
...Enjoy and Happy Reading ...
In the Car
09.00
“Tuan, tidak ikut Mark?”
“Ah, Tuan sedang ada rapat besar Nyonya. Tuan yang mengirim saya untuk menjemput Nyonya.”
Tanpa menjawab kembali Jessica memasuki mobil sedan itu. Sejujurnya ia berharap Matt yang menjemputnya, setidaknya ia ingin bersamanya walaupun hanya beberapa menit perjalanan dari rumah sakit menuju rumah Boltom, namun harapannya salah.
Jessica tersenyum sendu, memangnya sejak kapan dirinya lebih penting dari proyek besar Matt.
Mark menatap wajah sendu atasannya itu, ia cukup menyesal mengatakannya, seharusnya ia bilang saja tidak tahu walaupun itu terdengar tidak masuk akal. Tadinya ia berharap omongan tadi bisa membuat Nyonya Boltom lebih baik, nyatanya tidak.
“Jalan Mr. Sam.”
“Baik, Nyonya.”
Mobil sedan itu berjalan dengan penuh hati-hati, tentunya mereka tidak ingin dihabisi oleh Tuan Boltom jika terjadi sesuatu oleh Nyonya mereka. Sudah cukup penjaga rumah Boltom dipecat semua karena satu orang dari mereka membiarkan Tuan Michael masuk, dan mereka tidak ingin nyawa mereka yang terancam karena membuat Nyonya Boltom celaka.
“Mama, mama masih sakit?”
Jessica tersentak dari lamunannya, ia menatap Lyn yang juga tengah menatapnya dengan penuh kekhawatiran. Hidup memang tidak selalu soal cinta pada pasangan, kehadiran Lyn seharusnya jauh lebih berarti dibandingkan semuanya. Dan ia melupakan itu.
“Mama baik-baik saja sayang, Lyn khawatir?” Lyn mengangguk. Sudah cukup kekhawatirannya melihat sang ibu dengan penuh darah beberapa hari lalu, dan ia tidak mungkin bisa melupakan itu semua.
“Kukira mama sakit lagi, mama lebih banyak diam sekarang. Apa mama sudah tidak sayang Lyn?”
Jessica tertawa kecil atas pertanyaan polos putrinya itu. Selanjutnya Jessica memeluknya dan mencium kedua pipi bulat Lyn, ia benar-benar gemas dengan Lyn.
“Kenapa Lyn bicara seperti itu? Mama sangaaaattt sayang sama Lyn.”
“Sebesar apa?”
“Sebesaaaarr ini.” Jessica merentangkan kedua tangannya, Lyn tertawa dan diikuti Jessica. Mark dan juga Mr Sam yang mendengarnya ikut tersenyum. Lebih baik melihat Nyonya mereka bahagia seperti ini dari pada terlihat sedih karena Tuan mereka sendiri.
“Nyonya mau kita langsung pulang kerumah keluarga Boltom?”
“Iya Mark, saya lelah.”
__ADS_1
“Baik, Nyonya.” Mark berucap pelan.
“Mama, apa adikku sudah tidak sakit didalam sini?”
Jessica hanya terdiam saat melihat Lyn mengelus perut ratanya. Kebahagian itu seketika hilang, bagaimana ia menjelaskan jika adik yang sangat diharapkan Lyn itu sudah pergi. Melihat pertanyaan polos Nona Boltom itu Mark ikut terdiam, ia sangat tahu pasti Nyonya Boltom juga bingung untuk menjawabnya. Kini keheningan kembali menyelimuti dalam mobil itu.
“Apa Lyn mau pizza? Ada restoran pizza disana."
Kini Lyn menjauhi sang Ibu dan menatap kaca jendela mobil, dengan semangat gadis kecil itu mengangguk dan bertepuk tangan.
“Mau, mau, aku mau pizza. Paman ingin membelikan aku?”
“Tentu saja.” Jessica tersenyum tipis kearah Mark, memang Mark selalu bisa diandalkan bahkan saat ia tidak diperintahkan.
...****************...
Rumah keluarga Boltom
09.40
“Lalu kenapa Paman suka sayuran?”
“Karena sayuran itu sehat dan membuat Paman menjadi jaaaauh lebih kuat.” Mark berucap dengan semangat, Lyn mengangguk mengerti dengan masih mengunyah potongan pizza itu.
Mereka bertiga tertawa kecil mendengar ucapan polos Lyn, hampir tiga puluh menit perjalan menuju rumah keluarga Boltom dipenuhi gelak tawa karena Lyn dan juga Mark, mereka begitu cocok.
“Baik, baik. Mama akan banyak makan sayuran karena itu permintaan Lyn.” Lyn tersenyum manis menatap Jessica.
“Sudah sampai Nyonya.” Dengan cepat Mark turun dari mobil dan membukakan pintunya untuk Jessica.
“Tidak apa-apa Mark, aku bisa.”
“Anggap saja saya mewakilkan Tuan Boltom, Nyonya.” Jessica terkekeh kecil dan membawa tas jinjingnya dan menuntun Lyn keluar mobil.
Namun baru tiga langkah keluar dari mobil, Jessica mematung ditempat. Ia melihat dengan jelas Matt yang tengah keluar dari rumah dengan membawa sebuah koper cukup besar. Dan disampingnya terdapat Corrine yang tengah menggandeng lengan Matt, gadis itu terlihat begitu bahagia.
