Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 16


__ADS_3

🌸🌸🌸


Calista sekarang sudah terlelap masuk ke alam mimpinya setelah Sergio memaksanya untuk berganti pakaian, makan siang yang sudah sore dan beristirahat. Ia meminta bi mia untuk melakukan semua karena jika ia yang melakukanya pasti akan ada singa yang mengamuk. Walau sebenarnya ia sangat senang bisa berada dekat dengan nona nya itu, meskipun tak dapat memilikinya karena ia sadar bahwa gadis itu ialah milik tuanya.


Keesokan paginya..


Bryan sudah rapi bersiap siap untuk berangkat ke kampus. yah, setelah sebulan lebih ia tidak mengajar rasanya sangat rindu. Sebenarnya ia menjadi dosen karena terinspirasi dari sosok alm mamahnya. Bukan keinginanya, ia lebih senang dengan kebebasan tanpa aturan yang mengikatnya. Namun beberapa bulan terakhir ini entah mengapa ia menjadi tak bersemangat. Ia menjadi tak berminat lagi, apalagi ia juga harus menjalankan perusahaan milik papanya yang berada di Kalimatan. Karena ia tak mungkin melimpah kan nya kepada orang lain terus menerus, ini merupakan amanah untuknya yang menjadi pewaris satu satunya di keluarga Damarta. Ia sungguh pusing memikirkan semua ini. Ia ingin melepas jabatan dosenya namun ia sudah 2 tahun ini menjadi dosen di bagian Psikolog, akan sangat di sayangkan jika ia melepasnya begitu saja. Tetapi ia tak mungkin menjalankan tiga pekerjaan sekaligus di mana semuanya juga memerlukan kehadiran nya.


*****


Setelah tugasnya di kampus selesai kini ia memacu mobilnya menuju markas ia ingin melihat bagaimana kondisi anak buah dan markasnya sekarang.


"Selamat siang tuan" sapa hormat dari para anak buahnya dengan membungkuk kan setengah badanya. Setelah Bryan sampai dan masuk ke dalam markas.


"Apa sergio ada di sini ? " tanyanya pada salah satu anak buahnya di markas itu.


"tidak ada tuan" jawab anak buah itu.


"lalu kemana ?"


"kami juga tidak tau tuan, ia pergi sekitar 2 jam yang lalu tuan ?"


"emm begitu ya. Kau kumpulkan semua anak buah kita yang lemah di tempat latihan menembak. Aku ingin melihat perkembangan dari latihan mereka. Jika mereka masih sama bunuh mereka semua"

__ADS_1


"baik tuan"


...


Di kediamaan Bryan..


"Call gimana kondisimu ?" tanya sergio.


"aku masih sedikit pusing sergio. apa aku boleh memanggilmu kak gio ?"


"tentu saja bolehlah call" jawabnya sambil tersenyum.


"kak aku ingin keluar jalan jalan. Aku sangat bosan di rumah ini terus" menunduk dengan wajah sedihnya.


"aku janji tidak akan kabur kak, sebentar saja pliss ya" seru Calista dengan bibirnya yang terlihat pucat.


"bagaimana jika kita di taman belakang saja, apa kau mau ?"


"ya sudah tak apa, kak gio temani aku ya. Jangan pergi"


"iya call, ayo ku bantu berjalan"


"kak apa kau tak ingin menggendongku ? tubuhku lemah loh kak karena aku belum benar benar pulih kak" mengerucutkan bibirnya gemas.

__ADS_1


"emm baiklah, ayo ku gendong di depan saja ya"


"hmm" Calista mengangguk dan tersenyum ia sangat senang bisa bersama sergio yang perhatian dan selalu lembut.


Saat mereka sudah keluar dan menuruni anak tangga, mereka mendengar suara tepukan tangan dari seseorang, lalu mereka berdua menoleh dan seketika sergio terkejut namun tidak dengan Calista, gadis itu nampak santai dan biasa saja malah seolah acuh dengan apa yang di lakukan Bryan, lalu sergio langsung menurunkan Calista dari gendonganya.


"t u an" ucap sergio dengan gemetar ia pikir bosnya itu masih berada di kampus ternyata ia sudah kembal, tanpa memberitahunya.


"bagus sekali kalian, pacaran di rumah ku"


"dan kau, berani nya menggendong kekasihku ha" Bentak Bryan dengan lantang ia sangat emosi matanya menatap tajam pada sergio.


"siapa yang kau bilang kekasihmu ? Aku ?" Haha Ucap Calista sambil menunjuk dirinya sendiri dan tertawa mengejek pada Bryan.


"apa kau sedang berhalusinasi tuan Bryan ? Sejak kapan aku mau menjadi kekasihmu!! Asal kau tau ya, aku hanya mencintai sergio dan mulai sekarang aku dan sergio adalah sepasang kekasih karena kami saling mencintai satu sama lain. jadi kau lebih baik lepaskan aku dan biarkan aku hidup bersama kekasihku. Mudahkan" ucapnya santai. mengabaikan Bryan yang menatapnya tajam dengan mengetatkan rahangnya.


Seketika sergio menegang keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuhnya ia menelan ludahnya kasar ia merasakan hawa panas di sini, mendengarkan ucapan Calista yang mengatakan ia mencintai bahkan menjadi kekasihnya. tak di pungkiri sebenarnya ia sangat senang mendengarnya tetapi situasi nya sekarang sangatlah berbeda"


Thankss readerss😘


.


.

__ADS_1


Sehat selalu kalian😘💚


__ADS_2