Married Life

Married Life
1.25. Trap


__ADS_3

“Kau datang Jess.”


Dengan lembut Jessica melepaskan tangan Mike yang menggenggam lengannya. Mike menatap wajah Jessica, gadis itu terlihat amat lelah dan sedih. Bahkan lingkaran pada matanya begitu terlihat, dan wajahnya amat sangat lesu. Mike menatapnya khawatir, apa si Matt itu tidak memberi Jessica makan sampai ia seperti mayat berjalan seperti ini?


“Kau baik-baik saja Jessie?”


“Dengar Michael!”


Jessica menatap Mike dengan tajam, seolah sedang memberikan peringatan pada pria itu. Sedangkan Mike tetap menatap Jessica iba, apa gadis ini menjadi seperti ini karena Matt? Apa Matt melakukan sesuatu padanya? Ia benar-benar tidak akan terima jika Matt menyakiti Jessica, ia tidak akan pernah terima.


“Bisakah kau tinggalkan aku?”


Mike tersentak atas pertanyaan Jessica. Apa Jessica datang kesini bukan untuk pergi bersamanya? Apa bertahan di sisi Matt walaupun dengan keadaan seperti ini jauh lebih baik dari pada di sisinya? Sudah begitu besarkah cinta Jessica untuk Matt?


“Kumohon Michael, walaupun akhirnya aku dan Matt pisah. Aku tidak akan bisa bersamamu, tidak akan pernah bisa. Aku tidak ingin menyakiti Matt lebih dalam lagi. Aku minta maaf.”


Mike menatap mata Jessica, mencoba mencari kebohongan pada matanya. Namun ia menyerah, Jessica mengatakan dengan tulus. Ia benar-benar tidak ingin bersamanya, perasaan Matt jauh lebih penting dibanding dirinya sekarang. Dan itu membuat hatinya amat sakit. Secepat inikah Jessica berpaling darinya? Bukan sebulan dua bulan mereka memiliki hubungan, namun secepat inikah cinta Jessica hilang untuknya?


“Apa kau pernah memikirkan perasaanku Jess?”


Tatapan Jessica melembut, tidak setajam sebelumnya. Mike menatap Jessica sedih. Ia memang sangat tahu jika disini dirinyalah yang salah, namun tidak bisakah Jessica juga memikirkan perasaanya? Disini yang mengambil Jessica adalah Matt, Matt mengambil Jessica darinya. Tapi mengapa seolah selalu ia yang disalahkan? Ia hanya ingin bersama gadisnya, hanya itu yang ia mau.


“Kau masih mengingat bagaimana ayahmu memakiku pada saat itu? Tapi apa aku menyerah padamu?”


Jessica dapat melihat tatapan yang amat sedih pada mata Mike. Iya, ia memang mengingatnya. Saat ayahnya memaki Mike karena ingin melamarnya pada saat itu. Ayahnya memang tidak pernah menyukai Mike, baginya Mike adalah anak dari keluarga yang berantakan. Dan ia tidak ingin keluarga Jessica juga akan berantakan jika bersama dengan Mike. Bahkan pada saat itu, ayahnya memukul Mike pada saat Mike berusaha melamarnya untuk ketiga kalinya.


“Kau tahu bagaimana usahaku untuk mendapatkanmu kan? Lalu tiba-tiba Matt datang, dengan hartanya ia melamarmu begitu saja. Apa kau tahu bagaimana perasaanku saat itu?”


Ada tekanan dibalik suara Mike. Sedih, kesal, marah dan kecewa. Jessica menatap Mike dengan linangan air matanya. Mike benar, ia begitu susah payah untuk mendapatkannya. Jessica menggenggam tangan Mike, ia menatap mata Mike dengan dalam.


“Aku minta maaf Michael, tapi kuyakin ada wanita baik diluar sana yang menunggumu.”


Mike tersenyum sedih. Hati Jessica memang sudah dimiliki Matt, ia bukan siapa siapa dihati gadis itu. Pertanyaannya adalah, sejak kapan hati Jessica dimiliki Matt? Apa yang Matt lakukan sampai bisa secepat itu Jessica berpaling darinya?


“Tapi kita masih bisa berteman kan Jess? Kau bisa menemaniku malam ini?"

__ADS_1


 


\\\\\\\\\\\\\\\


 


Jessica mendongak, menatap kagum sebuah rumah yang telah didesain bak sebuah istana megah. Bahkan mulutnya sampai terbuka lebar saking kagumnya. Disebelahnya Mike terkikik geli melihat reaksi Jessica, seandainya ia dan Jessica yang menikah, ia akan membuat yang lebih mengagumkan dari pada ini. Itu hanya seandainya.


“Siapa yang menikah Mike?”


“Temanku.”


Ujar Mike dengan senyuman, Mike jauh tertarik memandang Jessica dari pada istana mewah ini. Jessica benar benar seperti berlian, dengan memakai gaun biru safir ditubuh mungilnya, dan rambut digelung keatas. Benar benar amat cantik. Sejujurnya Mike penasaran bagaimana penampilan Jessica dengan gaun pengantin, ia tidak datang pada saat Matt dan Jessica menikah, untuk apa juga ia datang. Untuk membunuh Matt?


“Apa memang mulutmu harus terbuka selebar itu Jess?”


Dengan cepat Jessica menutup mulutnya, ia rasa ia sudah terlalu berlebihan menggangumi istana megah ini. Jessica menatap sekitar, beberapa tamu juga terlihat amat mewah dengan pakaian yang mereka kenakan. Ia rasa, teman Mike ini bukan sekedar orang biasa, setidaknya ia memiliki perusahaan setinggi 10 tingkat, bahkan bisa lebih. Jessica merasakan seseorang menyenggol lengannya, ia melihat lengan Mike yang terulur seolah menyuruhnya untuk menggandeng. Dengan tatapan amat sangat ragu, Jessica menyambutnya. Mike tersenyum lebar.


