Married Life

Married Life
Bab 1


__ADS_3

... "Tariiii..tariii.. bangun nak itu udah ditunggi Pak Sumar" Teriak ibu sambil mengetuk kencang pintu kamarku yang kala itu memang sengaja ku kunci. Aku jarang sekali tidur mengunci kamarku, karena ibu tidak suka aku mengunci kamar itu saja. tapi entah mengapa pagi ini berat rasanya meninggalkan kamar kecilku ini.


Iya hari ini adalah hari kepergianku ke Kota untuk mengurus kuliahku yang akan dimulai minggu depan. aku masih mengeliat di kasur sembari memeluk gulingku kembali meskipun aku sudah sadar betul tapi aku enggan untuk membuka mata. " Aaaaaah rasanya ingin kubawa kamarku ini ke Jakartaaaaa...." Gumamku sambil mengeliat mengangkat tanganku ke atas. "Iyaaaaaaa ibuu. anakmu yang cantik ini sudah bangun dari tadi kok.." Kataku pada ibu sambil membuka pintu yang ternyata ibu sedang berkacak pinggang di depan kamar lalu kupeluk ibuku yang cantik ini. "Ibu ikut tari ke jakarta yaa bu biar tari nggak sedih biar tari nggak kesepian.." gerutuku pada ibu yang masih diam saja kupeluk. "kamu nggak malu dilihat pak sumar pakek kaos singlet gini sama short pendek belum mandi lagi. malu-maluin ibuu.." Cetus ibu sambil melepaskan pelukanku dan mengacak rambutku yang kusut karena bangun tidur. "Cepetan mandi tarii!!.." Seru ibu sembari meninggalkanku yang masih berdiri di depan pintu kamar kemudian berjalan menuju kamar mandi yang berada di dekat dapur.

__ADS_1


Seusai mandi aku berganti baju favoritku. Sweeter berwarna army pemberian mendiang ayahku dan celana panjang bermotif kotak-kotak. Ku ikat rambutku membentuk cepol . Ku ambil barang-barang yang sudah kusiapkan dari tadi malam . Ku buka lagi Tas kecil yang kuisi dengan foto pernikahan Ibu dan Ayahku, Foto kami bertiga ketika aku masih Sekolah Dasar, Foto-foto dengan teman-teman ku dan yang tak kulupakam foto Mas Bima, Kekasihku.


"...Ayah tari kangen ayah, hari ini tari ninggalin ibu sendiri di rumah.." Gumamku. tak terasa air mata mendarat di atas bibirku. ku seka air mata ku dengan punggung tanganku. kumasukkan lagi foto foto di tas kecilku.

__ADS_1


Sebenarnya kita bisa melakukan video call ketika kami berdua saling rindu. tetapi hatiku selalu sedih karena kami sangat sangat jarang bahkan hanya dua atau tiga kali dalam sebulan melakukan video call. itupun jika mas bima sedang tidak bertugas . "Nak. Ayo cepet udah ditunggu pak sumar. kasian pak sumar udah dari tadi nungguin kamu yang lamanya minta ampun" Kata ibu memalingkan lamunan panjangku. "Ah iyaa. peluuuuk ibu duluu.." gumamku sambil kumanyunkan bibir ku kearah ibu dan lontaran tanganku diraih ibu. kemudian ibu menciumiku dan memelukku erat.


Tes..

__ADS_1


Air Mata ibu jatuh di leherku dan kulepaskan pelukan ibu. "Ibu harus jaga kesehatan. Jangan lupa makan. Ibu nggak usah terlalu capek. oke? " Mata ku yang berkaca kaca tak bisa lagi kutahan . ini adalah kali pertama aku meninggalkan ibu sendirian untuk waktu yang lama.


__ADS_2