
Kata yang bercetak miring adalah masa lalu.
...Enjoy and Happy Reading...
13.06
River Restaurant
Corrine tersenyum saat hembusan angin menerpa wajahnya, tepat disampingnya terdapat pantai dengan pemandangan yang begitu menakjubkan. Ia harus akui, perusahaan Boltom begitu cerdas menarik perhatiannya.
Biasanya dengan topik proyek yang sedikit berat mereka rapat di tempat formal dan tertutup, tetapi kini ia berada disini dengan bahagia. Entah sudah berapa lama ia tidak menemukan tempat seperti ini, bahkan untuk berbelanja di Mall ia harus diawasi pengawal-pengawal ayahnya itu.
“Corrine.”
Gadis itu tersentak saat secara tiba-tiba seseorang telah duduk tepat dihadapannya. Mata Corrine meneliti pria itu dari atas sampai bawah, pria tampan dengan pakaian casual. Corrine semakin meneliti wajah pria ini dan seketika matanya membulat.
“Ka..Kakak."
“Maaf Tuan, ini bukan tempat-“
“Tinggalkan kami berdua!” Dana tesentak saat Corrine membentaknya, Dana mengangguk kearah pengawal dan mereka menuju pintu keluar.
Pria yang berada dihadapannya hanya tersenyum tipis, sudah kurang lebih sembilan tahun yang lalu ia melihat pria dihadapannya itu. Kini ia tetap tampan namun ada beberapa wajah kelelahan terpatri di wajahnya. Dan ia terlihat tidak terurus.
“Sedang apa kau disini Corrine?” Terlihat guratan bingung dan ada sedikit senyuman bahagia terpancar diwajahnya.
“Kemana saja kau selama ini Kak? Apa kau tahu, aku menunggumu menjemputku selama ini. Apa kau melupakanku? Kau berjanji akan menemuiku dan membawaku keluar dari rumah. Tapi apa? Kau tidak pernah kembali.”
Mata Corrine mulai berlinang. Masa-masa bahagia yang dulu pernah mereka lewati masih teringat dikepala gadis itu. Bagimana sang kakak yang memeluknya karena perceraian kedua orang tua mereka, saat sang kakak juga yang selalu membelanya karena beberapa temannya mengejek jika ibunya adalah wanita clubbing. Sampai sang kakak pergi dari rumah karena ingin menikahi seorang wanita yang tidak disetujui oleh ayah mereka. Dan sampai saat itu, ia tidak pernah melihat sang kakak.
“Aku minta maaf Corrine, dunia luar tidak seperti apa yang ku bayangkan. Dan kupikir rumah adalah hal terbaik untuk melindungimu.”
“Omong kosong! Selama hampir sembilan tahun aku seperti boneka bagi ayah! Dan kau membiarkannya, aku membencimu kakak, aku membencimu Adam! Dimana janjimu selama ini?!” Adam tersentak atas pernyataan Corrine, gadis itu mulai tersedu. Beberapa pelanggan menoleh kearah mereka, dengan canggung Adam tersenyum tipis.
“Dirumah kau bisa mendapatkan apa yang kau mau Corrine, dan disini kau tidak bisa. Kau seharusnya mengerti.”
“Aku tidak peduli! Aku akan melakukan apapun untuk tidak menjadi boneka keluarga Edmond!”
Adam menarik napas dalam. Corrine tidak mengerti dunia luar, ia tidak bisa mendapatkan apapun yang ia mau jika tanpa label keluarga Edmond. Seperti dirinya, hampir sembilan tahun ia tidak menyandang keluarga Edmond, ia tidak mendapatkan apapun. Bahkan wanita yang dicintainya.
“Kau bersenang-senang dengan gadis yang kau cintai, tapi aku tersiksa didalam rumah brengsek itu!” Bersenang-senang dengan wanita yang ia cintai? Adam tersenyum miris.
“Gadis itu menikahi orang lain, dunia ini begitu berat Corrine.” Seketika Corrine terdiam, setau dirinya mereka saling mencintai. Lalu, ada apa? Apa gadis itu mengkhianati kakaknya? Secara tidak sadar Corrine mengepalkan tangannya erat. Setelah apa yang kakaknya itu berikan kepada gadis itu, kini ia malah berpaling dengan yang lain? Gadis bajingan!
