
Bryan memeluk Calista dari belakang melingkarkan kedua tangan nya di perut sang istri dan meletakan dagunya di bahu itu sambil mengendus leher istrinya menghirup aroma khas yang sudah menjadi candu untuknya.
"Hubby geli ih
"iih hubby, aku lagi minumin dedek" kesal Calista.
"nggak papa lah sayang, kan nggak ganggu"
"nggak ganggu gimana, kalau kamu seperti ini" ucap Calista dengan suara yang pelan karena takut membuat putri kecilnya terusik.
"Hubby" kesal Calista dengan suara yang pelan.
Cup cup cup cup
Bryan mencium pipi gembul putrinya berulang kali, membuat putrinya cekikilan karena merasa geli.
"Bawel banget sih, ya sudah aku mandi dulu"
"Hmm iya"
🍀🍀🍀🍀
15 menit berlalu Bryan sudah keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya, rambut basahnya yang menetes berjatuhan di bahu dan dada bidangnya di tambah perutnya yang berotot membuatnya terlihat seksi. Calista baru saja meletakan putri kecilnya di box bayinya, ia mengikat asal rambutnya tanpa melihat ke arah depan alhasil ia bertabrakan dengan Bryan yang akan mengambil pakaian di walk in closet. Dengan cepat Bryan meraih tubuh mungil istrinya agar tidak terjatuh setelah bertabrakan dengan nya.
"Aww" jerit Calista saat akan terjatuh ke lantai. Untung saja suaranya tidak mengganggu tidur putri kecilnya.
"Makanya sayang, kalau jalan itu lihat ke depan"
"iish kayak kamunya nggak aja"
"Sayang, apa kita nggak berniat untuk membuatkan adik untuk Keysa ?" goda Bryan sembari tersenyum menyeringai.
"Hubby bahkan Keysa baru berusia 6 bulan"
"Iya tidak apa apa dong sayang"
"No" Tegas Calista. dengan langsung melenggang pergi menuju tempat ternyaman nya apalagi kalau bukan tempat tidur wk.
"Sayang aku ini hanya bercanda" Ucap Bryan sembari mengikuti langkah istrinya dan mencubit gemas pipi istrinya yang terlihat berisi.
"Iiih jangan di cubit dong hubby, nanti lebar jadi jelek"
"Mau kamu seperti apapun itu aku akan tetap mencintaimu sayang"
"Gombal " Ucap Calista dengan mendengus kesal.
"Memang pernah aku berpaling dari istriku yang cantik ini, hmm?"
"Sudah aku mau istirahat dulu"
"jangan sampai ketiduran lho, sebentar lagi makan malam sayang"
"Iya hubbyku tersayang"
.
__ADS_1
.
Keesokan paginya di hari minggu..
Calista duduk di taman belakang dengan Kesya yang berada pangkuan nya, sedangkan Bryan saat ini tengah berolahraga di ruangan khusus olahraga di rumah nya. Walaupun sudah memiliki anak ia tetap tak meninggalkan rutinitas olahraga di setiap hari libur kerjanya, selain menjaga tubuhnya ia juga memastikan kesehatan nya baik baik saja. Terkadang ia juga mengajak sang istri untuk ikut olahraga ringan saat putri kecilnya sedang tidur atau bersama bi Mia. ia juga membatasi berbagai makanan untuk istrinya yang di rasa aneh seperti seblak, cilor dan lain nya yang mungkin saja bisa berbahaya jika di konsumsi setiap hari.
Setelah selesai dengan aktivitas olahraga nya Bryan menyusul sang istri namun saat sudah di tengah perjalanan ia melihat sang istri yang akan masuk ke dalam rumah. Ia pun mengurungkan niatnya dan menunggu istrinya di dalam kamar saja.
Bryan mendudukan dirinya di sofa kamarnya sambil memainkan ponse nya, l sembari menunggu istri kecilnya masuk. tak berselang lama Calista masuk dan langsung meletakan Keysa di dalam box bayi nya dengan boneka kesayangan keysa lalu Calista menghampiri Bryan dan duduk di sampingnya.
Hening
Hening
"Kamu tau nggak Atta itu yang paling berani dari anak buahku lain nya sayang ??" Ucap Bryan memecah keheningan yang terjadi karena istri kecilnya malah memejamkan mata terlihat ia begitu kelelahan bagaimana tidak keysa putri kecilnya sudah terbangun dari jam 3 pagi hingga di jam 8 sekarang bahkan keysa belum tidur juga, jadi jam istirahat Calista juga berkurang. Bryan sebenarnya tidak tega, ia pernah menawarkan pada istrinya untuk mempekerjakan baby sitter agar saat pagi sampai sore putrinya bersama baby sitter dan malam nya baru bersama istrinya agar sang istri bisa beristirahat di siang hari namun langsung di tolak dengan tegas oleh istrinya, ia bersikeras untuk merawat dan membesarkan putrinya tanpa bantuan baby sitter karena ia ingin memastikan tumbuh kembang anak - anak nya sendiri itulah pikir Calista.
"Karena dia yang paling lama denganmu kan" Ucap Calista dengan mata yang masih terpejam.
"Kamu tau dari mana ?" Ujar Bryan langsung menoleh ke arah istrinya melihatnya dengan intens.
"Saat aku ke markasmu kala itu yang menjemputku Atta dan aku bertanya padanya"
"hmm, tapi bukan karena dia paling lama sayang, dari awal dia menjadi anak buahku dia memang yang terlihat lebih berani itu mengapa aku menjadikan ia asistenku di dalam dunia gelap"
Obrolan mereka terhenti ketika terdengar suara ketukan pintu, Lalu Bryan beranjak dan membuka kan pintu terlihat bi Mia berdiri sambil menundukkan kepala karena sudah mengganggu tuan dan nyonya nya beristirahat.
