
...HAPPY READING...
...🌸🌸🌸...
"Ayah ibu" Seru Calista saat melihat orang tua nya naik ke pelaminan.
"Sayang, Selamat ya ayah dan ibu turut bahagia" Ucap Siska
"Iya, ayah tidak menyangka kamu sudah menikah dn menjadi istri orang nak. Nak Bryan kami titip Calista jaga dan bimbing dia ya, Jika dia susah di kasih tau jangan memarahi nya ya nak" Nasehat ayah untuk menantunya itu.
"Iya ayah, sesuai janji Bryan. Bryan akan menjaga dan melindung istriku, ayah dan ibu jangan khawatir ya"
"Ayah ibu kenapa kalian tidak marah sama sekali harusnya kan kalian marah bahkan memarahi nya juga"
"Sayang, dengar kan ibu. Nak Bryan ini sudah menceritakan semuanya ke kami. Harusnya kamu bersyukur karena di persunting oleh nak Bryan yang baik dan mencintai kamu dengan tulus nak.
__ADS_1
"Ibu pasti dia mengarang cerita dia itu.. mmmppppth " belum Calista menyelesaikan ucapanya Bryan langsung membungkam mulut istrinya dengan ciuman, sontak saja Calista mendelik menatap tak percaya pria yang sekarang sudah menjadi suaminya menciumnya di depan umum bahkan di depan kedua orang tuanya. Sangat memalukan pikir Calista. Seketika wajahnya bersemu merah seperti kepiting rebus.
"Kamu"
"Iya sayang aku, kenapa hmm?" Tanya Bryan seraya menggoda istrinya yang membuat sang istri langsung mengalihkan pandanganya. Sontak saja itu membuat kedua orang tua dan tamu yang menatapnya tertawa dan geleng kepala dengan tingkah kedua mempelai itu.
Calista pun akhirnya memilih diam saja dari pada rumit berurusan dengan pria yang menyebalkan itu. Tak berselang lama sahabatnya Arini dan Arya datang juga tentu saja ia tak menyangka di hari pernikahan nya yang tak ia inginkan sahabat dan orang tua nya justru datang dan memberi doa agar pernikahan mereka langgeng sampai maut memisahkan. Jika yang menikah dengan nya adalah pria yang di cintainya ia pasti akan mengaminkan doa itu tetapi ini adalah pria yang tak ia cintai tak ia inginkan bahkan pria yang pernah menyakiti nya dengan lisan dan sikap nya. Ingin rasa nya Calista berteriak agar semua orang tau siapa pria yang bersama nya di pelaminan tetapi ia takut tak ada yang percaya. Lagi lagi ia harus pasrah dengan kehidupan nya yang rumit semenjak bertemu dengan pria itu.
*****
"Lista Selamat ya, semoga kamu bahagia selalu" Ujar Arya hendak menjabat tangan Calista namun sebelum tangan Calista membalas nya sudah di dahului oleh tangan Bryan.
"Terimakasih" Seru Bryan membalas jabatan tangan Arya.
"eh iya" Ujar Arya dengan tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Sedang Calista hanya memutar kedua bola matanya dengan malas. baru juga beberapa jam menjadi istrinya sudah di cemburuin bahkan pada sahabat nya sendiri yang juga sudah punya kekasih pula.
__ADS_1
"Sudah lepaskan" Seru Calista, tangan nya melepas paksa tangan Bryan yang terlihat semakin mencengkram erat tangan Arya hingga ia sedikit meringis menahan sakit.
"Hmm" deheman Bryan menetralkan suasana yang tiba tiba hening sekaligus meminta kedua sahabat istrinya itu untuk pergi.
***
"Mereka itu sahabatku, bisa tidak jangan bersikap berlebihan atau pun menyakiti mereka" bisik Calista saat kedua sahabatnya itu meninggalkan panggung pelaminan.
"Semua itu tergantung kamu" balas Bryan dengan berbisik juga.
"Maksud kamu ?"
"....." Bryan hanya diam saja membuat Calista kesal karena harus penasaran dengan apa yang di maksud oleh Bryan.
...****************...
__ADS_1
Mohon bimbingan nya ya readerss, kalau masih ada tulisan dll yang belum pas minta saran nya lewat komen ya readerss😉 biar lebih baik lagi. Thanks you readerss😘