Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Extra Part 2


__ADS_3

Setelah puas bermain dengan Baby Keysa, Atta langsung menuju markas. Bryan menitipkan dan menyerahkan kepimpinan dunia gelapnya pada Atta juga sergio namun keduanya tidak ingin menjadi pemimpin karena itu seperti melangkahi mayat tuan nya sendiri. Jadi mereka berdua memutuskan untuk tetap menjalankan markas ini seperti biasa walau tanpa kehadiran Bryan di sana, walau begitu Bryan sesekali masih membantu memberi jalan keluar jika ada permasalahan dalam aliansi mereka yang tidak dapat di selesaikan oleh mereka.


Atta sudah sampai di markas dan di sambut oleh salah satu klien yang akan membeli senjatanya. Atta lalu mempersilakan tuan vergel yang merupakan Klien dari Filipina untuk melihat koleksi senjata mereka yang berada di ujung di lantai dua dari gedung itu.


"Bagaimana tuan vergel, apa anda tertarik ?"Ucap Atta saat sudah selesai melihat koleksi senjata di markas itu namun belum meninggalkan tempat tersebut. Tapi tak di sangka Tuan Vergel malah menyodorkan pistol tepat di jantung Atta, Atta hanya tersenyum kecil ia sudah bisa membaca gelagat mencurigakan dari klien nya ini dan ini bukan yang pertama kali nya. Sudah berpuluh tahun ia menjadi anggota aliansi akan sangat mudah dalam mengenali hal semacam ini.


"hahahahha" Tawa Atta pun pecah, tuan vergel yang melihatnya merasa bingung bukan kah nyawa orang di depan nya ini akan terancam namun mengapa ia malah tertawa. Saat itu juga Atta langsung merebut pistol di tangan tuan vergel dan menembak bahu kanan juga bahu kirinya yang membuat pria itu mengerang kesakitan tanpa peduli sedikit pun atta kembali menembak kaki sebelah kanan tuan vergel hingga pria itu jatuh tersungkur di lantai dan meminta ampun.


Dor


Dor


Dor


"Bukankah ini kejutan yang sangat indah tuan vergel ?" ucap Atta dengan tersenyum smirk.


"Am... ampun tu..an Atta saya hanya bercanda kenapa anda menanggapinya dengan serius" Ucap vergel dengan menahan sakit di berbagai tubuhnya akibat tembakan yang di berikan atta.


"Dalam dunia gelap tidak ada kata bercanda tuan vergel!!" tegas Atta dengan dingin


"Silakan ucapkan selamat tinggal pada dunia tuan vergel yang terhormat" ucap Atta dingin


Dor


Atta menembak tepat mengenai jantung vergel, seketika vergel pun menghembuskan Nafas terakhirnya tanpa sempat mengucapkan sepatah kata pun karena Atta tak memberinya kesempatan untuk menjawabnya. Lalu atta memanggil beberapa anak buahnya untuk menyingkirkan Mayat vergel Dan melemparnya ke kandang singa di markas itu. Setelahnya Atta membersihkan diri Dan mengganti pakaian nya yang ada dalam markas, Karena tadi ia tak sempat bersiap dengan pakaian khusus eksekusi melihat tuan vergel yang sudan menunggu di depan markas.


"Bagaimana apa kalian sudah melemparkan nya di kandang singa itu? "


"Sudah tuan"


"Bagus"

__ADS_1


"Erick kau buat berita di media dengan meninggalnya tuan vergel, aku rasa kau tau apa yang ku inginkan bukan!! jadi aku tak perlu menjelaskan nya lagi?"


"Siap saya mengerti tuan"


"Kalau begitu aku akan istirahat di kamar dulu"


"baik tuan"


Atta berjalan meninggalkan anak buahnya dan bergegas ke dalam kamarnya yang ada di dalam markas. Di markas itu memang di sediakan kamar oleh Bryan, itu semua untuk tempat istirahat para anak buahnya juga di dirinya ketika malas untuk pulang ke rumah.


🍀🍀🍀


Bryan terus menatap lekat wajah polos istrinya yang sedang tertidur pulas di samping Baby keysa, ada rasa bahagia yang menyeruak masuk ke dalam relung hatinya namun juga ada rasa sesak karena penyesalan. Penyesalan dimana dulu ia sangat menyakiti istrinya, membuat batin bahkan fisiknya terluka. Ia merasa menjadi lelaki yang paling bodoh karena telah melukai perempuan sebaik Calista. Ia mengecup kening istrinya berkali kali membuat sang empunya sedikit menggeliat, Bryan tersenyum senang, lalu ia mengambil baby Kesya memindahkanya di box bayi. Dan ia pun ikut merebahkan dirinya di ranjang dan menyusul istrinya masuk ke alam mimpi, tak lama Bryan sudah ikut terlelap bersama istrinya yang sekarang berada di dekapan nya.


.


.


.


Calista mengerjapkan matanya beberapa kali menetralisasikan mata yang masih terserang kantuk. Sebuah tangan kekar memeluk pinggangnya, ia tersenyum menatap wajah tampan suaminya di rabanya wajah sang suami dari dahi memutar hingga dagu lalu mengelus lembut pipinya dan berakhir memegang hidung mancung suaminya. Dan kebiasaan itu sudah berjalan lama semenjak kelahiran Baby keysa, karena sekarang ia tak setakut dulu pada suaminya. Bryan membuka matanya dan tersenyum manis pada bidadari cantik yang juga sedang menatapnya. Keduanya hanyut dalam tatapan yang cukup lama sampai akhirnya Bryan memecah keheningan yang terjadi.


"Morning kesayanganku"


"to my hubby" ucap Calista masih dengan seulas senyum yang menghiasi wajah cantiknya.


"ah istriku ini sangat cantik"


"Aku tau itu, Suamiku juga sangat tampan"


"haha, baiklah ayo kita mandi bersama sepertinya baby keysa belum bangun"

__ADS_1


"hah ?"


"Kenapa? "


"emm gpp"


"Ayok" Ucap Bryan yang langsung menggendong Calista masuk ke dalam kamar mandi.


"Turunin nggak"


"nggak mau"


"Hubby aku kan belum cek kondisi baby keysa"


"baby Keysa baik - baik aja kok"


"iiihhh" kesal Calista sambil memerucutkan bibirnya yang langsung mendapatkan kecupan singkat dari suaminya.


Mereka berdua keluar dari kamar mandi dengan masih memakai jubah mandi, Calista memilihkan kaos dan celana santai ala rumahan untuk suaminya karena hari ini suaminya tidak berangkat bekerja. Setelahnya Calista langsung memilih dan memakai pakaianya dan melihat putri kecilnya yang kini menatap ke arahnya dengan pipi nya yang chubby dan matanya yang bulat membuat siapa pun yang melihatnya begitu gemas.


"Putri mommy sudah bangun ya.


"Pinter banget sih putri mommy, bangun tidur nggak nangis yah" Ucap Calista sambil membawa putrinya dalam gendongan nya lalu membawanya ke dalam kamar mandi.


🍀🍀🍀


"emm harum banget putri daddy ya, udah cantik udah mandi ya sini sama daddy yuk biar mommy mandi dulu sayang.


"uuuch pinter sekali ya putri daddy" ucap Bryan yang selalu memberikan kecupan berkali kali di wajah sang putri membuatnya kegelian hingga tertawa cekikian. Calista yang mendengar suara tawa putrinya ikut tersenyum bahagia. .


...****************...

__ADS_1


Terimakasih buat yang sudah like, komen dan vote nya readerss ♥♥


__ADS_2