
Dena masuk ke ruangan Aletha. Dilihatnya Rimba sudah ada di sana. Sedang diam menunggu Dena.
"Ada apa, nona? tanya Rimba mendekat dan menubdukkan kepalanya.
"Kamu kemana saja? Kamu kan tau hari ini Aletha pulang.
"Maaf, nona. Tadi saya ada urusan denga keluarga saya." ucap Rimba tunduk dan menyesal.
"Ya sudah, lain kali tolong beritahu saya." ucap Dena.
Aletha terbangun karena mendengar ada yang ribut di ruangannya.
"Ada apa,De?" tanyanya.
"Nggak apa-apa. Nggak ada masalah kok. Maaf ya kami sudah mengganggu tidurmu.
Aletha hanya diam tak memberi respon. Ia mengusap matanya yang masih mengantuk. Ia menarik kedua tangannya ke atas. Selama di rumah sakit tidurnya sangat sukses. Mungkin karena efek obat atau karena tidak ada gangguan sama sekali.
"Sekarang kamu bereskan semuanya. Saya ke ruang administrasi dulu mengurus kepulangan Aletha." kata Dena.
"Baik, nona." jawab Rimba singkat. Ia langsung melakukan rugasnya sesuai perinta. Sementara Dena langsung ke luar dari ruangan itu dan menutup pintunya kembali.
Tinggallah Aletha, baby Eril dan Rimba diruangan itu.
Aletha terus memperhatikan Rimba membereskan barang-barang Aletha. Ada rasa haru dan geli di dalam hatinya karena perbuatan Rimba. Iya, Rimba memang laki-laki. Tapi dia mau membereskan barang-barang wanita ya khususnya wanita yang baru melahirkan seperti Aletha. Aletha menutup matanya berpura-pura tidur. Takut ketahuan ileh Rimba.
Ia kembali tersadar dengan suaminya. Yang tak pernah peduli dengannya maupun bayinya ketika masih dalam kandungan. Dan sampai sekarang. Jangankan itu, melakukan apa pun di rumah dia tak mau. Makan saja harus diambilkan, minum saja harus diambilkan, baju saja harus disiapkan. Semualah pokoknya. Memang sudah menjadi kewajiban seorang istri melayani untuk melayani suaminya. Tetapi, sudahkah Bilson menghormati istrinya? Dulu ketika mereka masih berpacaran, Bilson sangatlah baik. Ia melakukan semuanya tanpa harus dimintai tolong oleh Aletha. Tapi sekarang berbeda. Bilson sudah mulai berubah. Ia memperlakukan Aletha dengan kasar. Bahkan tidak jarang ia melakukan kekerasan kepada Aletha.
Bahkan sampai sekarang Aletha tidak pernah tahu jika suaminya Bilson memiliki selingkuhan. Ia sangat percaya suami nya tidak akan pernah meninggalkannya. Mungkin Bilson hanya khilaf sekarang karena dia sudah sibuk dengan perusahaan yang sudah punya banyak cabang, jadi mungkin dia letih. Begitulah pikiran Aletha. Sedikit pun taka ada hal negatif yang dia pikirkan tentang Bilson, sekalipun dia selalu disiksa.
Dena tidak akan menceritakannya. Karena menurutnya itu adalah urusan rumah tangganya. Biarlah Aletha yang mengetahuinya sendiri. Toh membeberkan keburukan orang lain sama saja dengan menelanjangi diri sendiri. Jadi, biarlah waktu yang menjawab. Bangkai yang dalam dikubur juga akan tercium baunya. Begitu pun dengan kebenaran. Mau bagaimana pun disembunyikan tetap akan terkuak juga.
__ADS_1
Setelah semua perlengkapan Aletha dan baby Eril selesai, mereka meninggalkan rumah sakit diantar oleh seorang perawat sampai ke mobil. Perawat itu mendorong kursi roda yang diduduki Aletha sanpai ke mobil. Kemudian ia membantu Aletha masuk ke mobil. Setelah mobil berlalu, perawat itu kembali masuk ke rumah sakit dengan mendorong kursi roda yang sudah kosong.
Di kediaman Aletha.
"Sayang, kamu lagi memikirkan apa?" tanya Bilson kepada Dewi.
Dewi adalah selingkuhan Bilson. Dewi juga mempunyai seorang suami dan seorang anak yang masih berumur tiga tahun.
