Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 33


__ADS_3

🌸🌸🌸


"Hhuuh, ini sepertinya sudah jauh. Aku juga sudah lelah" gumam Calista dengan mengatur nafas dan detak jantungnya akibat berlarian cukup jauh.


"Aku duduk dulu deh di kursi itu" gumam nya lagi.


Setelah 20 menit ia duduk ia memutuskan untuk pergi sebelum para pengawal pria itu menemukan nya. Namun tiba tiba ia melihat sepasang sepatu seseorang yang berdiri di depan nya, ia pun mengangkat kepala nya guna melihat siapa pemilik sepatu itu. Ia terkejut bahkan lidahnya menjadi kelu tak kala mengetahui siapa yang berdiri di depan nya. Seketika ia lemas dengan wajah yang lesu dan tak sesemangat tadi.


"Sudah ku bilang bukan!! mau kau lari ke lubang semut sekalipun aku pasti bisa menemukan mu" Ujar Bryan dengan tersenyum sinis.


"Oh iya ampun, lari ku tadi benaran sia sia" gumam nya dalam hati dengan wajah lesu.


"Mau aku menyeretmu sampai keluar taman atau kau jalan sendiri" Seru Bryan dingin. Namun yang di ajak bicara malah diam tak bergerak. Alhasil Bryan menarik paksa tangan Calista.


"Tunggu, biarkan aku jalan sendiri. Tapi berikan waktu lima menit lagi biar aku mengatur nafasku dulu"


"Tidak ada, kau bisa mengaturnya sambil berjalan" Ujar Bryan dengan tetap menarik paksa Calista.

__ADS_1


"Kyaaa, pelan pelan. Kaki ku sakit jika kau menyeretku seperti ini"


"Aku tidak peduli, kau sama sekali tidak bisa di kasih hati" Seru Bryan dengan terus menarik paksa tangan kecil Calista.


"Stopppppp" teriak Calista sampai mengundang perhatian orang orang yang berada di taman itu.


"Apaa ?" Ketus Bryan


"Aku bisa jalan sendiri, jangan memaksa begini sakit tau"


"Huffft" Bryan menarik nafas sedalam mungkin. Menghadapi gadis pembangkang ini memang menguji kesabaran nya.


"Hai turunkan aku" Seru calista dengan memberontak.


"Diam atau kau ku cium di sini !! " Seru Bryan dengan menatap tajam Calista. Alhasil gadisnya itu diam, tak memberontak karena mendengar apa yang di ucapkan pria kasar itu.


***

__ADS_1


Setelah melewati drama sengit antara dirinya dan Calista kini Bryan sudah sampai di kediaman nya, ia langsung membawa gadisnya itu naik ke atas di mana kamarnya di lantai dua dengan posisi ia yang masih menggendong Calista Membaringkan dan mengunci gadisnya itu di dalam kamar sendirian. Ia sedang emosi sekarang, ia tak ingin melampiaskan kemarahanya pada gadis nya itu. ia tak ingin kejadian yang sudah sudah kembali terjadi, menyakiti dan membuatnya menangis.


"Arrrrgggghhhhh" teriak Bryan kesal. Lalu ia turun ke bawah untuk memanggil bi mia.


"Bi mia, bi bibi" teriak Bryan sembari menuruni anak tangga satu persatu.


"Iya tuan ada apa ?"


"Bawakan makanan untuk nona, tinggalkan saja jangan di ajak bicara. Sampai ketahuan bibi bisa angkat kaki dari sini. Paham bi ?"


"Iya tuan, paham" Ucap bi mia dengan menganggukan kepala dan membungkuk kan badan setelah urusanya sudah selesai.


Setelah mengatakan itu, Bryan berlalu ke ruang kerjanya. Ia ingin menenangkan diri di sana. dia lelah harus bagaimana lagi menghadapi gadisnya itu di kasari memberontak di lembutin malah melunjak. ia memijit pelipisnya dengan menarik nafas dalam dalam.


"huffftft"


"gadis menyebalkan, keras kepala dan tak tau diri" geram nya ketika mengingat perdebatan sengit waktu di taman.

__ADS_1


...***********...


__ADS_2