
WARNING!!!
Bocil di larang mampir
...HAPPY READING...
...πΌπΌπΌ...
Bryan melepas semua pakaian nya kini ia sudah sama polosnya dengan sang istri. Calista terbalak melihat benda pusaka milik suaminya lalu ia melihat ke arah miliknya, Apa muat apa bisa masuk itu pikirnya. Dan saat sang suami akan memasukan miliknya Calista langsung menutup miliknya. Membuat Bryan mengkerutkan keningnya.
"Kenapa di tutupin sayang?"
"Memang akan muat masuk ?" Ujar Calista yang melihat ke arah benda pusaka milik pria itu.
"Muat sayang"
"Tapi..."
"Ayo, jangan di tutupi" Bryan menarik tangan Calista agar tak menutupi miliknya di angkatnya kedua tangan Calista dan di letakan di leher pria itu.
*****
Milik Bryan sudah masuk di bagian ujungnya, dia susah payah untuk masuk lahar istrinya benar benar sempit. Calista terpekik kaget saat merasakan milik Bryan masuk ke dalam miliknya.
"Sayang, nggak bisa kalau di hentikan"
"Nggak bisa sayang"
"Bisa Bray"
"Bisa, aku yakin bisa"
Karena istrinya tak berhenti merengek ia membungkam bibir istrinya memulai dari awal kembali untuk memancing hasrat istrinya. sambil terus mencium Bryan memasukan miliknya membuat Calista merasakan sakit hingga memegangi sprai dengan kuat untuk menahan rasa sakit itu.
πππ
__ADS_1
Di kecupnya wajah sang istri berkali kali, ia pandangi wajah wanita yang sudah menjadi milik seutuhnya. Ia bangga menjadi yang pertama untuk istrinya dan ia juga bangga istrinya menjadi yang pertama yang mengambil keperjakaanya. Di benarkan selimut istrinya dan ikut merebahkan dirinya sambil memeluk tubuh mungil istrinya menenggelamkan wajah sang istri di dada bidangnya.
Keesokan paginya..
Calista menggeliat merasakan sinar matahari yang menerobos masuk ia sontak bangun karena tau ia bangun kesiangan.
"Good morning honey" Ujar Bryan tersenyum menatap sang istri.
"Kamu nggak kerja ? Ini jam berapa ?" bukannya menjawab Bryan, Calista justru mengajukan pertanyaan.
"Ini jam setengah sembilan dan aku ingin seharian ini menemanimu"
"APA? Aku kesiangan awww" ringis gadis itu tak kala akan turun dari ranjang. { eh dah bukan gadis lagi ya kan sekarang udah... }
"Kenapa sayang ?"
"nggak papa"
"Itu mu pasti sakit ?"
"Kamu mandilah dulu aku sudah siapkan air hangat untuk kamu berendam agar mengurangi perih di itu mu. Mau aku bantu berjalan sayang ?"
"Nggak usah aku bisa sendiri" dengan jalan yang tertatih Calista akhirnya sampai di kamar mandi ia melihat bathobe yang sudah terisi dengan air, lalu dengan perlahan ia masuk ke dalam bathobe itu.
*****
Bryan bangun dan menyiapkan pakaian untuk istrinya ia melihat ke arah ranjang terdapat bercak darah ia tersenyum senang karena akhirnya ia bisa memiliki istrinya sepenuhnya dan berharap istrinya cepat hamil agar tak ada kesempatan untuk istrinya kabur kaburan lagi darinya.
.
.
Calista keluar dengan sudah berpakaian lengkap. Lalu mengambil sprai dan akan langsung mencucinya namun di cegah oleh Bryan.
"Mau kamu bawa kemana itu sprainya ?" Tanya Bryan dengan dahi berkerut.
__ADS_1
"Mau aku cuci, kamu nggak kerja kan hari ini jadi aku pakai sebentar ya kamar mandinya untuk mencuci ini"
"Nggak usah, biar bi mia aja yang mencucinya"
"Iih malu dong"
"Ya sudah"
πππ
Tak selang berapa lama Calista keluar dari kamar mandi, sekarang gantian Bryan yang mandi. Di siapkan nya pakaian untuk suaminya lalu ia turun ke bawah untuk membawa sarapannya ke kamar sesuai permintaan suaminya. Tepat saat ia membuka pintu kamar Bryan baru keluar dari kamar mandi dengan hanya handuk sebatas pinggang apalagi saat pria itu memeluknya dari belakang membuat Calista melotot.
"Kamu pakai baju dulu, kebiasaan deh"
"Kan hanya di depanmu aku seperti ini sayang" sambil mengendus leher Calista dan memberi tanda cintanya di sana.
"Bray apa yang kamu lakukan" pekik Calista saat merasakan Bryan menyesap lehernya.
"Memberi tanda cinta untukmu"
"Lepas nggak !!!"
"Kamu kenapa sih masih aja membangkang ku dan bersikap ketus padaku. Apa kamu belum memaafkanku ?"
"Apa menurutmu memaafkanmu hal yang mudah setelah kamu melukai hatiku begitu dalam. Nggak Bray!!"
"Lalu apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku ?"
"Aku sudah pernah mengatakannya kepadamu tempo hari kan"
"Maksud bercerai ? Jika itu, bahkan dalam mimpimu tak akan pernah terjadi!!!"
Bersambung..
...****************...
__ADS_1