"Sayang, kita mau sampai kapan sembunyi seperti ini. Aku males harus ngumpet terus." ucap Dewi kesal.
"Sabar dong sayang. Si g*la itu sekarang kan sudah lahiran. Jadi cepat atau lambat aku akan menceraikannya." kata Bilson membujuk Dewi.
Itu hanya alasannya saja. Tak pernah ada niatnya menceraikan Aletha sebelum dia mengatasnamakan dirinya dengan semua aset kekayaan milik Aletha.
"Trus kamu gimana dengan suamimu?" tanya Bilson memojokkan Dewi.
"Kamu menuntut aku, sementara kamu sendiri pun masih mesra-mesraan dengan suami mu. Dan kamu sangat menikmatinya. Aku bisa melihatnya, Dewi dan aku cemburu.
Saat ini mereka sedang di kamar tidur Bilson dan Aletha dengan kondisi tubuh mereka yang masih tela**an* yang ditutupi selimut.
Dewi dan Bilson sudah biasa melakukan hal yang seperti itu. Apabila mereka tidak melakukannya dalam seminggu, maka akan terjadi perang. Dan yang membuat mereka berdamai kembali adalah itu, kebutuhan biologis.
"Kamu yakin hanya acting?" tanya Bilson tak percaya.
"Iya dong sayang. Kamu nggak percaya aku ya?"
Bukan gitu, sayang. Karena kulihatnya kalian saling menikmati makanya aku bertanya seperti itu." jelas Bilson.
Ia mendekatkan kepalanya ke arah Dewi dan mencium bibirnya. Dewi memejamkan mata menikmatinya. Lalu mereka pun melanjutkan permainannya di atas ranjang.
Di dalam mobil, baby Eril masih terlelap di gendongan Dena. Sesekali Rimba melihat dari kaca membuatnya semakin kagum kepada bosnya itu. Sementara Aletha hanya melihat keluar lewat jendela mobil. Dalam hati ia masih bertanya-tanya dimana kah gerangan suaminya. Ia ingin menangis menumpahkan air matanya, tapi ia malu karena ada Rimba.
__ADS_1
Rimba melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Tak sanpai setengah jam, mobil sudah sampai di kediaman Aletha. Rimba membantu mengeluarkan barang-barang dan baby Eril dan membawa nya masuk ke dalam rumah yang sedikit terbuka.
Di dalam kamar, Bilson dan Dewi terkejut mendengar suara klakson mobil. Mereka cepat-cepat mengakhiri konsernya yang masih setengah jalan. Mereka bergegas memakai pakaiannya masing-masing.
"Sayang, kita harus bagaimana?" tanya Dewi panik.
"Tenang, tenang. Akan kupikirkan solusinya." ucap Bilson memeluk Dewi.
"Begini saja, kamu ke dapur pura-pura membuat kopi dan aku akan menyambut mereka. cepat!" ujar Bilson.
Dewi berlari kencang menuju dapur dan Bilson keluar kamar menyambut Aletha, baby Eril dan Dena.
"Oh, sudah pulang ternyata. Apa kabar istriku tersayang? ha? " ucap Bilson mengejek.
Aletha hanya diam dan tak memberi respon apa pun dengan baby Eril di dekapannya.
Sementara Dena pamit pulang begitu juga dengan Rimba tentu saja setelah memasukkan semua perlengkapan Aletha dan baby Eril ke dalam rumah. Dan Dena menyerahkan baby Eril kepada ibunya.
Aletha masuk ke dalam rumah meninggalkan Bilson yang masih mematung karena Aletha tak seperti biasanya. Aletha tak memberi respon sedikit pun atas ucapannya tadi. Bilson bermaksud membuat Aletha gerah di rumah ini, tapi melihat reaksi Aletha spertinya itu akan memakan waktu yang lama.
"Lho, tante Dewi. Ngapain tante di sini?" tanya Aletha heran. Dewi yang namanya dipanggil tante, menoleh. Alangkah terkejutnya dia.
"Letha?" tanyanya heran.
"Ngapain kamu di sini?" tanya tante Dewi lagi.
"Ini rumah saya tante. Dan saya istri pemilik rumah ini." ucap Aletha.
Dewi tak menyangka karena putri dari teman arisannya tinggal di sini. Dan istri dari Bilson kekasih hatinya.
__ADS_1