Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 05


__ADS_3

Keesokan paginya..


Jam 8 Pagi Calista sudah bangun dan rapi untuk berangkat ke restonya. Hari ini dia masuk pagi kebetulan satu shift dengan Arini. lalu ia berpamitan ada ayahnya. Karena ibunya sudah berangkat ke toko kuenya tadi pagi pagi di karena kan ada pesenan mendadak yang cukup banyak, lumayan sekarang ada Pelanggan baru yang memercayai kue kue dari ibu Calista.


***


Setelah sampai di resto, Calista langsung membantu membersihkan meja dan lainya.


***


Setelah delapan jam berkutat dengan pekerjaanya, kini Calista langsung pulang karena ia dari tadi gelisah memikirkan ayahnya dan meninggalkan Arini terlebih dahulu. setelah nya Calista langsung melihat HP nya yang begitu banyak panggilan masuk dari ibunya. ia pun semakin cemas karena ibunya tidak pernah menelpon sebanyak ini, lalu ia pun menelpon balik ibunya. Panggilan terhubung tapi tidak kunjung di angkat. Saat panggilan ke tiga akhirnya ibunya mengangkat telpon darinya.


"Halo ibu, ada apa ? mengapa banyak panggilan dari ibu ? Apa terjadi sesuatu ? Maaf tadi HP Calista silent dan tadi belum selesai bekerja bu" Cerocos Calista dengan nada khawatir begitu ibu nya langsung mengangkat telpon darinya.


"Iya, hallo calista maaf ibu tadi panik jadi ibu tidak ingat jika jam segitu kamu masih kerja. Tadi ibu di telpon tetangga kita, Katanya ayah pingsan jadi ibu langsung pulang dan menelponmu. Saat ini ibu sudah di rumah sakit nak, di rumah sakit medika. kamu langsung kesini aja ya. Ayah belum sadarkan diri dari tadi" Jawab bu Saskia


"Apa bu" Seru Calista dengan terkejut. bagaimana bisa ayahnya drop lagi sedangkan kemarin ayah masih segar dan baik baik saja itu pikir Calista.


" baiklah bu aku akan kesana sekarang. Ibu tunggu dulu aku di sana. Jangan kemana - mana ya bu" seru nya sambil terburu - buru berjalan ke arah parkiran dan mengembalikan Handphone nya ke dalam tas tapi sebelum itu, Calista bertabrakan dengan seorang pria yang tidak ia kenal. Sehingga Handphone nya terbanting ke tanah.


"Ah, maaf aku tidak sengaja" Kataku sambil menunduk mengambil Handphone nya yang terjatuh.


Dan Pria itu hanya diam saja melihat nya tanpa mau menjawab satu kata pun.

__ADS_1


"Handphoneku. ah untung saja tidak mati. Aku harus segera ke rumah sakit sekarang." Gumamku.


"Sekali lagi maaf ya tuan, saya tidak sengaja" "maaf juga saya harus pergi sekarang, saya sedang terburu buru." Seru nya sambil menundukan wajahnya dan berlalu pergi ke arah motornya tanpa sedikit pun melihat ke wajah pria itu.


***


Dari jarak yang tidak terlalu jauh, di tempat Calista bertabrakan tadi, seorang pria itu diam mematung sambil terus mengamati gerak gerik Calista. lalu ia menarik sedikit sudut bibirnya.


Menarik.. Gumam pria itu dalam hati.


"Aku harus memilikinya" Gumam pria itu lagi. Yang tak lain adalah Bryan Antony.


Setelah menempuh perjalanan 25 menit akhirnya Calista telah sampai di rumah sakit dimana ayahnya di rawat. dia langsung menuju di kamar perawatan sang ayah. Disana ia melihat sang ibu sedang duduk di samping ranjang ayahnya.


"Sayang, Jantung ayah kambuh dan harus di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari ini nak" lirih bu siska dengan raut wajah sedih.


"Ya sudah, ibu pulang saja biar Calista yang jaga disini. Lagian besok Calista masuk siang bu, sebelum berangkat bekerja Calista bisa pulang dan istirahat sebentar . Dan ibu jangan khawatir, pasti ayah akan baik - baik saja" ucapku sambil tersenyum walapun aku sendiri sebenarnya sangat takut jika ayah kenapa napa.


"Tapi nak, ibu tidak ingin kam" ucapan sang ibu terhenti karena melihat tatapan mata putrinya yang tajam seolah memperingati "jangan membantah ibu, Calista tak ingin ibu juga sakit"


"Baiklah, tapi ingat kau harus makan ya. jangan melewatkan makan malam mu nanti. Dan juga tidur ya. jangan sampe nanti kau juga sakit ya sayang" Ucap Bu siska sambil membelai rambut putri semata wayangnya itu.


Mau tak mau bu siska harus pulang karena jika beliau tetap memaksa hanya sia - sia karena anak perempuanya ini pasti akan melarang keras dirinya.

__ADS_1


.


.


.


.


Kediaman Bryan..


🌸🌸🌸


"Ada apa tuan memintaku kesini?" Tanya sergio.


Setelah berada di rumah Bryan tepatnya di ruangan khusus rumah Bryan.


"Aku ada tugas untukmu, carilah informasi mengenai gadis ini." Sambil menyerahkan selembaran foto seorang gadis yang dia ambil gambarnya saat di parkiran resto tadi sore.


Lalu sergio mengambil selembaran foto itu dan mengamatinya.


Selamat membaca. Semoga suka ya💚


mohon dukunganya dengan like,komen dan Vote nya ya readerss😘

__ADS_1


__ADS_2