Tok tok tok
"Ada apa bi ?"
"Atta ?" ulang Bryan lagi memastikan apa yang di dengarnya tidak salah.
"Iya tuan"
"Hmm pasti mau ketemu keysa lagi. Atta sendirian bi? "
"Iya hanya tuan Atta sendirian tuan"
"Ya sudah bilang padanya nanti aku akan menemuinya bi"
"Baik tuan, saya permisi dulu"
"Iya bi"
🍀🍀🍀🍀🍀
"Ada apa kamu kesini ?" Ujar Bryan membuat Atta yang sedang bermain Handphone langsung menoleh dan sigap berdiri.
"Biasa tuan, aku ingin bertemu dengan non Keysa tuan" Ucap Atta dengan menyengir memperlihatkan sederatan gigi putihnya.
"ck" Bryan berdecak kesal. Atta memang sangat sering datang ke rumahnya untuk menemui putrinya, biasanya ia akan datang bersama sergio setiap weekend. Namun saat ini Sergio sedang di tugaskan ke luar negeri oleh Bryan untuk bertemu salah satu klien nya. Maka dari itu kali ini hanya terlihat Atta sendirian yang datang.
"Kau buatlah sendiri, jangan menggangguku terus"
"ckk" kesal Atta dengan perkataan tuan nya yang selalu di dengar setiap ia ingin bermain dengan keysa putri dari tuan nya ini.
__ADS_1
Kini giliran Atta yang mendengus sebal, selalu saja jawaban itu yang di dapat setiap ingin bertemu dengan putri kecilnya. Ya sejak Calista melahirkan kala itu yang bertugas berjaga secara langsung adalah atta, jadi ia juga ikut sigap dalam menenangkan putri kecil itu dan menganggapnya seperti anaknya sendiri.
"Dia putriku tuan"
"Jangan sembarangan kamu bicara, jelas dia putriku"
"Aku juga ikut menjaganya tuan"
"Lalu apa istriku juga istrimu ?"
"Iya, eh maksudnya kalau itu bukan tuan.
"Nyonya hanya untuk tuan"
"Terserah kau sajalah Atta"
Atta hanya menanggapi dengan expresi wajah yang biasa datar, tanpa sedikit pun senyum. Sampai seorang wanita terlihat menuruni anak tangga sambil menggendong baby Keysa, yang langsung membuat kedua pria itu menoleh dan mendapatkan senyuman dari sang ratu pemilik rumah tersebut. terlihat sekali jika kedua pria itu terlibat perdebatan dan pemandangan itu sudah biasa ia lihat. Ia tak masalah jika atta atau teman suaminya yang lain main ke rumah dan melihat baby K tapi Bryan selalu saja melarang dan terlihat kesal.
"Kenapa turun sayang ?"
"Apa aku harus di kamar terus, nggak kan ?"
"ck" decak Bryan lagi.
"Atta apa kau mau menggendong baby Keysa ?"
"Iya nyonya"
"Sayang..."
"Hubby" potong Calista saat Bryan akan berbicara dengan meletakan jari telunjuknya di bibir Bryan saat ia sudah sampai di depan kedua pria itu. Bryan bukan tidak suka jika Keysa di gendong oleh Atta atau teman lainya ia hanya khawatir mereka akan melukai atau tak sengaja menjatuhkan putrinya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada putri kecilnya, buah hati dan malaikat dalam menyelamatkan pernikahan ia dan istrinya.
"Atta jaga baik baik keysa jangan sampai terluka sedikit pun, kau mengerti ?"
"Tuan tenang saja, pasti aku akan menjaganya dengan baik keysa kan sudah ku anggap putriku sendiri tuan"
"Hmm" Bryan hanya berdehem.
🍀🍀🍀🍀
"Sayang aku bukan tidak mengizinkan Atta, aku hanya khawatir Baby Kesya jatuh atau apalah itu" Ucap Bryan saat Calista menariknya masuk ke dalam kamar membiarkan Atta seorang diri yang menjaga putrinya di ruang keluarga.
"Kenapa kamu selalu berlebihan hubby, kamu bisa melihatnya bukan selama ini Atta juga sergio menjaga Baby kesya dengan baik" Ujar Calista lembut dengan mengusap pelan lengan suami nya.
"huffft, iya memang harusnya aku percaya karena mereka selama ini sangat baik dalam menjaga putri kita tapi---"
"Sudah sudah lebih baik sekarang kamu minum teh dulu, tadi aku meminta bibi untuk membuatkan teh hijau untukmu"
"terimakasih sayang, kamu selalu menenangkan emosiku" Ucap Bryan lembut dengan memeluk tubuh mungil istrinya. Meskipun pipi istrinya terlihat chubby dan berisi namun tubuhnya tetaplah sama sebelum hamil dan sesudah melahirkan padahal Bryan selalu memastikan makanan bergizi untuk istrinya bahkan porsi makan istrinya bertambah semenjak menyusui meskipun tak banyak. Lalu ia mengecup pelan dan lama kening istrinya kebiasaan yang selalu ia lakukan semenjak tau kehamilan istrinya.
"Sama - sama hubby itu sudah menjadi tugasku" Ucapnya dengan senyum yang mengembang. Meskipun berat di awal pertemuan mereka namun sekarang Calista sudah memaafkan dan melupakan semua perlakuan Bryan yang kasar dulu karena kini Bryan sudah menggantinya dengan banyak kebahagian terutama dengan hadirnya malaikat kecil mereka. Semakin membuatnya yakin untuk menerima dan mempertahankan pernikahan ini.
...****************...
Terimakasih buat yang udah like, komen dan vote novel aku ♥♥
__ADS_1