“Ta..Tapi K..Kenapa?”
“Kau terlalu muda untuk memahami ini semua.”
Hampir saja Corrine kembali meledak, tapi melihat kakaknya yang begitu sedih ia urungkan. Memang ia selalu kesal jika kakaknya itu selalu menganggapnya anak kecil. Tapi saat ini, ia melihat kakaknya begitu menyedihkan, kakaknya yang biasanya terlihat kuat kini begitu rapuh.
“Corrine, kembalilah ke Perancis. Disanalah tempat ternyaman yang bisa kau dapat.”
__ADS_1
“Kau tidak pantas untuk mengaturku!”
Corrine berkata ketus. Adam mengerti, setelah apa yang ia lakukan kepada adiknya itu, ia tidak pantas mengatur apapun. Corrine tumbuh dengan sangat cepat, gadis yang dulu murah senyum dan terbuka kini menjadi gadis dingin yang begitu tertutup. Waktu sembilan tahun dapat merubah sifat siapapun, bahkan sampai 180°
Deringan ponsel memecahkan keheningan antara mereka berdua, Adam melihat ponselnya dan ia terlihat begitu tersentak setelah melihat layar ponselnya. Corrine yang melihat kakaknya itu bereaksi janggal hanya memperhatikannya dengan seksama. Adam menghela napas berat sebelum ia mengangkat panggilan itu.
“Ada apa ayah?”
Corrine menahan napasnya kala kakaknya itu menjawab panggilan berbahasa Perancis. Ayah? Apa itu Albert Edmond? Betapa bodohnya ia, memangnya siapa lagi yang akan dipanggil Adam dengan sebutan ayah jika bukan ayahnya sendiri, terlebih dengan menggunakan bahasa Perancis.
“Adam, dengarkan aku! Jaga baik-baik adikmu! Ada beberapa yang tidak beres dalam proyek ini, jaga dia bagaimanapun caranya!” – Albert Edmond
Corrine yang tidak mendengar percakapan itu hanya menatap was-was tentang apa yang ayahnya bilang kepada kakak satu-satunya itu. Adam melirik sekilas kearah Corrine dan mematikan panggilan tanpa bicara apapun lagi.
Untuk kesekian tahun lamanya dan untuk pertama kalinya sang ayah menghubunginya dan itu karena gadis dihadapannya, Corrine Edmond. Sebenarnya sebagai kakak ia cukup dewasa untuk memahami bagaimana kasih sayang ayahnya itu kepada mereka berdua. Tapi karena aturan dan kekangan, itu membuatnya begitu muak. Tapi kali ini ia tidak akan mengecewakan kembali sang ayah, ia akan menjaga sang adik tercinta bagaimanapun caranya.
“Nona, Tuan Boltom sudah datang.” Dana datang dan berbicara dengan sopan.
Dengan cepat Adam berdiri dan keluar menjauh, Corrine tersentak karena pergerakan tiba-tiba sang kakak. Masih dengan wajah bingung, dua orang pria memasuki restoran outdoor itu. Corrrine mengenal pria tinggi, tampan dan tubuh atletis satunya, dia adalah Mark Lee yang mengaku sebagai asisten pribadi perusahaan Boltom. Tapi kali ini ia benar-benar tersentak menatap pria satunya, pria tampan, dengan wajah tajam.
‘K..Kenapa dia?’
“Selamat siang Nona Corrine, saya Matthew Boltom direktur dari perusahaan Boltom. Senang bertemu dengan anda.”
Corrrine hanya ternganga, ia tidak sanggup mengatakan sepatah katapun. Apa ini nyata? Apa ia tidak sedang bermimpi? Pria yang mengaku sebagai Matthew itu duduk dihadapannya, sedangkan Mark Lee duduk tepat disebelah pria itu.
“Nona.”
Corrine tersentak saat Dana, asisten pribadinya menepuk pundaknya. Wajah terkejut Corrine berubah jadi tatapan bebinar dan senyuman simpul. Dana cukup terkejut dengan reaksi Corrine. Bagi Dana, atasannya itu tidak pernah tersenyum kepada siapapun, dan ini untuk pertama kalinya Dana melihatnya tersenyum.
