Mama Superku

Mama Superku
Kamu Siapa?


__ADS_3

"Siapa tuan atau boss yang anda maksud? Panggilakan sekarang! ujar Aletha geram.


"Nyonya jangan begitu kepada tuan. Tuan akan marah bila mendengar nyonya mengucapkan kata seperti itu. Dia adalah orang yang patut dihormati dan dihargai." jelas Sandy.


Mereka masih menunggui Aletha sampai masuk ke dalam ruangan itu.


"Aku nggak perduli. Segera panggil dia keluar agar aku dan anakku juga pergi dari sini!" tukas Aletha kesal.


"Maaf, nyonya. Kami hanya mendengarkan perintah tuan. Hanya tuan yang berhak memerintahkan kami." tukas Radot.


Kalau bukan karena anakku, maka aku tidak akan sudi menginjak rumah orang yang tidak aku kenal sama sekali. Tapi aku harus tetap sabar. Aku harus tetap kuat demi Eril. Aku yakin bahwa aku bisa. Aletha menguatkan dirinya sendiri.


Radot dan Sandy bekerja sama agar Aletha segera masuk ke dalam ruangan itu. Dan kini pintu itu terbuka lebar, Aletha pun sudah berdiri tegap di muka pintu itu.


"Bagaimana kabarmu Aletha Indira?" sapa seorang lelaki kepada tamu yang masuk.


Bagaimana dia bisa tau nama lengkapku? Siapa dia sebenarnya? Batin Aletha.


Lelaki itu belum melihat wajah Aletha, namun dia bisa tau bahwa seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu adalah Aletha Indira.


"Kamu siapa?" teriak Aletha kesal.


"Kamu sudah melupakan aku? Tak ingatkah kamu dengan diriku?" tanya lelaki itu.


Lelaki itu masih belum memandang Aletha.


"Kalau kamu memang laki-laki, tunjukkan siapa dirimu! Nggak usah bersembunyi di sana!" unar Aletha.


"Kamu yakin nggak akan terkejut melihatku?" tanya lelaki itu lagi.


"Tidak. Tidak ada hal yang membuatku terkejut. Kamu itu manusia sama seperti pengawalmu yang ada di rumah ini." ujar Aletha.


Bagaimana kabarmu sayang? Aku sangat merindukanmu. Apakah kamu baik-baik saja? batin lelaki itu.


Lelaki itu kemudian memutar kursinya dan kini ia menatap tepat bola mata Aletha. Pandangan mereka beradu bahkan tak berkedip sedikit pun.


"Kamu, kamu siapa?" ujar Aletha bingung.


Mas Bilson? Kenapa kenapa bisa ada di sini? Kenapa? Wajahnya sangat mirip dengan mas Bilson. Ada apa sebenarnya? Batin Aletha.


"Kamu sudah lupa kepadaku?" tanya lelaki itu.


"Aku nggak kenal dengan kamu." ucap Aletha.


Sepertinya aku pernah dengar suaranya, tapi dimana ya? tanya Aletha dalam hati.

__ADS_1


"Kamu jahat banget ya sampai hati melupakan aku. Padahal aku masih mencintai kamu. Sangat. Bahkan sampai saat ini aku masih mencintai kamu" ucap lelaki itu lagi.


Lelaki itu menatap tajam kepada Aletha. Ia melihat di dalam mata Aletha ada secercah kepedihan.


Tapi kamu lebih memilih dia dari pada aku waktu itu. Aku tersiksa Dira. Sekarang aku melihat mata sendumu, sungguh aku nggak kuat. Batin lelaki itu.


"Maaf saya tidak mengerti maksud anda " ucap Aletha datar.


"Kamu yakin nggak kenal wajah ini?" tanya lelaki itu.


Kenapa wajah mas Bilson ada dalam dirinya? Batin Aletha.


"Itu, itu wajah suami saya." ucap Aletha gugup.


"Lalu mengapa kamu tak menyambut suami kamu ini?" tanya lelaki itu.


"Kamu, kamu bukan suami aku. Kamu bukan mas ...


" ucap Aletha gemetaran.


Ia memautkan jemari tangannya dengan erat.


"Kamu kenapa sayang? Apa yang terjadi padamu?"


"Minggir! Jangan sentuh aku!" ujar Aletha marah sambil menepis tangan besar lelaki itu.


Lelaki itu menghentikan aksinya.


"Apa kamu sudah lupa kenangan kita yang dulu? Aku nggak bisa melupakannya sayang.. Aku...." gumam lelaki itu lirih.


