
Sesuai perintah tuanya kini Calista sudah berganti pakaian, pakaian yang telah di siapkan Bryan sebelum Calista di bawa kesini olehnya. Dan Pintu Balkon sudah di rantai dan di gembok.
Sekarang tinggalah Calista di dalam kamar sendiri. Yang belum sadar dari pingsanya.
***
Beberapa menit kemudian Calista tersadar bersamaan dengan pintu yang terbuka dari luar. Buru - buru Calista langsung memejamkan mata kembali dan berusaha tenang agar tidak ketahuan kalau sudah bangun dari pingsanya.
Ceklek.
suara pintu terbuka dari luar dan masuk lah Bryan, Sergio dan bi Mia.
"Bi, setelah dia sadar nanti tolong pastikan dia makan siang. Aku tak ingin dia sakit"
"Aku dan Sergio akan keluar dan kembali larut malam. Dan kunci pintu kamar, jaga dan awasi jangan sampai dia kabur, bibi paham kan" ucap Bryan dengan matanya menatap gadis yang tengah berbaring di ranjang itu.
"iya tuan, paham" jawab bi mia
"ah dia akan pergi dan kembali larut malam. Ini bagus aku harus bisa keluar dari sini secepat mungkin" gumam Calista dalam Hati
***
Pukul 12 siang bi Mia masuk ke dalam kamar Calista dan melihat gadis itu duduk sambil melamun.
"Nona sudah bangun ?"
__ADS_1
"Mengapa melamun nona ? apa yang sedang di pikirkan ?" sergah bi Mia
Calista tersentak kaget dengan kehadiran bi Mia yang sudah berdiri di depanya.
"ah, ibu mengapa mengagetkan Calista"
Jawab Calista tanpa menjawab pertanyaan bi Mia
"ibu ?"
"Panggil bibi nona, ayo nona silakan makan siangnya dulu"
"ah iya, bi kemana pria kasar itu ?"
"aku tidak tau nama nya bi" sambil menerima suapan dari bi Mia
"tuan sedang pergi nona, lebih baik nona habis kan makan siangnya dulu. Setelah itu nona istirahat dan jangan coba - coba berfikir untuk kabur ya nona" ucap bi mia memperingati sambil tersenyum.
"eh iya bi" jawab Calista sambil tersenyum kikuk.
"emm bi aku boleh tidak ikut tidur dengan bibi di kamar bibi, biasa nya bibi tidur jam berapa ?"
"maaf nona tidak bisa, nona harus tidur disini sendiri"
"tapi bi, aku takut tidur disini sendirian kalau malam. Ini tempat asing bagiku bi"
__ADS_1
"maaf nona tetap tidak bisa, nantinya nona juga akan terbiasa. Kalau begitu bibi permisi dulu" sambil berjalan keluar kamar dan mengunci pintunya.
"ah padahal kan aku bertanya jam tidur agar bisa kabur dari sini. Memastikan mereka tidur jam berapa agar saat aku kabur tak ada yang tau. Tapi malah bibi tidak menjawabnya" gumamku dalam hati.
"lebih baik aku istirahat sebentar, setelah itu aku harus berfikir untuk bisa kabur dari sini sebelum pria kasar itu kembali ke rumah" gumamku lagi dalam hati
.....
Sore harinya Calista sudah bangun dan ia sudah mandi. Dia berjalan menuju pintu balkon.
"kenapa pintunya di kunci dan di rantai dari luar, kalau begini gimana aku bisa kabur. Aiish menyebalkan" gumamku
Alhasil Calista kembali lagi menuju ke ranjangnya dan dia melihat Tas Slempang miliknya tergelatak di atas nakas dan ia langsung mengobrak ngabrik isi tas untuk mencari Handphonenya. seketika muncul sebuah ide.
"ah, kenapa tidak kepikiran dari tadi ya"
"aku harus segera menghubungi arini dan meminta tolong padanya"
"Banyak sekali panggilan dari ibu dan Arini, aku harus menghubungi ibu baru arini. Semoga aja tidak ketahuan" sambil terus melirik ke arah pintu memastikan tidak ada yang membukanya sebelum ia berhasil menghubungi dua orang kesayanganya itu.
Tut tut
Selamat membaca readerss💚
Semoga suka ya, mohon dukungan dengan like, komen dan Vote nya😘
__ADS_1