“Ayo kita masuk!”


“Hei, Tim!”


Keempat pria itu menoleh, dan keempatnya pun menunjukan ekspresi yang sama, sangat terkejut, tapi bukan melihat Mike, tapi melihat Jessica yang tersenyum canggung dengan mereka. Sedangkan Jessica yang ditatap seperti itu menjadi gugup. Apa para teman Mike mengenal dirinya? Mengapa harus ditatap seperti itu? Tatapan yang amat meintimidasi. Jessica menatap satu persatu empat pria dihadapannya, sepertinya ia pernah melihat mereka, namun entah dimana. Jessica mengangkat bahunya tidak peduli, mungkin hanya perasaanya saja.


“Jess, kau dan Mike...”


Salah satu pria dengan pipi chubby itu menggantungkan kalimatnya, Jessica sedikit tersentak. Mengapa pria itu mengenal dirinya? Jelas-jelas ia belum memperkenalkan namanya sedari tadi. Perasaan Jessica tidak enak, terlebih salah satu dari mereka menatapnya dengan tatapan tidak suka.


“Dia-”


“Aku dan Mike berteman, aku hanya menemaninya saja disini” Ucapan Mike dipotong suara Jessica. Pria chubby itu mengangguk singkat, walaupun tatapan intimidasinya masih tertuju pada Jessica, dan ketiga pria lainnya.


“Dimana Matt, Jess?”


Jessica semakin tersentak, mereka mengenal Matt. Jadi mereka tahu ia dan Matt adalah sepasang suami istri, pantas saja mereka menatap dirinya seperti itu. Dengan cepat, Jessica berusaha melepaskan lengannya yang menggandeng Mike, namun tidak kalah cepat Mike menahan lengannya.

__ADS_1


“Rupanya kau disini Tim.”


Jessica membulatkan matanya, Matt, pria itu tepat dihadapannya dengan seorang gadis yang tidak ia kenali juga menggandeng lengan Matt. Tatapan Matt juga mengatakan hal yang sama, ia sangat terkejut melihat keberadaan Jessica disini, namun tatapan Matt beralih pada tangan Mike yang menggenggam lengan Jessica. Matt mengepalkan tangannya kuat, rupanya mereka mulai berani mengumbar hubungan mereka.


“Jangan menyentuh istriku!”


Dengan sekali hentakan, Matt melepaskan lengan gadis yang menggandeng tangannya dan menarik kerah Mike. Keempat temannya, Jessica, dan gadis yang bersama Matt tersentak, tidak tahu jika Matt dapat bersikap begitu emosi, terlebih ini di pesta pernikahan sahabatnya sendiri.


“Jangan pernah menyentuh istriku dihadapan ku!”


Kalimat penuh penekanan itu kembali dilontarkan Matt, keempat temannya berusaha untuk memisahkan mereka. Matt tidak mungkin meninju Mike, kan? Setidaknya tidak disini, begitulah yang berada dipikiran keempat sahabatnya.


“Matt, jaga kelakuanmu! Jangan membuat masalah di pesta pernikahan ku!”


Ujaran tegas Timmy membuat Matt menghembuskan napas kesal dan mendorong tubuh Mike. Selanjutnya pria itu menarik lengan Jessica keluar tanpa bicara sepatah katapun. Jantung Jessica berdegup kencang, sungguh ia sangat takut kepada Matt yang seperti ini. Matt tidak mungkin menyakitinya, kan? Pria itu tidak mungkin memukulinya , kan?


Dengan sekali dorongan cukup keras, ia membuat Jessica terduduk di kursi penumpang depan mobilnya. Dan tanpa bicara Matt melajukan mobilnya entah kemana. Keadaan hening, Jessica amat takut membuka suara. Mengapa kesalah pahaman ini terjadi lagi? Apa selama ini memang Mike yang menjebaknya? Mengapa Mike begitu jahat padanya? Sungguh, ia tidak tahu jika teman Mike yang dimaksud adalah teman Matt juga, sungguh ia amat menyesal.


“Matt, ini tidak seperti-”


“Kukira kita bisa jadi seperti dulu lagi Jess.”


Jessica cukup tersentak, emosi Matt mereda, yang ada hanya suara sendu yang amat menyakitkan. Matt tetap fokus pada kemudinya tanpa berniat melirik Jessica. Matt merasakan hatinya benar-benar hancur, ia sudah sangat lelah untuk marah. Untuk pertama kalinya ia melihat Jessica dengan begitu rela mendampingi Mike.


“Kau tahu mengapa aku tidak menunjukkan surat cerai? Karena kupikir kita bisa memperbaiki semuanya, karena kupikir aku bisa memaafkanmu.”


Jessica amat tersentak, tanpa sadar air matanya keluar. Entah mengapa dadanya begitu sesak, sungguh Matt akan memaafkannya? Mengapa jadi seperti ini? Apa Matt memang bukan ditakdirkan untuk dirinya? Ini semua hanya jebakan Mike, sungguh ia amat menyesal mendampingi Mike di pesta pernikahan itu.


“Matt kumohon, dengarkan aku dulu. Aku dan Mike hanya-”


“Tapi ternyata kau malah menunggu surat cerai itu, haha.”


“Matt, kumohon-”


“Siapkan dirimu esok, aku akan mengundang ayah dan ibu untuk bicarakan perceraian.”

__ADS_1


__ADS_2