Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 02


__ADS_3

Haii readerss dah siap lanjut baca, yuk langsung love love aja. buat nunggu uptuade nya 😊


Keesokan paginya..


Calista terbangun ketika jam alarm di Hanphone nya berbunyi begitu kencang.


Lalu dia bergegas merapikan kamar tidurnya dan mandi. Setelah Calista selesai mandi dia langsung ke dapur untuk membantu ibunya memasak.


"Pagi bu. Masak apa kita pagi ini ?"


"Pagi sayang, tumben kamu hari libur jam segini sudah bangun"


"Hehe, aku nanti mau nonton bareng Arini bu"


"Bolehkan bu ? " tanya Calista


"Boleh dong sayang, ini kan kamu juga sedang libur. Tapi ingat ya pulangnya jangan larut malam, nggak baik apalagi kalian anak perempuan" jawab ibu Siska sambil tersenyum tulus dengan anak semata wayangnya itu.


" iya ibu. Oh iya bu, ayah kemana? Kok nggak keliatan ?"

__ADS_1


"Ayahmu sedang di teras depan"


Sesekali Calista mengajak ibunya bercanda.


sehingga memperlambat acara memasak yang seharusnya sudah selesaj setengah jam yang lalu kini sampai satu jam berlalu.


Acara masak memasak pun sudah selesai.


lalu Calista di minta sang ibu untuk memanggil ayahnya untuk makan. di sini lah sekarang mereka berada di meja makan persegi yang sederhana dan terisi hanya untuk empat orang saja. namun karena kesederhanaya ini yang membuat mereka dekat dan hangat.


Walaupun dengan meja makan yang sederhana namun mereka sangat bahagia dan menikmati makanan nya. terlihat sepanjang mereka makan, mereka saling berbincang dan nampak tertawa. apalagi sang ayah yang mempunyai sifat humoris. yang selalu menggoda putri semata wayangnya itu.


kini hanya tinggal Calista dan sang Ayah, karena ibu siska sudah berangkat ke toko kue miliknya. Calista lalu membersihkan meja dari piring piring kotor dan mencucinya. setelah selesai dari mencuci piring ia langsung menghampiri sang ayah di ruang keluarga.


"Ayah baik nak, Sudah kamu jangan khawatir kan ayah"


"Maaf nak sudah menjadi beban untuk kamu dan ibumu " Jawab ayah dengn sedih dan menundukan wajahnya.


"Ayah, aku dan ibu tidak merasa terbebani oleh ayah kok. Lagian ayah sudah berkorban untuk kami selama ini. Sekarang giliran kami. Ayah jangan bicara seperti itu lagi ya!! Aku sedih dengernya" seru Calista dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


"Baiklah nak" Jawab Pak Bima ayah calista. Tersenyum dan merentangkan tanganya untuk di peluk putri semata wayangnya itu.


Dan mereka pun berpelukan untuk saling menguatkan. lalu mereka tertawa bersama. yah ayah dan anak itu memang sangat dekat dari kecil jadi wajar jika Calista akan terus menempel pada sang ayah. Namun, bukan berarti ia tak dekat dengan ibunya. ia juga dekat, ia berjanji untuk menyayangi dan menjaga keduanya.


"Ayah, sebentar lagi aku akan ke rumah Arini" "Apa ayah tidak apa apa aku tinggal sendiri yah ?" Tanyaku


"Tidak apa apa nak, pergilah. Tapi ingat jangan pulang larut malam ya" Sahut Pak Bima seraya memperingatkan putrinya itu.


"Siap ayah" Dengan tangan kanannya di letakan di deket dahi sebelah kanan. Seperti tanda hormat, Sambil tersenyum ceria.


lalu mereka tertawa bersama. Sungguh pemandangan yang menyejukan mata melihat keharmonisan ayah dan anak tersebut.


Selamat membaca. Semoga sukaa yaa💚


jika tidak suka bisa berikan masukan yang positif ya, terimakasih readerrss.


mohon bimbinganya😘


.

__ADS_1


Jempolnya jangan lupa ya wkwkkkk


Bersambung..


__ADS_2