“Nona, kami mohon berhenti!”
Corrine terus berlari, hari ini seharusnya ia beruntung. Menjauh dari penjara Apartement mewah itu, dari semua kekangan. Namun deringan ponsel sialan itu malah membuat pengawal ayahnya terbangun dan disinilah dia, dikerjar oleh mereka. Hampir seminggu yang lalu rencana melarikan diri dari Apartement Edmond itu ia rencanakan matang-matang, namun kini semuanya gagal, benar-benar gagal.
“Lepaskan aku! Kau anjing peliharaan Edmond!”
Corrine berusaha melepaskan kedua tangannya yang sudah dicengkram erat oleh pengawal ayahnya itu. Tidak, seharusnya rencana ini tidak gagal. Air mata Corrine mulai keluar, kenapa ia menjadi seperti ini? Ia juga ingin bebas, bebas seperti Adam. Tidak dikurung hampir selama 2 tahun lamanya.
“Lepaskan gadis itu kalian pria brengsek!” Seorang pria dengan tinggi sekitar 180cm menghampiri mereka bertiga, seketika tangisan Corrine berhenti. Ia menatap dalam kepada pria asing itu, entah kenapa tapi ia terpesona.
“Kami tidak memiliki urusan denganmu, ayo ikut kami Nona Corrine.” Kedua pengawal itu menyeret tubuh Corrine menjauhi pria asing itu.
“Tidak, tidak, aku mohon!”
“Kalian pria brengsek!”
Corrine tersentak, ia hanya mematung saat pria asing itu meninju pengawalnya. Melihat temannya yang sudah tersungkur jatuh, satunya melepaskan tangan Corrine dan mulai menyerang pria asing itu.
“Lari, lari!” Pria asing itu beteriak padanya, tapi Corrine hanya menatapnya bingung. Tidak ia, tidak...
Perkelahian terjadi, ini semua karenanya. Satu tinju sengit diberikan dari pengawalnya dan mengenai pipi kanan pria asing itu. Pria asing itu ikut tersungkur ketanah. Melihat lawannya lengah, pengawalnya mulai mengunci tubuh pria asing itu melalui belakang tubuhnya. Sedangkan pengawalnya yang tadi tersungkur karena tinju pria asing itu bangkit dan menyeringai.
__ADS_1
“Dasar kau anak kecil brengsek, beraninya meninjuku!” Pukulan demi pukulan pengawalnya itu layangkan kepada pria dihadapannya. Corrine meringis, pria asing itu memuntahkan banyak darah akibat pukulan yang diterimanya.
“Cukup, cukup! Jangan menyakitinya!” Corrine berderai air mata, bagaimana seseorang yang ingin membantunya kini telah berdarah begitu banyak. Pengawalnya melemparkan pria asing itu ke tanah, membuatnya tersungkur. Corrine berjongkok dan menatap pria asing itu. Tanpa sadar air matanya keluar. Pria itu begitu mengenaskan, wajahnya banyak luka lebam dan mulutnya memuntahkan banyak darah.
“A...Aku minta maaf.”
“Mary?”
Corrine tersenyum, pertemuan dengan Matt selalu ditempat yang tak terduga, tapi ia begitu menyukainya. Corrine tersenyum memandang wajah Matt, bagaimana dulu wajah Matt yang sering ia belai, bibir pria itu yang selalu mencium keningnya. Setelah pertemuan pertama mereka karena insiden perkelahian itu, Corrine berusaha mencari sebaik mungkin pria asing yang ditemuinya dan ia menemukan Matt yang ternyata satu universitas dengannya.
“Aku begitu merindukanmu Matthew."
Matt berdehem, disebelahnya kini berada Mark Lee asisten pribadinya. Dan ia takut Mark salah paham, Mary adalah adiknya. Adiknya saat ia kuliah di Inggris, yang Matt tahu Mary adalah gadis kaya yang begitu kesepian. Tapi ia benar-benar tidak tahu kalau Mary adalah Corrine Edmond yang begitu terkenal. Padahal ia sudah hampir dua tahun dekat dengan Mary sewaktu di Inggris.
“Aku minta maaf, Mary. Tapi kurasa, kita harus bersikap profesional saat ini.” Corrine cemberut, dari dulu ia tidak menyukai jika Matt bersikap begitu serius padanya, itu begitu tidak nyaman.
