Married Life

Married Life
Bab 3


__ADS_3

Paginya aku kaget kalau aku tidur dengan posisi kakiku menggantung dan tanganku terlentang hingga membuat badanku terasa pegal-pegal. Aku langsung bangun kuraih handuk yang tertumpuk dalam lemari . kuambil peralatan mandiku dari dalam koper dan berlalu ke kamar mandi.


Setelah kurasa segar aku keluar dengan menggunakan handuk yang melilit tubuhku dan kepalaku. aku mulai membongkar koperku dan menata semua bajuku.


kuambil baju berwarna putih dengan celana panjang berwarna biru dongker . setelah kupakai aku menggosok gosok kepalu namun tiba tiba . tok tok tok..


aku langsung berjalan menghampiri pintu yang besar itu dan kubuka. "Nona sudah ditunggu Tuan Richard untuk sarapan ." Kata seorang wanita paruh baya sambil menunjukkan jempolnya kearah bawah. "aah iyaa saya akan turun bu." jawabku sambil sedikit membungkuk. "Panggil saja Bibi nona


" tambahnya lagi.


setelah wanita paruh baya itu turun aku langsung kedalam kamar dan mengeringkan rambutku dengan hair dryer. kusisir rambutku yang bergelombang jatuh. lalu bergegas ke bawah.


terlihat om richard sudah rapi dengan jas hitam. tapi laki laki di depan om richard. dia juga mengenakan jas . hanya terlihat punggungnya dari belakang.


aku tersenyum ke arah om richard dan dibalas oleh senyum om Richard. "Ayo sini sarapan lestari. "ajaknya . saat aku mulai mendekat ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Kulihat Pria tampan di depan omRichard sedang bermain dengan ponselnya tanpa menghiraukan kehadiranku diantara mereka.


"Andriaaan..." Seru om richard agak keras. "Iyaa pii "jawabnya dengan santai sambil memainkan ponselnya. kemudian diletakkannya ponsel pintar itu dan menghadap ke arah richard. Andrian tampak diam sejenak ketika melihat lestari yang telah duduk diantara mereka. "Lestari. ini anak sulung saya. Namanya andrian." Kata om richard sambil menunjuk ke arah andrian. aku menatap andrian yang juga menatapku.


"Oh ini anak temen papi yang Om Mario itu ? " tanyanya sambil memasukkan roti ke mulutnya. "Iyaa betull. Kukira dia seumuran dengan adikmu, tapi dia malah masih mau masuk kuliah. ternyata anak anak ku sudah tua " Jawab om richard sambil terkekeh.


Andrian hanya diam saja sambil menyantap roti tawar dengan selai coklat ditangannya. sedangkan aku hanya bisa tersenyum .


"Pi andrian berangkat dulu. ada meeting jam 8 pagi." Andrian berdiri meninggalkan kami berdua.


aku menyantap roti dan segelas susu yang sudah disiapkan di meja makan. kemudian om Richard berpamitan denganku dan berlalu. Aku beranjak ke kamar . "Astagaaa aku lupa memberi kabar pada ibuu" aku memegang jidatku lalu segera meraih ponselku di tas kecilku.


"Kamu kemana aja sihhh tariiiiii" terdengar keras dari telfon itu suara ibu yang lantang.


"Tari lupaa ga ngecharge hp buu. maafin tariii. Tari sampai sini tadi malem dan langsung tidur karena lelah makannya lupa hehe " jawabku sambil tertawa kecil.

__ADS_1


kemudian kami ngobrol panjang tentang kedatanganku tadi malam di rumah om Richard. Namun tiba tiba ketukan pintu membuyarkan obrolan kami. kubuka pintu kamarku. ternyata andrian berada di depan pintu kamarku.


mulutku menganga sedikit kaget akan siapa yang datang mengetuk pintuku. "Cepat bersiap siaplah. Papi meminfaku untuk anter kamu ke kampus baru kamu." katanya dengan ekspresi wajah datar.


"Oh iya aku ganti baju dulu" Kututup kamarku sambil kupegang dadaku yang berdetak kencang.


"Ganteng bangeeet" Gumamku sambil memejamkan mataku dan tertawa kecil.


aku mengganti bajuku dengan Dress berwarna Hitam Kotak kotak kupadukan dengan jaket jeans berwarna hitam dan kupakai sepatu high converse putihku. kuikat rambutku dan kuambil tas jinjingku aku berlalu keluar kamarku. kulihat andrian membaca koran di ruang tamu . ketika aku turun andrian langsung berdiri.


"Kenapa lama sekalii" gerutunya kesal. "Ah maaf kak" Jawabku sambil menundukkan kepalaku. Kami memasuki mobil dan andrian melajukan mobilnya berlalu melewati gerbang tinggi rumahnya . Di sepanjang perjalanan kami hanya diam dan ketara kecanggungan antara aku dan andrian. tiba tiba panggilan masuk diponsel andrian membuyarkan keheningan ini.


"Iya ada apaa" jawab andrian sambil mengotak atik hpnya mencari tombol loud speaker. "Aku di bandaraa,susul akuu" pinta seorang wanita lewat telfon andrian. " tidak bisaa. aku ada urusan" jawab andrian singkat. "beeeib please..." tanpa dijawab dan langsung ditutup oleh andrian.


"ehem .. kakak nyusul pacar kakak ke bandara dulu gapapa kok kak " aku memberanikan diri untuk membuka suara karena merasa tidak enak hati. "Nanti memakan waktu lama. belum lagi kalau dia minta ditemani untuk makan dulu.." gerutunya kesal. " hm gimana kalo kakak turunin aku di halte aja. aku bisa ke kampusnya sendiri kok" kataku sambil melirik arah kak andrian yang sedang fokus menyetir.

__ADS_1


"Kamu bahkan belum tau daerah jakarta sudah percaya diri mau ke kampusmu itu sendirian." kak andrian menjawab sambil melirik ku. aku hanya terdiam sesaat . aku mengalihkan pandanganku ke arah jendela mobil .


Andrian melihat ke arahku sekilas dan kembali fokus. Kulihat andrian dari samping. Ia begitu tampan .


__ADS_2