Married Life

Married Life
2.16. Resistance


__ADS_3

...Enjoy and Happy Reading ...


Boltom’s Company


07.13


Jessica menatap arlojinya, ia tersenyum dan memandang hand bag yang dibawanya. Didalamnya terdapat sup dan beberapa udang bakar yang begitu disukai Matt. Jessica meletakkan hand bag dikursi sebelahnya, selanjutnya gadis cantik itu mengelus perutnya yang rata.


"Akhirnya, aku hamil!" Wanita itu tersenyum bahagia, beberapa hari belakangan ini ia merasakan mual dan juga masa haidnya telat hampir satu bulan ini. Dan setelah dicek ternyata hasilnya adalah positif.


Setelah kejadian perkelahian tiga hari lalu Matt tidak pernah pulang lagi. Dan hari ini adalah hari keempat Lyn menanyakan keberadaan ayahnya. Dan ia cukup yakin, dengan berita kehamilannya Matt akan berubah, toh ini adalah anak kandung Matt. Dan ia begitu berharap melihat lagi senyuman bahagia dan penuh cinta dari Matt untuknya.


“Kita sudah sampai Nyonya.”


Jessica tersenyum dan memandang gedung besar tepat dihadapannya. Jessica menarik napas dalam, sebenarnya ia juga menyiapkan mental sekiranya apa yang akan ia lihat didalam. Dan ia sangat berharap Corrine sedang tidak dikantor Boltom.


“Kurasa, aku akan lama. Kau bisa pulang dulu atau sarapan dulu Mr. Sam. Aku akan pulang bersama Matt."


“Baik, Nyonya.”


Mr. Sam, pria setengah baya itu tersenyum lembut kearah Jessica. Sudah hampir dua puluh tahun ia bekerja dengan keluarga Boltom. Dan mungkin karena usianya yang mulai menua Tuan Boltom hanya memposisikannya sebagai supir pribadi Nyonya Boltom. Tapi ia sangat bersyukur, bahkan gajinya tidak turun walaupun jabatannya sangat jauh dengan saat dia muda dulu. Ia dulu adalah salah satu ajudan kepercayaan ayah Matthew. Tapi saat Tuan Besar pindah ke Amerika, ia lebih memilih tinggal disini bersama istrinya tercinta.


“Mr. Sam, saya mendengar istri anda akan melakukan operasi. Maaf saya tidak bisa menjenguk, saya hanya bisa memberikan ini sedikit.”


Jessica mengeluarkan amplop dari saku jaketnya dan memberikannya kepada pria paruh baya itu. Mr sam hanya terdiam dan tampak terkejut.


“Nyonya.. Tapi..”


“Tolong berikan salam saya ke istri anda dan permohonan maaf saya karena tidak bisa menjenguknya.”


Jessica berucap dan menjauh meninggalkan mobilnya. Ia berharap dengan sedikit kebaikan untuk orang sekitarnya, ia juga mendapatkan hal baik hari ini. Mr Sam, memandang kepergian atasannya itu yang telah memasuki gedung. Ia membuka amplop cokelat yang dipegangnya dan tersentak. Satu kertas cek senilai sepuluh ribu dollar. Mata Mr Sam berlinang, ia berucap pelan.


“Terimakasih, terimakasih banyak Nyonya.”


Jessica mulai berjalan memasuki lift, dan saat dari pintu depan tatapan karyawan Company tampak terkejut dengan kehadirannya. Entah apa yang ada dipikiran mereka, Ia tidak peduli.


Jessica menekan lantai paling atas, jantungnya mulai berdetak sedikit kencang. Rasa kekhawatiran mulai terasa, entah dikarenakan Corrine ataupun Matt yang masih kesal padanya. Terlebih sudah tiga hari ia tidak bertemu Matt.


“Nyonya.” Pintu lift terbuka dan ia melihat Mark, asisten pribadi Matt yang menatapnya terkejut. Jessica tersenyum tipis.

__ADS_1


“Tuan ada di ruangannya, Mark?”


“Tu..Tuan tidak ada Nyonya, se..sedang ada rapat penting.” Jawab Mark gugup.


“Baiklah, aku akan menunggu diruangannya.”


“Nyonya!”


Jessica tersentak ketika suara Mark meninggi, selanjutnya pria itu menggaruk tengkuknya dan menatapnya dengan pandangan bersalah.


“Aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Corrine, aku akan baik-baik saja.”


Seolah membaca pikiran Mark, Jessica tersenyum. Ia bukan wanita bodoh yang suka mencari keributan. Dan mungkin Mark tidak mau itu terjadi, dan ia cukup paham.


“Baik Nyonya, semangat!”


Jessica tersenyum geli menatap Mark yang mengepalkan tangannya dengan tatapan berbinar. Mark memang tidak habis pikir apa yang berada dipikiran atasannya Matthew Boltom. Ia memiliki seorang istri cantik dan penuh perhatian, tapi ia seolah tidak pernah menolak jika Corrine berusaha mendekatinya. Walaupun ia sedikit berperasangka mungkin saja ini karena kontrak Boltom Comp dengan Ed. Padahal tanpa kontrak bersama Ed, Boltom termasuk perusahaan yang cukup sukses dibidangnya.