“Kau tahu kak? Sebelum kau pergi dari Inggris sekitar lima tahun yang lalu. Ayahku merestui pernikahan kita, tapi setelah itu kau pergi kemana? Aku sudah mencari kau kemanapun.”
“Mary, aku-“
“Atau kita menikah sekarang aja, aku yakin ayahku pasti masih merestui kita.”
“Mary, aku-“
“Pasti pernikahan kita begitu mewah, ayahku akan menyarankan wedding-“
“Mary, aku sudah menikah!”
Seketika Corrine terdiam, ia hanya menatap kosong kearah Matt. Tidak, tidak mungkin, pasti ia salah dengar. Namun kemudian tatapan kesal Matt digantikan dengan tatapan bersalah, ia tidak tahu jika Mary selama ini mencarinya. Sejujurnya ia hanya menganggap Mary adiknya, walaupun Mary selalu berangan tentang pernikahan mereka, tapi Matt selalu menganggap itu hanya sebuah candaan.
“Aku minta maaf, aku-“
Ucapan Matt terhenti saat ponsel miliknya berdering. Matt menatap layar ponsel miliknya, disana tertera ‘My Jessie’. Matt menatap Corrine sekilas dan gadis itu masih menatapnya kosong. Matt berdecak, jika seperti ini rapat hari ini akan diundur. Matt menjauh dua langkah dari mejanya dan mengangkat panggilan itu.
“Halo sayang, ada apa?”
Corrine yang mendengar ucapan Matt mengepalkan lengannya. Mark yang melihat tingkah marah kliennya itu berdehem, agar kliennya menjaga sikap. Tapi Corrine seolah tidak peduli, ia masih mengepalkan tangannya dan menatap Matt dengan tatapan menusuk.
“Daddy, apakah aku dan Mom boleh pergi keluar untuk makan pizza hari ini?” Matt tersenyum sesaat mendengar suara buah hatinya.
“Tentu saja sayang, atau tidak Daddy akan menjemputmu nanti bagaimana? Lyn dan Mommy naik taxi saja. Daddy akan pulang cepat hari ini.”
“Ayeay Captain! Aku dan Mommy akan berangkat jam lima sore ke Pizza’s Luv, Daddy jangan pulang terlalu malam ya. Love you Daddy.”
“Love you too, Sweetie.”
Matt kembali ke mejanya dan ia melihat arloji mewah miliknya, sekarang jam hampir menunjukkan pukul 14.00. Dan jam 14.15 ia harus memulai rapat dikantornya. Matt menatap Corrine yang menatap kearah lain, Matt menghela napas. Rapat hari ini benar-benar harus diundur. Matt menatap Mark dan menunjukkan arlojinya sebagai kode, Mark yang mengerti mengangguk dan menatap kearah Corrine.
“Maaf Nona Corrine, sepertinya rapat hari ini harus kita tunda. Saya harap proyek kita dapat bekerja sama dengan baik, terlebih Nona Corrine dan atasan saya dulunya adalah teman baik. Rapat berikutnya akan saya hubungi asisten anda, Nona Dana.” Corrine tidak bereaksi, ia tetap menatap kearah lain tanpa berniat menjawab pertanyaan Mark.
“Baik, Tuan Mark nanti anda bisa menghubungi saya langsung untuk rapat selanjutnya.” Dana ambil suara, dan ia menatap atasannya itu. Dana mengerti disini, Corrine mencintai kliennya itu, namun kliennya sudah menikah. Tapi dengan rapat ini ia menjadi tahu, atasannya itu begitu kekanak-kanakan.
__ADS_1
“Kami permisi, Nona Corrine, Nona Dana.” Matt dan Mark pergi meninggalkan mereka berdua.
Corrine mengepalkan lengannya erat, bisa-bisanya pria itu telah menikahi orang lain setelah beberapa tahun ia mencarinya. Mengapa kisah cintanya malah seperti Adam? Corrine menggeleng keras, ia adalah Corrine Edmond, gadis tersohor dan begitu kaya raya. Edmond, selalu mendapatkan apa yang ia mau, bahkan seseorang yang dicintainya, ia harus mendapatkannya.