Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 45


__ADS_3

...HAPPY READING...


...🌸🌸🌸...


Bryan berjalan menuju kamarnya di lihatnya perempuan yang sekarang menjadi istrinya sedang tidur dengan selimut menutup seluruh tubuhnya hingga kepala nya pun ikut tertutup, ia mendekat dan membuka selimut itu ia bernafas lega ia kira gadis itu kabur dan menggantikan guling sebagai gantinya.


.


.


.


Setelahnya ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah 30 menit ia selesai dan menuju ranjang, menaikinya dan tidur sambil memeluk gadisnya itu. Di hirup aroma istrinya itu dalam dalam membuat ia merasakan ketenangan. Merasa ada yang memeluknya Calista sedikit menggeliat dan membuka matanya, di lihatnya pria yang sudah menjadi suaminya itu. Lalu ia memejamkan matanya kembali karena kantuknya yang masih mendera.


πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


Keesokan paginya...


Hari ini adalah pernikahan Arini dan Arya, Calista sudah meminta ijin Bryan dan di ijinkan dengan syarat harus membawa satu pengawal dan sopir kali ini Bryan memerintahkan pengawal wanita untuk menemani gadisnya itu pergi ke pesta sahabatnya, karena ia ada kunjungan proyek pembangunan mall bersama para investor lainya hari ini jadi ia tak bisa menemani istrinya itu pergi.


*****


Eksekusi Lio akan berakhir pada hari ini dan Atta langsung yang akan melakukan nya. Di ikatnya Lio di sebuah tiang. Atta mendekat seraya memegang pisau kesayanganya. Ia menatap Lio dengan tatapan mengejek lalu ia menjulurkan pisau itu dari atas rambut Lio hingga ke perutnya, ia tersenyum menyeramkan. Lio yang melihat itu nyalinya menciut yang kemarin ia berteriak bahkan memberi tatapan tajam sekarang tak berani bahkan hanya untuk menatap wajah Atta. Ternyata jika di lihat dari dekat Atta lebih menakutkan itu pikirnya. Suara Lio seolah tercekat, ia tak bisa mengucapkan satu kata pun.


"Apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku?" Tanya Atta dengan senyuman sinis.


Lio menggeleng, ia sudah pasrah jika ia akan mati hari ini. Karena rumor yang pernah di dengar dulu dari asisten nya jika sudah berada di tangan Bryan maka jangan berharap ia akan tetap hidup karena Bryan bukan tipe orang yang pemaaf.


"Apa kau sudah siap menemui ajalmu ?" Seru Atta dengan seringai di wajahnya.


.

__ADS_1


.


Atta menyentuh luka Lio yang kemarin di dapatinya dari tali yang menyayat kulitnya. Luka yang belum sepenuhnya kering kini di cabik menggunakan pisau tumpul. Tidak hanya satu saja tetapi Atta juga mencabik luka luka lain di tubuh Lio yang mulai mengering. Seketika suara teriakan Lio menggema di ruangan eksekusi. Tubuhnya benar benar terasa lemas, ia tak sanggup lagi jika harus membuka matanya.


tak sampai di situ Atta juga menjepit jemari Lio menggunakan jepitan tikus. Sampai jemari nya memerah, karena kesakitan.


"Akkkkkkkhhhhhhhh"


Atta meninggalkan Lio yang sudah tak bernyawa dan meminta anak buahnya untuk mengirim jasad Lio ke kediaman keluarganya dengam sebuah surat bertulisan "JANGAN PERNAH MENCOBA UNTUK MENANTANG KAMI, JIKA TAK INGIN BERNASIB SEPERTI AYAH DAN ANAK INI!!!"


Begitulah tulisan dalam surat itu, anak buah Bryan langsung mengirimkan ke kediaman Lio dan mengetuk pintu rumah itu.


"Siapa sih, mengganggu saja baru juga maskeran" gerutu gadis itu yang tak lain adik sepupu Lio. Saat membuka pintu ia terkejut dan berteriak melihat jasad sepupu nya yang bersimbah darah dengan sebuah surat. Ibu dan tantenya yang mendengar teriakan seseorang menghampirinya dan mereka tak kalah terkejut nya. Ibu Lio langsung pingsan, ia tak menyangka putra tunggal nya harus mengalami hal yang sama dengan ayahnya.


***

__ADS_1


Adik sepupu Lio mengambil surat itu dan membacanya lalu di serahkan pada ibunya yang masih memegangi ibu Lio yang pingsan. Adik sepupu Lio langsung menelpon ayah dan saudara lainya untuk segera datang ke rumah dan memakamkan Lio dengan layak.


...****************...


__ADS_2