini mengacaukan pikiranya lalu mengelus lembut kepala Bryan. Bryan yang merasa ada yang mengusik tidurnya pun membuka matanya, yang terlihat pertama kali adalah wajah sembab istrinya. Lalu ia menegakan tubuhnya dan menepis kasar tangan istrinya membuat Calista terkejut karena gerakan spontan suaminya.
"Hubby" lirih Calista dengan air mata yang masih membasahi wajah cantiknya.
"Ngapain kamu kesini ?" Ketus Bryan yang sudah berdiri dari duduknya.
"Hubby aku minta maaf, tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Kamu sudah menghukumku selama dua minggu ini apa belum cukup ?"
__ADS_1
"Tidak akan pernah cukup untuk semua kekecewaan yang sudah kamu berikan"
"Tolong beri aku kesempatan, aku mohon"
Ucap Calista yang sudah memeluk suaminya dari belakang seperti yang biasa di lakukan oleh suaminya. Namun Bryan langsung melepaskan pelukan istrinya dengan kasar, Calista semakin mengeratkan pelukan nya kali ini ia tak peduli apapun, yang terpenting suaminya memaafkan dan bersikap lembut lagi kepadanya. Bryan mendorong Calista dengan kasar membuat wanita itu terhuyung kebelakang namun tak sampai jatuh lalu ia menuju ke pintu tetapi pintu di kunci dari luar seperti ada yang sengaja menguncinya. Sekarang ia tahu ulah siapa ini semua termasuk yang membawa istrinya kemari. Lalu ia berteriak dan menggendor pintu namun tak ada yang membukanya.
"Sial" umpat pria itu. Lalu ia membalikan tubuhnya, terlihat istrinya sudah berada tepat di belakang tubuhnya dengan masih terisak namun ia mencoba bersikap masa bodo, meski rasanya ingin sekali menghapus air mata istrinya. Calista berlutut di belakang Bryan berharap suaminya akan luluh.
"Aku mohon, beri aku kesempatan kita mulai semua nya dari awal. Kamu harus tahu aku nggak meminumnya lagi semenjak kamu mengetahuinya"
"Tapi aku akan tetap menjelaskan nya"
"Aku mohon percaya padaku, bahkan saat kamu memintanya malam itu aku belum sempat untuk meminumnya"
"Jangan berbohong karena aku tak akan pernah percaya lagi padamu"
__ADS_1
"Aku nggak bohong, aku serius bray"
"Lebih baik kamu diam dan jangan menangis terus, aku tak ingin mendengarnya"
"Hubby"
Tiba tiba Calista pingsan tak sadarkan diri, Bryan yang sudah tak mendengar isakan tangis istrinya menoleh ke belakang dan melihat istrinya sudah tak sadarkan diri. Lalu ia menggendor pintu dengan sangat keras dan berteriak.
Ceklek...
Suara pintu terbuka terlihat Atta dan beberapa anak buahnya datang, Bryan melihat ke arah Atta ia tahu ini semua ulah pria itu, sedang yang di lihat hanya mengedikan bahunya acuh. Bryan langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke rumah sakit dengan mobil yang di kendarai oleh Atta, Atta hanya tersenyum tipis melihat tuan nya begitu mengkhawatirkan istrinya.
πππ
Bryan sudah sampai di rumah sakit ia langsung memanggil suster dan dokter untuk segera menangani istrinya. Bryan menunggu di luar dengan harap cemas, ia takut terjadi sesuatu pada istrinya karena sikapnya selama ini.
__ADS_1
...****************...