Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 32


__ADS_3

...๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ...


Keesokan paginya..


Sesuai keinginan gadisnya, ia akan mengantar nya berbelanja dengan catatan Bryan selalu berada di sampingnya. Setelah puas berkeliling dan berbelanja kebutuhan pribadi dan dapur ia bergegas ke kasir tentu saja dengan dompet yang berada di belakangnya yang akan membayar alias sang pria menyebalkan menurutnya yaitu Bryan๐Ÿ˜


"Cepat bayarlah"


"Hmm" ujar Bryan dengan memasang wajah bekunya.


"Boleh tidak setelah ini kita jalan jalan di taman dulu ? Aku bosan jika berada di kamar terus !" Ucap lista saat sudah selesai bertransaksi di kasir.


"Tetapi aku tidak bisa menemani mu, sebentar lagi jam makan siang dan aku ada pertemuan dengan klien papa ku di hotel XX sekalian untuk makan siang. Lain kali saja aku pasti akan menemanimu"


"Sekarang saja ya, aku bosan. Please !! " Ujar nya dengan wajah memelas. Karena Bryan tak tega akhirnya mengizinkan gadisnya itu jalan jalan ke taman. Tetapi dengan di temani oleh para pengawalnya. Ia pun segera berlalu dengan Sergio yang menjemputnya.


"Ingat, jangan pulang telat. Begitu aku sudah pulang ke rumah kau harus sudah di rumah. Paham ??"


"Iya, iya aku mengerti" Serunya dengan wajah kesal.


Setelah Bryan berlalu, ia langsung meminta sopir untuk membawanya ke sebuah taman di tengah kota. Sesampainya di taman ia terus berfikir bagaimana agar bisa lolos dari para pengawal ini.

__ADS_1


"emm, maaf pak aku mau ke toilet dulu. Apa bapak bisa tunjukan toiletnya ada dimana ?"


"Di sebelah kanan di pojok taman Nyonya"


"Ah, iya"


"Kalian mau ngapain" ucapnya yang merasa sedari tadi pengawal mengikutinya.


"Tentu saja mengantar Nyonya"


"Huh, apa kalian ingin mengintipku. Mau aku adukan pada bos kalian ha. Lagian ya di sana itu toilet perempuan, pasti akan membuat mereka tidak nyaman nantinya jika melihat kalian di sana"


"Sudah, tenang saja aku tau kalian khawatir aku kabur kan!! Aku tidak akan kabur aku sudah capek jika terus kabur kaburan" Ucapnya menyakinkan para pengawal itu.


"Baiklah Nyonya" Ucapnya dengan terpaksa


"Ah, akhirnya sebentar lagi huh" gumam Calista dalam hati. Setelah beberapa langkah cukup jauh dari penglihatan pengawal itu Calista langsung berlari sekencang kencangnya.


***


Para pengawal mulai gelisah karena nyonya nya tak kunjung keluar dari toilet, akhirnya salah satu dari mereka pergi ke sana dan bertanya dengan salah satu perempuan yang baru keluar dari toilet.

__ADS_1


"Permisi, maaf nona apa di dalam masih ada orang?"


"Sudah tidak ada kok pak, hanya saya sendiri tadi" Ujar gadis itu. Seketika pengawal itu berlari ke rekan rekan nya setelah mengucapkan terimakasih pada perempuan tadi. Dan mereka berpencar mencari nyonya nya, tetapi karena taman nya yang begitu luas dan ramai pengunjung mereka kesulitan mencari hingga salah satu pengawal akhirnya menelpon Bryan.


"Hallo tu an" Ucap Pengawal itu dengan gementaran. pasalnya ia sangat takut jika bos nya itu akan marah ketika mendengar nyonya nya kabur.


"Iya, ada apa. Cepat katakan ?"


"Tuan, nyon ya ka bur tuan" Ucap Pengawal itu dengan terbata, susah payah pengawal itu mengatakan nya. dia sudah gemetaran takut kalau bos nya akan marah.


"APAAA ??


Kok bisa, kalian ini benar benar ceroboh hanya menjaga satu perempuan saja tidak becus. Katakan dimana posisimu ?" Bentak Bryan pada pengawalnya itu.


"Di taman kota tuan" Bryan langsung mematikan telpon dan bergegas menuju lokasi. Untungnya pertemuan dengan klienya sudah selesai lima menit yang lalu, jika tidak ia terpaksa harus menunda nya demi menemukan gadisnya itu.


"Kau rupanya tidak bisa di kasih hati gadis pembangkang, baiklah aku akan segera menemukan mu dan menyeretmu sendiri" geram Bryan dengan mencengkram kuat kemudi nya.


"Aku akan menemukanmu liat saja, seberapa jauh kau bisa berlari dariku gadis pembangkang" gumam Bryan lagi, dengan senyuman menyeringai.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2