Setelah berpapasan dengan Mark, Jessica melanjutkan langkahnya menuju ruangan Matt. Saat ia ingin menggapai engsel pintu, tiba-tiba pintu bercat cokelat kayu ek itu terbuka, menampilkan Corrine yang cukup terkejut dengan kehadiran Jessica.


“Kita bertemu lagi Nyonya Villegas.”


Keterkejutan Corrine kini tergantikan dengan tatapan rendah dan senyuman sinis. Jessica menarik napas dalam dan menghembuskannya pelan. Sejujurnya ia bukan tipikal wanita yang suka keributan, maka dari itu ia selalu mendapat bully di Senior High School. Tapi dulu ada Matt yang menolongnya, dan sekarang?


Emosi Jessica memuncak, ia mengepalkan tangannya erat. Ia tidak mungkin menampar mulut bejat Corrine disini. Setidaknya, tidak disini.


Corrine berjalan melewati Jessica, gadis yang memiliki tinggi 170 sentimeter itu hanya tersenyum penuh kemenangan. Melihat wajah Jessica yang penuh amarah membuat ia sangat puas.


“Masuklah, aku mengizinkanmu. Tapi jangan harap Matt akan memaafkanmu, wanita rendahan!” Corrine berucap berbisik.


“Wanita rendahan?” Jessica tersenyum sinis, ia berbalik dan melihat Corrine yang juga tengah menatapnya sinis.


“Wanita rendahan yang kau hina sekarang adalah istri SAH Matthew Boltom.” Jessica berjalan pelan kearah Corrine yang terlihat terkejut. Gadis Edmond itu terkejut dengan perlawanan verbal Jessica.


“Kau hanya tidak bisa menerima itu semua. Kenyataannya adalah Matthew mencintaiKU dan menikahiKu. Dan kau? Kau hanya wanita kesepian yang menggodanya. Tidak lebih dari itu.” Jessica tersenyum simpul.


“A..Apa?” Tatapan sinis Corrine tergantikan dengan tatapan penuh amarah, kali ini Corrine yang mengepalkan tangannya kuat.


“Kau harus menerima kenyataannya Corrine, aku adalah..”

__ADS_1


Jessica mendekatkan tubuhnya kearah Corrine, ia menjijitkan heelsnya. Karena, memang tingginya dengan Corrine terbilang cukup jauh. Dengan pelan namun penuh penekanan, Jessica berucap.


...posisi yang paling kau inginkan, Nyonya Boltom. ITU AKU.” Jessica mundur berapa langkah, ia masih tersenyum sinis melihat wajah Corrine yang mulai memerah karena amarah.


“Bahkan jika aku berselingkuh tiga atau empat kalipun, Matthew akan tetap mencintaiku.”


Jessica mulai berbalik dan melangkah kembali menuju ruangan Matt. Corrine masih terdiam mematung, ia tidak bisa berkata apapun, karena semua yang dikatakan Jessica benar. Dan ia tidak bisa menjawabnya.


......................


“Matthew!”


Matt tersentak, didepan pintu terdapat Jessica yang tengah melambaikan tangan kearahnya. Untuk apa Jessica kesini? Apa ia berpapasan dengan Corrine? Ia ingat, Corrine keluar ruangannya beberapa menit lalu. Tapi melihat Jessica yang datang penuh senyuman, seharusnya mereka tidak berpapasan.


“Aku sibuk, ada apa?”


Jessica menarik napas dalam. Melihat respon dingin Matt atas kedatangannya membuat ia cukup kecewa. Padahal sudah tiga hari ini mereka tidak bertemu.


“Aku membawakan sarapan untukmu, dan juga-“


“Letakkan saja diatas meja, kau boleh keluar."


Sungguh, daripada ucapan Corrine padanya. Ucapan Matt jauh lebih menyakitkan baginya. Padahal ia ingin menyampaikan kabar gembira, kabar mengenai kehamilannya. Tapi malah kesedihan LAGI yang ia terima.


“Matt, bisa kau melihatku lima menit saja?” Matt menghela napas kesal.


“Apa waktuku terlihat luang sekarang? Dari pada kau kesini mencari keributan. Lebih baik kau pulang Jess, kantor ini begitu tenang tanpamu.”


“Apa hidupmu juga?” Kali ini Matt menatap Jessica, Jessica berbalik menatapnya dengan pandangan sendu.


“Apa hidupmu juga akan tenang tanpaku?”


Matt mengepalkan tangannya kuat. Tidak, ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Jauh dilubuk hatinya ia masih belum bisa ditinggalkan Jessica. Ia masih mencintai gadis Villegas itu.


“Sudah cukup bicara omong kosong? Keluar jess! Keluar!”


Teriakan Matt kini mampu meruntuhkan pertahanannya. Air mata kini meluncur begitu saja dipipi Jessica tanpa dapat ia kendalikan. Untuk pertama kalinya Matt membentaknya, dan itu begitu menyakitkan.


“Jika kau tidak ingin keluar, maka aku yang akan keluar.” Matt mulai berdiri dan berjalan mendekat kearahnya.

__ADS_1


“Cukup, cukup Matt. Aku yang akan keluar.”


Jessica meletakkan hand bagnya diatas meja dan keluar ruangan. Meninggalkan Matt yang hanya bisa menatapnya dengan perasaan bersalah.


__ADS_2