
Jessica memandang dirinya didepan cermin, dengan pakaian serba putih itu ia tersenyum tipis memandang dirinya yang sudah ia rias senatural mungkin. Jessica mengambil napas dalam, tambahan terakhir ia memakai lip pada bibirnya, lip berwarna merah muda supaya wajahnya tidak terlalu pucat.
Suara pintu yang terbuka mampu mengalihkan perhatiannya, ia melihat seorang gadis kecil berusia lima tahun menghampirinya dengan senyum sumringah. Jessica menatapnya lekat lekat dengan sebuah senyuman lembut.
“Ibuku memang sangat cantik.”
Jessica memeluk buah hatinya itu dan menggelitik pinggang mungilnya, gadis manis itu terkikik geli karena tingkah ibunya. Jessica berhenti dan mencium pipi bulat anak manisnya itu. Dengan gaun putih membuat anaknya benar-benar sangat cantik.
“Lyn lebih cantik, karena Lyn anak Ibu.”
Jessica dapat melihat gadis kecil itu merona, gadis yang telah ia rawat dan besarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Gadis yang sangat sulit diterima di lingkungannya ini, gadis yang juga merubah hidupnya menjadi penuh kebahagiaan. Sekali lagi Jessica memeluk gadis kecilnya itu.
"Ibu, kita sarapan diluar saja yaa yaa yaa."
__ADS_1
Jessica tersenyum melihat tatapan memohon Lyn, Sherlyn Villegas. Gadis cantik dengan mata bulat dan pipi besarnya.
"Baiklah sayang, Lyn mau sarapan apa nanti?"
"Bubur dengan roti Bibi Shier."
Ucapan dengan penuh semangat itu terlontar dari bibir mungilnya, Jessica hanya terkekeh kecil. Bibi Shier adalah tetangganya yang sering memberikan sarapan untuk Lyn, bahkan jika Bibi Shier tidak kelihatan dan tidak memberikan sarapan seperti biasanya dalam jangka waktu tiga hari. Lyn pasti merengek untuk datang kerumah Bibi Shier, ia begitu khawatir dengan keadaan Bibi itu, terlebih Bibi Shier memang hidup sendirian.
"Baiklah, sayang."
“Papaa...”
Jessica menyerahkan Lyn kedalam gendongan pria itu, pria itu tersenyum dan mencium gemas Lyn. Jessica tersenyum melihat tingkah mereka berdua, sudah terlewat sekitar lima tahun yang lalu. Dan ia sangat bahagia dengan kehidupannya sekarang. Akhirnya ia memiliki keluarga yang sebenarnya, keluarga yang ia inginkan, keluarga yang sedari dulu ingin ia wujudkan.
__ADS_1
"Papa, kita kerumah Bibi Shier dulu yaa."
Kali ini tatapan memohon Lyn gunakan kepada pria yang berada dihadapan Jessica, pria itu hanya mengangguk, tersenyum dan kemudian mencium pipi Lyn sekali lagi.
“Sudah siap sayang?” Pria itu mengelus rambut Jessica yang menjuntai panjang, Jessica tersenyum membalas perlakuannya.
“Aku siap, Matt.”
END
My Note :
Aduhh maaf author lamaa bgt post episode terakhirnya. Ada beberapa urusan, sekarang untuk married life udah tamat yaa. Insya Allah author akan buat married life season 2 nya yaa. Author akan post awal September yaa untuk season 2 nyaa.
__ADS_1
Makasih readers yang masih nunggu kelanjutannya, walaupun aku uploadnya lamaa bgt. Pokoknya, You are the best! Ditunggu season 2 nyaa yaa, Tengkyuu ~❤️