Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 21


__ADS_3

🌸🌸🌸


Begitu mendapat telpon dari Bos nya, Sergio langsung keluar mobil dan menghampiri bosnya di dalam Cafe.


***


"Ada apa tuan ?" tanya sergio setelah ia sampai di depan Bryan dan Niko.


"Bawa dia ke markas kita. Katakan kepada Atta untuk menyuruh anak buahnya memenggal kepalanya dan kirim kepada keluarganya." Ucap Bryan dengan datar dan dingin.


"Baik tuan saya mengerti"


"Tuan Bryan tolong ampuni saya tuan, saya tidak bermaksud menyinggung anda. Saya hanya ingin menawarkan kerjasama saja tuan. Tolong, tolong ampuni saya tuan" ucap Niko dengan tangan dan tubuh bergetar.


Namun Bryan seolah tuli dan tak mendengar apa yang di ucapkan oleh Niko.


Beberapa menit berlalu kini Niko sudah sampai di markas Bryan dengan tangan dan kaki yang terikat dengan posisi berdiri di sebuah tiang . Bryan akan membiarkan ia menerima siksaan dulu dari para anak buahnya sebelum Atta sendiri yang memenggal kepala Niko. Yah untuk eksekusi langsung ia serahkan kepada Atta selaku tangan kananya di markas. Setelahnya Bryan pulang, ia sangat merindukan gadis nya itu.


...

__ADS_1


Malam harinya..


Tepatnya jam tujuh malam Bryan baru sampai di kediamanya. Ia langsung masuk ke kamarnya, tetapi ia tak melihat gadisnya itu. Lalu ia beralih ke kamar gadisnya yang dulu pernah di pakai pertama kali saat berada di rumah ini. Dan benar saja pintu di kunci dari dalam pasti gadisnya itu ada di dalam kamar itu. Ia pun berlalu pergi untuk mandi karena merasa tubuhnya lengket hampir seharian ini ia berada di luar rumah.


Setelah selesai mandi Ia mengambil kunci cadangan yang ia simpan di dalam laci kamarnya. ia langsung menuju ke kamar gadisnya. perlahan tapi pasti ia sudah berbaring di ranjang gadisnya itu. sambil matanya terus memandang gadis yang tertidur begitu imut itu.


"Kamu begitu menggemaskan tapi kamu juga menyebalkan dan keras kepala." Gumam Bryan dalam hati.


*****


Keesokan paginya...


"Kau, mengapa tidur di sini ha" teriak Calista sambil memukul tubuh Bryan menggunakan bantal yang ia pakai untuk tidur semalam.


"Hei hei kau apa apaan sih! Berhenti memukulku seperti itu"


"Kau yang apa apaan, seharusnya kau tidur di kamarmu bukan disini. Di sini kan kamarku"


"Kau percaya diri sekali"

__ADS_1


"Apa kau tidak terima, dasar pelit"


"Terserah lah, aku ingin tidur lagi kau selalu mengganggu tidur ku dengan hal-hal yang tidak penting"


"Hei jangan tidur di sini. Pindah ke kamarmu dong" seru Calista sambil tangan nya terus memukul tubuh Bryan dengan bantalnya. Dan tanganya langsung di cekal oleh Bryan.


"Kau itu bisa diam atau tidak ha?" Bentak Bryan sambil tanganya mencekal kuat pergelangan tangan Calista.


"Jika kau tidak suka, bangun dan masak untuk ku sana pergi !!" Ucapnya sambil melepas tangan Calista dan mendorong gadis itu hingga terjerengab ke lantai.


"Kau itu benar benar kasar" seru Calista dan langsung masuk ke kamar mandi dan membanting pintu kamar mandi dengan keras.


"Mengapa denganku, kenapa aku akhir akhir ini sedih melihatnya menangis seperti itu ya, ah nggak nggak aku tidak boleh bersikap lembut padanya bisa bisa dia semakin membangkang padaku" gumam Bryan dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2