Lyn yang melihat ibunya terdiam menatap wajah sang ibu. Terlihat jelas bahwa ibunya terlihat terkejut dan sedih setelah melihat apa yang berada dihadapannya. Ayahnya dengan seorang wanita yang ia kira seumuran dengan sang ibu.
“Mama, mama.” Suara Lyn seolah kembali menyadarkannya pada dunia. Jessica mengepalkan tangannya erat, baru semalam Matt berkata akan mengembalikan semuanya dari awal, tapi kini tepat dihadapan matanya dengan tidak sungkan ia memperbolehkan Corrine menggandeng tangannya dengan begitu mesra. Bahkan di istana besar mereka.
“Jess.” Melihat kehadiran Jessica dengan cepat Matt menghempaskan tangan Corrine kasar. Jessica yang melihatnya hanya tersenyum tipis, ia menarik napas dalam, mengapa begitu sakit?
__ADS_1
Matt berjalan menuju Jessica dengan senyuman bahagia, ia begitu senang kembali melihat sang istri baik-baik saja seperti ini. Terlebih bagaimana terpuruknya Jessica kemarin.
“Kau sudah baik-baik saja?” Matt mengelus puncak kepala Jessica sayang, Lyn yang melihat perlakuan lembut sang ayah pada ibunya itu tersenyum bahagia. Ia begitu bahagia melihat ayah dan ibunya baik-baik saja seperti ini. Ia kadang lelah mendengar teriakan dan tangisan yang selama ini ia dengar diam-diam dari kamar tidurnya.
“Lyn, papa membelikan pizza didalam.”
“Yeay pizza lagi!”
Gadis kecil itu tersenyum dan berlari memasuki rumah Boltom. Jessica dan Matt masih terdiam satu sama lain, sedangkan Corrine sudah tersenyum lebar dibelakang Matt, bersiap menyaksikan pertunjukan hebat dihadapannya.
“Aku akan pergi keluar kota selama beberapa hari, ada beberapa masalah proyek disana. Kau tidak apa-apa, kan disini?”
Jessica tersentak mendengar apa yang diucapkan Matt. Jessica menghela napas dalam, berusaha menahan emosinya. Ia tahu, disini ada Corrine dan ia tidak mungkin bertengkar dengan Matt dihadapan gadis itu. Corrine akan menertawakannya.
‘Aku habis kehilangan bayi kita, dan kau ingin meninggalkanku secepat ini Matt?’
“Baik, take care honey.”
Jessica memaksakan senyumannya. Sejujurnya ia tidak tahu apa rencana Matt dan jalan pikiran pria itu. Jelas-jelas kemarin Matt meminta untuk memulai semuanya dari awal, dan ia kira mereka sudah baik-baik saja. Tapi sekarang Matt malah membawa Corrine untuk pergi keluar kota, persetan dengan alasan proyek!
“Aku jalan sayang, jaga dirimu baik-baik.”
Matt mencium kening Jessica dan berjalan menuju mobil yang tadi dipakai dirinya dari rumah sakit. Setidaknya Matt menjemputnya di rumah sakit, bukan hanya mengucapkan selamat tinggal seperti ini. Belum lelahkah Matt membuat hatinya begitu sakit?
Corrine tersenyum lebar dan menatap Jessica yang kini tepat dihadapannya. Sejujurnya ia cukup kecewa melihat Jessica yang tidak mengeluarkan semua emosinya, tapi melihat Jessica yang terlihat tertekan membuat kebahagiaan tersendiri untuknya.
“Ouh Nyonya Boltom telah kembali? Bagaimana dengan bayi kebangaanmu itu?”
Corrine tertawa kecil, Jessica mengepalkan tangannya erat, air matanya tidak dapat ia tahan. Corrine semakin tersenyum lebar, sebenarnya ia hanya ingin memberi Jessica pelajaran sedikit mengenai persaingan mereka. Ia pun tidak tahu dampaknya akan sehebat ini. Tapi itu semua telah terjadi, dan seharusnya ia sudah membersihkan semua kelakuannya itu dirumah ini. Selama tidak ada bukti, semua akan aman.
“Maafkan aku Jessica, jika saja kau menurut untuk mengganti namamu lagi dengan nama Villegas. Aku tidak akan bertindak sejauh ini padamu.”
“Corrine!” Matt berteriak memanggilnya dari dalam mobil.
“Ah, iya sayang.” Corrine berbisik pelan dan tersenyum lebar menghampiri Matt. Jessica yang mendengarnya hanya menarik napas dalam, Matt kembali mengkhianatinya dengan terang terangan, apa yang harus ia lakukan? Dengan cepat Jessica menghapus air matanya dan berbalik menatap Corrine dan juga Matt yang telah menaiki mobil.
“Mark, aku sudah menyiapkan keberangkatan besok untukmu. Kau harus menyelesaikan beberapa laporan hari ini dan ikut membawanya besok.”
“Baik, Tuan.”
Mark membungkukan badannya. Mobil mereka mulai berjalan pergi dari rumah keluarga Boltom yang dikemudikan oleh Mr Sam. Dengan Matt disamping kemudi dan Corrine dibelakang sendiri. Setidaknya Matt menjaga perasaannya, walaupun itu sedikit.
__ADS_1
“Anda baik-baik saja Nyonya?” Jessica menatap Mark yang terlihat khawatir, Jessica tersenyum tipis.
“Aku baik-baik saja.”