
๐ธ๐ธ๐ธ
Keesokan harinya..
"Permisi tuan" ucap Dion
"hmm, bagaimana apa kau sudah mendapatkan infomarsi siapa yang melakukan ini pada ayahku?"
"iya tuan saya sudah menyelidiki, yang membunuh ayah tuan adalah Bryan Antoni Damarta tuan"
"Kau siapakan semua anak buah kita dan bawa dia kemari, aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri" ujarnya dengan nada penuh kemarahan.
"Tapi tuan.."
"Kau ingin membantahku" Bentak lio dengan menatap tajam dion.
"Bukan begitu tuan, tapi dia adalah seorang mafia tuan, mafia yang paling banyak di takuti"
"Aku tidak peduli. Lagian anak buah kita kan banyak kau perintah kan saja mereka. Untuk menyerangnya. Cari kelemahanya!! Aku tidak ingin di bantah!!" geram Bryan dengan sorot mata yang tajam dan gigi bergelatuk.
" b a i k tuan" ucap Dion dengan terbata.
*****
Kediaman Bryan..
Bryan bangun dari tidurnya saat ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
"Apa ?"
"Aku ingin izin keluar sebentar boleh tidak ?"
__ADS_1
"Tidak" Seru Bryan sambil tangan nya menarik tangan Calista masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
Dan tentu saja membuat Calista terkejut.
"Hai, kau apa-apaan sih"
"Aku masih mengantuk dan kau mengganggu tidurku"
"Tapi kan ini sudah jam 8 pagi. Udah agak siangan ini" kesal Calista. Bryan pun mendorong tubuh Calista dan mendekapnya dengan erat.
"Lepasin" ucap Calista dengan memberontak.
"Jangan berisik, jika tak ingin aku kasar padamu mengerti!!" Ucapnya dengan nada marah.
"huffft" Calista hanya bisa menghembuskan nafas panjang dan menggerutu dalam hati.
Setengah jam berlalu Calista pun ikut terlelap dalam pelukan hangat Bryan. Bryan yang tahu pun melanjutkan tidurnya kembali karena tak ingin gadis kecilnya itu terusik dan terbangun dari tidurnya.
Di tempat lain..
"Memangnya aku bakal kenapa ?" Tanya Arini dengan senyum mengejek.
"Oke, aku di sana lama loh. Ntar kamu kangen baru merengek mencariku" Seru Arya sambil menggoda balik kekasihnya itu.
"Hahahaha" mereka berdua pun tertawa bersama.
"Kita mau nonton apa sih ?" Tanya Arini saat mereka sudah di dekat bioskop.
"emm terserah kamu deh, kamu pingin nya nonton apa ?"
"Kamu aja yang pilih, yang penting genre nya komedi ya" ucap Arini sambil nyengir kuda.
__ADS_1
"Aku ke toilet dulu ya" Seru gadis itu langsung berlari tanpa menunggu Arya menjawab. Arya hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum kecil melihat kekasihnya itu.
.....
Setelah dari toilet Arini jalan terburu buru karena tak ingin kekasihnya menunggu lama. Kebetulan saat di toilet tadi sedang banyak yang mengantri jadi ia kelamaan meninggalkan kekasihnya itu. Sampai ia tak melihat ke depan saking terburunya alhasil ia menabrak seseorang.
Brukk
"ah, maaf saya tidak sengaja" Seru Arini sambil tangan nya mengambil tasnya namun keduluan oleh tangan seseorang yang ia tabrak, ia pun menoleh dan mendadak ia menjadi takut.
"Maaf aku tidak sengaja" serunya lagi pada seseorang itu.
"Hmm" Ucap Sergio yang menjawab dengan singkat. Kebetulan dua hari yang lalu Bryan meminta Sergio untuk kembali lagi ke Bandung dan meminta seseorang untuk membantunya memantau pekerjaan di Kalimatan sampai Perusahaan pusat bisa di pindahkan ke Bandung.
"Kenapa kamu masih di depan saya, bukan nya pergi" Ucap nya sewot pada gadisnya itu
"Maaf tuan tapi tas saya" Ucap Arini sambil mata nya menujuk ke tangan kanan pria itu.
"Kenapa tidak bilang dari tadi, membuang waktuku saja. Nih" Seru Sergio mengembalikan tas gadis itu dan berlalu begitu saja.
"Dasar, manusia kaku. Orang di kasih tau malah ngomel gitu" gerutu Arini yang masih di dengar oleh Sergio.
"Kamu tadi bilang apa, saya manusia kaku!!" Serunya dengan membalikan badanya dan menatap tajam gadis di depanya itu.
"Memang kenyataan kan kamu itu M A N U S I A K A K U" Ucap Arini sambil mengeja dua kata di belakang.
Dert
Dert
Bersambung..
__ADS_1
Silakan like,komen dan Vote ya readerss๐
HAPPY READING ๐