Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 31


__ADS_3

🌸🌸🌸


Setelah urusan kampus dan markas selesai kini ia melaju, membelah jalanan kota yang cukup ramai. untuk pulang ke rumah dan bertemu dengan gadis kecilnya.


"Sergio ingat kau langsung pulang, jangan turun satu langkah pun. Paham kau!!" Seru Bryan dengan sorot mata setajam elang mengarah ke Sergio.


"Iya tuan, saya mengerti"


"Bagaimana dengan pemindahan kantor pusat ?"


"Sudah berjalan 70 persen tuan"


"Hmm"


Setelah melewati hampir seharian ini dengan kekacauan yang di buat oleh tikus kecil itu. Kini ia sudah sampai di kediamanya.


"Kemana Nona ?" Tanyanya pada maid yang ia bertegur sapa denganya.


"Nona di kamar tuan"


"Hampir seharian di kamar ?"


"Iya tuan"


Bryan pun langsung berlalu meninggalkan maid itu menuju kamar nya itu. Di lihatnya gadisnya itu sedang duduk di lantai sambil memegang perutnya.


"Kau kenapa ?"


"Hhh, akhirnya kau datang. Kau tau tidak aku dari tadi berteriak tetapi tak ada satu pun yang datang kemari pintunya kau kunci lagi" gerutu gadis itu sambil memanyunkan bibirnya.


"Jelas saja mereka tak mendengar, kamar ku ini kedap suara. Mau kamu berteriak sampai suaramu habis pun mereka tak akan mendengarnya. Memang ada apa, kenapa kau memegang perutmu seperti itu? Kau sakit ? lagi pula kenapa kau tak duduk di sofa atau di ranjang malah di lantai kau bisa beneran sakit nanti!" oceh Bryan


"Hussst kau diamlah, perutku sakit sekali ini. Bisa tidak kau panggilkan maid kesini ?"


"Aku akan memanggilkan dokter saja"


"eh, jangan aku hanya butuh maid. Ini urusan perempuan"

__ADS_1


"Apa hubunganya sakit perut dengan maid ?" tanya Bryan dengan wajahnya yang bingung.


"Iish kau ini. Sudahlah aku tak ingin berdebat denganmu dulu. Perutku ini benaran sakit tauk dan aku membutuhkan sesuatu juga"


"Apa ? Bilang saja padaku"


"Aku sudah bilang kan ini urusan perempuan. Ayolah aku tidak nyaman ini"


"Kau banyak bicara sekali sih ha" Ujar Bryan dengan langsung menggendong Calista ke ranjang kamar itu.


"eh eh, apa yang kau lakukan ?"


"Apa ini, kenapa rok mu berwarna merah seperti ini apa kau habis jatuh ha" Teriak Bryan tepat di depan wajah Calista. Saat ia hendak membaringkan Calista namun ia seperti merasakan tanganya basah saat menyentuh rok Calista. Calista pun lantas berdiri dan hendak keluar kamar untuk menemui maid di kamar belakang.


"Kau itu tidak paham, aku tidak jatuh"


"Tunggu"


"Apalagi!! seru Calista kesal dan menepis tangan Bryan yang mencekal pergelangan tanganya.


"ini namanya kedatangan tamu"


"Kedatangan tamu ?" Ulang Bryan dengan dahi mengkerut.


"memang ada yang berani datang ke rumah ini untuk menemui mu ha!!!"


"astaga, dia ini pintar tetapi kenapa bodoh juga ya" gumam Calista sambil menepuk keningnya sendiri.


"Maksudku itu, ini adalah Haid. Jangan bilang jika kau tak mengerti itu juga"


"Tidak, memangnya itu apa?"


"Oh astaga. Aku akan menjelaskan, tapi biarkan aku menemui maid dan mandi dulu. Hanya sebentar saja aku tidak akan kabur"


"ya buruan lah Atau kau mau mandi bareng bersamaku. Aku juga belum mandi" Ujar Bryan sambil mengedipkan matanya sebelah kanan.


"iiish kau mesum sekali. Menyebalkan"

__ADS_1


"Hahahh. Kau lucu sekali jika sedang cemberut seperti itu hei. Hahaha" tawa Bryan.


*****


Setelah membersihkan diri dan menemukan benda keramat untuk perempuan yang kedatangan tamu tiap bulan. Ia membaringkan diri di ranjang. Kebetulan pria itu tidak ada di dalam kamar entahlah ia tidak peduli. Yang penting ia tidak mengganggunya. Namun baru beberapa menit ia bergumam pria itu sudah masuk ke dalam kamar.


Brakkk ( Suara Pintu di Buka dengan kasar ) siapa lagi kalau bukan si tuan rumah😂


"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi"


"Kau mandi dulu saja"


"Tapi aku ingin tau sekarang"


" Itu privasi perempuan. Jika kau bener ingin tau kau cari saja di mbah google"


"Memang ada ?"


"Iya ada. Oh iya aku ingin cemilan, apa aku boleh keluar menonton tv di ruang televisi gitu ?"


"Asal kau tidak kabur itu tidak masalah"


"Kau lucu ya, bagaimana aku bisa kabur jika semua akses kau beri pengawal"


"ah iya juga, ya sudah keluarlah. Aku ingin mencari tahu tentang yang kau maksud tadi"


"Hmm, asiik dan satu lagi apa aku boleh berbelanja ? Berbelanja kebutuhanku"


"Hmm kalau itu nanti ku antar"


"Baiklah"


"Nah jadi gadis yang penurut seperti itu, kau juga jadi semakin cantik kan"


Yang di puji tersenyum dengan wajah yang sudah merona seperti tomat.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2