Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 44


__ADS_3

...HAPPY READING...


...🌸🌸🌸...


Bryan masih berkutat di meja kerja kantornya pria itu masih sibuk dengan laptop dan berkas berkas di meja nya. Sudah pukul sepuluh malam namun pria itu tak beranjak dari kursi kebesaranya. Seorang wanita cantik masuk membawa secangkir kopi untuk bos nya.


"Permisi pak ini kopinya" ucap perempuan itu dengan senyuman yang di buat semanis mungkin.


"Kamu kenapa belum pulang ?" Tanya Bryan pada sekretarisnya yang bernama Nina itu tanpa melihat ke arah sekretarisnya itu.


"emm saya menunggu bapak, barangkali masih ada yang di perlukan pak"


"Tidak lebih baik kamu pulang"


"Tidak apa pak saya menunggu bapak saja"


"Saya tidak suka mengulangi perkataan saya apa kamu lupa itu !!"


"Saya tau pak saya ingat, sangat ingat malah"


"Lalu mengapa kamu di sini kalau kamu tau ha" teriak Bryan pada sekretarisnya itu.


"Karena saya ingin membantu bapak"


Brakkkk


Suara gebrakan meja Bryan menggema di kantor yang sudah sepi itu, Nina terkejut untungnya ia tak mempunyai riwayat penyakit jantung kalau iya pasti sudah di buat pingsan, pria itu kesal ia tahu seketarisnya itu memendam perasaan terhadapnya. Nina pernah mengungkapkan perasaanya pada Bryan setelah satu tahun ia bekerja di perusahaan Bryan namun langsung di tolak mentah oleh pria itu.

__ADS_1


"Keluar!!!" Bentak Bryan pada sekretarisnya itu.


"Tapi pak saya masih..


"Keluarrrr, apa kamu tuli ha" Bentak Bryan yang langsung memotong ucapan sekretarisnya itu.


Mau tak mau Nina pun keluar namun ia tak pulang melainkan menunggu di dekat pintu ruangan Bryan. Bryan menghela nafas seraya meminjit pelipisnya moodnya sudah berantakan padahal berkas yang sedang di kerjakan tinggal sedikit lagi akan selesai. Lalu ia menghubungi Sergio untuk menjemputnya segera.


Saat membuka pintu ia melihat seketarisnya tertidur di salah satu meja karyawan di dekat ruangan nya. masa bodo dengan sekretarisnya ia langsung melenggang pergi begitu saja. Ia keluar dari perusahaanya tepat dengan Sergio yang juga baru sampai. Sergio keluar dan membuka kan pintu untuk tuan nya lalu ia mengitari mobil dan duduk di kursi kemudi.


"Setelah mengantarku, kau kembali lagi ke perusahaan. Antarkan sekretarisku itu"


"Maksud tuan nona nina ?" Ucap Sergio memastikan lagi pendengarnya.


"Hmm"


πŸ€πŸ€πŸ€


Setelah sampai di kediaman Bryan, Sergio langsung turun membukakan pintu mobil untuk tuanya lalu ia langsung berpamitan untuk mengantarkan sekretaris tuan nya itu. Karena sudah waktu malam hari jalan nya tak padat hingga ia dapat cepat sampai di perusahaan tuan nya. Ia langsung masuk dan berbicara sebentar dengan satpam di depan. Ia mengitari ruangan yang gelap itu saat sudah sampai di dekat ruangan tuan nya ia mendapati seorang perempuan tengah tertidur dalam posisi duduk dengan kepala di sandarkan di meja.


Sergio mendekati dan membangunkan perempuan itu tanpa menyentuh atau menggoyangkan lengan nya namun perempuan itu pulas akhirnya ia menggoyangkan lengan nya tetap saja perempuan itu tak bangun. Karena waktu semakin malam akhirnya ia pun menggendong perempuan itu dan meminta satpam untuk membukakan pintu mobil bagian belakang nya. Setelah memastikan perempuan itu masuk ke dalam mobil ia pun mengambil tas perempuan itu dan melihat alamat di KTP nya. Setelah mengetahui alamat rumah perempuan itu ia mengitari mobil dan duduk di kursi kemudi. Ia melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh hingga akhirnya ia sampai di kediamaan perempuan itu. Di papahnya perempuan itu keluar dari mobil, aneh nya perempuan itu sama sekali tak terusik tidurnya oleh pergerakan yang di lakukan Sergio.


"Dasar tidur seperti orang mati saja" gerutu Sergio.


Setelah sampai di depan pintu, sergio mengetuk pintu namun belum ada jawaban sampai ketukan ketiga barulah pintu terbuka, terlihat seorang perempuan paru baya berdiri dengan rambut sedikit acak acakan seperti bangun tidur.


"Nina kenapa ? Dan kenapa baru pulang di jam segini ?"

__ADS_1


"Nina ketiduran, iya tadi ada sedikit pesta perayaan kemenangan tender perusahaan bu" asal Sergio


"Oalah iya sudah tolong bawa masuk ke kamarnya ya"


"Iya bu"


*****


Sergio masuk dan membawa Nina di kamar nya, setelah itu mata nya tak sengaja melihat seorang pria yang hampir mirip dengan tuan nya namun memakai pakaian yang menurutnya lusuh seperti bukan tuan nya. Lalu ia bertanya pada ibu perempuan itu.


"Maaf bu, pria itu siapa ?"


"Pria itu tunangan nya Nina, ia meninggal karena kecelakan sudah dua tahun yang lalu"


"Hmm begitu" jawab Sergio dengan manggut seolah mengerti.


"Kamu pasti kekasihnya Nina di kantor kan ?"


"Ha?"


"Iya kekasih nya ?"


"eh bukan bu, saya hanya rekan kerja nya saja"


"Kalau begitu saya permisi dulu ya bu"


Sergio langsung masuk ke dalam mobilnya kini ia tahu mengapa perempuan itu berambisi terus mendekati Bryan karena tunangan nya yang meninggal sekilas memang mirip Bryan. Namun Bryan hanya anak tunggal dan ia tak pernah hidup kekurangan mungkin hanya sedikit mirip saja itu pikir Sergio.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2