Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 14


__ADS_3

🌸🌸🌸


Dan tak berselang lama Calista sudah rapi. Ia melihat Bryan yang berdiri di Balkon kamar ini. Ia bingung harus melakukan apa, karena pasti tidak akan di izinkan pria itu untuk keluar dari kamarnya ini.


"Kau sudah selesai ?" tanya Bryan yang sudah berdiri di depan gadis itu.


"Ya" singkat jelas dan padat ya readerss wkwkk


"kau berani menjawabku dengan singkat seperti itu!" serunya sambil menatap tajam gadis di depanya itu.


Calista hanya memutar bola matanya jengah.. Jika ia menjawab pasti akan salah jadi ia lebih memilih diam saja. Ia tak tau bahwa saat ini ia sudah membangunkan singa yang sedang tidur.


" akhhh " ucap Calista meringis menahan sakit saat tangan Bryan menarik kasar rambutnya.


" ya ampun pria ini benar benar temperamen, aku baru berbicara singkat sesuai yang di inginkan nya tadi saat mengatai aku cerewet dan sekali tak menjawab perkataanya saja . Ia langsung menarik rambutku" gumam calista kesal dalam hati.


"Apa sakit ? maka bicaralah aku tidak suka di acuhkan. Paham tidak ? " Ucap nya dengan melepaskan tanganya dari rambut Calista.


"iya maaf. Aku hanya sedang lelah dan tak ingin bicara dulu. Jadi apa kau bisa keluar dari kamar ini sekarang!! " seru Calista tanpa melihat ke arah pria itu.


"kau mengusirku ? Ini bahkan kamar ku, seenaknya saja kau main mengusirku "


" ya sudah biar aku saja yang keluar, aku sedang ingin sendirian dulu " ucap Calista berlalu meninggalkan Bryan menuju ke arah pintu kamar. Saat sudah menyentuh Handel pintu ternyata pintunya di kunci dari dalam. Ia baru tersadar bahwa pria itu tak akan mengizinkanya keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"bisa aku minta tolong berikan kuncinya. Aku janji tidak akan kabur. Tapi biarkan aku berada di kamar yang kemarin ku tempatin. Aku tak ingin tidur satu ranjang denganmu. Tidak baik seorang perempuan dan pria dewasa yang belum menikah berduaan di dalam kamar" seru Calista panjang lebar berharap Bryan mengerti dan mengizinkanya berada di kamar saat pertama ia masuk di rumah ini.


"tidak akan!! karena mulai sekarang kau kan tidur di sini bersamaku. Dan aku tak peduli dengan perkataanmu. Jadi lebih baik kau diam atau kau tidur saja. Tidak usah banyak bicara" seru Bryan tanpa ingin di bantah.


" huuufffttt" helaan panjang Calista. Memang percuma jika bicara dengan pria itu. Pikir Calista. Alhasil dia duduk di sofa kamar itu dan membaca buku di sana. tanpa ia sadari, sedari tadi Bryan mengamati gadis itu. Entah mengapa ia bisa merasa nyaman dengan seorang perempuan dan ingin memiliki gadis itu. ia pun menarik sedikit sudut bibirnya. sangat tipis sampai tak seorang pun bisa melihatnya bahwa saat ini ia tengah tersenyum.


***


2 jam kemudian


Calista sudah membaca buku selama dua jam ini, ia sangat bosan dan mengantuk padahal ini baru jam sepuluh pagi. Lalu ia melirik ke arah ranjang dimana Bryan berada, ia tengah fokus menatap laptop nya entah apa yang sedang di kerjakanya.


Lalu Calista menghampiri Bryan, bermaksud mengintip apa yang sedang di lihat dan di kerjakan oleh pria itu. Bryan yang menyadari Calista sudah di sampingnya pun bertanya.


"kau sedang mengerjakan apa itu ? "


"bukan apa apa " jawab Bryan sambil menutup Laptopnya dan meletakannya di nakas deket ranjang. Lalu menoleh ke arah Calista.


"kau bosan ?" tanya Bryan.


"ya, kau tega tidak mengizikan ku keluar kamar " seruku sambil mengerucutkan bibirnya gemas.


"kalau begitu pijatlah kaki ku, agar kau tak bosan " ucap Bryan santai bermaksud mengerjai gadisnya ini.

__ADS_1


"Ha, apa kau pikir aku ini tukang pijat apa!! Lagian kau kan orang kaya, panggil saja tukang pijat pasti bukan masalah kan untukmu "


"tetapi aku hanya ingin kau yang memijat kaki ku " ucap nya sambil tersenyum menyeringai.


"aku tidur sajalah, lagian percuma jika bicara denganmu " ucapku dengan ketus. Lalu membaringkan tubuhnya di ranjang dan menyelimuti dirinya.


"baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu"


"eh eh, jika kau ingin tidur jangan disini keluarlah !! "


"kau berani mengusirku" menatap tajam ke arah Calista.


"huffft, kalau begitu aku akan tidur di sofa sajalah "


"kau berani melangkah kan satu kaki, akan ku kurung kau di kamar mandi"


"kenapa kau selalu saja mengancam sih" gerutuku sebal dengan pria di sampingnya ini. Tapi ia tak peduli ia tetap melangkah ke arah sofa, dari pada harus tidur dengan pria itu.


Selamat membaca readerss💚


Mohon dukungan nya dengan like, komen dan Vote nya ya readerss😘


Terimakasih readerss🙏😘

__ADS_1


__ADS_2