
WARNING!!!!!
...HAPPY READING...
...🌼🌼🌼...
"Kamu sudah janji tepat satu bulan dan ini belum ada satu bulan bray"
"Aku nggak peduli, persetan dengan janji. Kamu yang udah membuatku mengingkarinya"
Bryan berjalan ke lemarinya mengambil sebuah paperbag dan menyerahkan pada istrinya. Calista yang bingung membuka paperbag itu betapa ia terkejut melihat gaun malam yang sangat seksi bahkan tipis itu. ya sebelumnya Calista memang sudah menaruh semua gaun malam yang di belikan Bryan kalau itu di gudang namun malam ini ia harus melihat pria itu membelikanya lagi bahkan meminta ia untuk memakainya malam ini.
"Baju ini lebih pantas untuk lap dapur bukan untuk di pakai Bray"
"PAKAI SEKARANG!!!" Titahnya tanpa ingin di bantah.
"Tapi..."
"Atau mau aku yang memakaikan untukmu?" pangkas Bryan dengan dingin perkataan Calista.
"Aku nggak mau memakainya Bray, itu terlihat menggelikan"
__ADS_1
"SEKARANG!!!!"
Calista menelan salivanya berkali kali percuma jika ia bernegosasi pada suaminya itu. Ia masuk ke dalam walk in closet dan menggantinya di sana, di lihatnya baju itu di depan kaca ia merasa seperti wanita penggoda. Lalu ia ingin melepas kembali dan mengganti pakaian itu dengan yang tadi namun Bryan datang dan mencekal pergelangan tangan nya. Membuat gadis itu mengurungkan niat nya dan menunduk malu karena Bryan terus menatap dirinya dengan pakaian tipis dan menerawang itu, meskipun Bryan sudah pernah melihat tubuhnya yang polos namun itu karena ketidaksengajaan.
"Jangan coba menggantinya!!"
"Tapi bray ini terlihat seperti wanita penggoda"
"Lihat aku" Titahnya. Calista menatap pria itu dengan mengigit bibir bawahnya karena menahan malu.
"Pakai pakaian ini hanya di depan ku dan hanya di dalam kamar saja, mengerti" Calista hanya mengangguk menanggapinya. Di gandengnya tangan mungil Calista menuju ranjang, tubuh Calista menegang ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Kamu kenapa hmm, kamu gugup ?" Tanyanya lembut dengan membelai pipi istrinya.
"Bray aku takut" lirih Calista membuat Bryan tersenyum dan mencium seluruh wajah Calista. Calista ingin memberontak namun kedua tangannya di cekal oleh Bryan.
"Jangan mencoba memberontak jika tak ingin aku bermain kasar, apa kamu paham ?"
"Tapi bray, Apa sakit? aku beneran takut"
"Sakitnya hanya di awal saja sayang setelah itu tidak"
__ADS_1
"Beneran ?"
"Iya dan aku akan melakukan nya dengan pelan dan lembut, asal kamu tidak menolak atau memberontak"
Calista mengangguk.
.
.
Di ciumnya bibir istrinya itu ia menggigit kecil bibir istrinya gemas yang tidak kunjung membuka mulutnya. ia semakin memperdalam ciumannya hingga turun ke leher dan dada istrinya. Di tariknya kasar gaun malam itu membuat Calista membelalakan kedua matanya tak habis pikir dengan tingkah suaminya. Lalu pria itu membuka pengait b** istrinya dan mencium kedua gunung himalaya yang tadi pagi hanya sempat ia lihat saja namun kini dapat ia mainkan. Di remasnya kedua gunung himalaya itu membuat sang empunya menggeliat dan mengeluarkan suara aneh. Pria itu menyesapnya dan menggigit kecil bagian ujung gunung himalaya membuat empunya terpekik.
"awww sakit, jangan di gigit dong"
"Maaf sayang"
Bryan semakin turun dan turun ia melihat ke arah istrinya untuk meminta persetujuan, calista mengangguk pasrah tanda setuju bukankah percuma jika ia membantah karena pria itu tidak bisa di bantah.
Bersambung..
...****************...
__ADS_1