Aletha mencoba untuk menghindar dan bermaksud untuk kabur. Tapi gagal karena semua pintu terkunci dan tangannya pun keburu ditarik oleh lelaki itu.


"Jangan pergi dong, sayang. Di sini aja bersamaku. Aku masih rindu sama kamu." ujar lelaki itu.


"Dan ini juga kan rumah kamu. Rumah ini adalah istana impian kita, sayang." ucap lelaki itu lembut.


Aletha semakin bingung. Di satu sisi hatinya sungguh tak tenang karena baby Eril tiada bersamanya saat ini. Jauh dari si buah hati membuat dirinya merasa kehilangan.


Di sisi lain ia sedang kebingungan melihat seseorang yang wajahnya sangat mirip dengan Bilson.


"Aku mau ketemu anakku. Bawa aku ketemu anakku sekarang!" bentak Aletha.


"Kamu tenang aja, sayang. Dia akan aman bersama suruhanku. Nggak akan terjadi apa-apa dengannya. Bahkan seluruh penghuni rumah ini tidak punya hak untuk memarahinya." ujar lelaki itu mencoba membujuk Aletha.


"Saya bilang ketemu ya ketemu. Saya tak ingin lama-lama di sini!" jerit Aletha.

__ADS_1


"Tunggu sebentar!" ucap lelaki itu saat Aletha hendak melangkah ke pintu.


"Kamu ingin tau kan aku siapa? Baiklah, tunggu sebentar! Aku akan membuatmu mengingatku." tukasnya lagi.


Aletha mematung sembari menunggu apa yang akan dilakukan oleh lelaki yang menjelma sebagai Bilson itu.


"Kamu ke sini sekarang! Kalau tidak orang yang kamu cintai dan sayangi tidak akan kembali bersamamu!" ucap lelaki itu mengancam seseorang lewat panggilan ponselnya.


Lalu mematikannya dengan kasar. Aletha semakin heran dengan tingkah lelaki itu.


"Kamu tunggu di sini. Aku akan memerintahkan anak buahku agar membawa seseorang ke sini untuk menjemputmu. Kami ingin pulang kan?"


Aletha mengangguk.


"Bersabarlah! Seseorang akan menjemputmu. Tapi kalau kamu tidak dijemput, maka bersiaplah untuk tinggal di sini bersama denganku, kekasih hatimu yang begitu merindukanmu!" tukas lelaki itu.


"Atau kalau kamu ingin pulang sekarang, silakan! Tapi anakmu tidak akan ikut bersamamu." ujarnya lagi.


Dasar lelaki gila. Umpat Aletha dalam batinnya.


Tidak, aku tidak akan pergi dari sini tanpa anakku. Apapun akan aku lakukan agar kami bebas dari sini. Apapun itu. Batin Aletha.


"Duduklah! Sembari kita menunggu orang itu datang, kita bernostalgia. Mengingat bagaimana dulu kisah kita sebelum dia mengambilmu dari aku...." lirihnya.


Apa maksud lelaki ini? Siapa dia sebenarnya? Kisah yang bagaimana maksudnya? Pertanyaan-pertanyaan itu menari-nari dalam pikiran Aletha.


Ia mencoba mengingat-ingat tentang masa lalunya, tapi semuanya nihil.


"Kamu ingat dulu bagaimana aku menjagamu. Tapi Renata Aruan memisahkanmu dari aku. Dan kamu tidak memperdulikannya sama sekali. Kamu menerima semua apa yang dia perbuat tentang hubungan kita. Apa salahku padamu? Apa?" bentak lelaki itu.


Renata Aruan? Bukankah itu nama mama? Ada apa dengan mama? Apa yang terjadi sebenarnya? Tanya Aletha dalam hati.


Kepalanya terasa pusing. Ia mencengkeram kepalanya dengan kedua tangannya hingga rambut panjangnya ikut tertarik.


"Aaaaaaaaaaaa! Aku tidak mengenalmu! Hentikan semua uacapanmu! Berani-beraninya kau menyebut nama ibuku!" jerit Aletha


Pipinya kini merah karena marah.


Lelaki itu mendekat kepadanya, lalu memeluknya dengan sangat erat dan penuh kasih sayang.


Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu menjadi seperti ini sayang? Kenapa kau melupakanku? Batinnya.


"Lepaskan aku! Aku tidak mengenalmu. Lepaskan!" ujar Aletha sambir meronta dari pelukan si lelaki itu.


Lelaki itu tidak menjawab. Ia tetap mengeratkan pelukannya. Mencoba menenangkan hati Aletha.

__ADS_1


__ADS_2