
Ceklek..
Pintu terbuka ia berdiri di depan pintu dengan ngos-ngosan dan berjalan mendekatiku mengambil gelas berisi air yang masih kuteguk.
"Heii..." Kataku dengan keras sembari menajamkan pandanganku pada galang. Galang hanya diam saja menghabiskan air putih dalam satu tegukan, kemudian mengacak rambutku dan berlalu. Tampak dari belakang Galang terlihat sangat sexy celana training pendek dengan kaos yang melekat memperlihatkan otot ototnya. Mengapa aku baru menyadarinya.
"Oh my God.." Batinku sembari mengusap bibirku.
Karena hari ini aku libur Kuliah aku ingin bermalas malasan di rumah saja. Tiba-tiba galang muncul dari balik pintu kamar. "Nggak pengen mandi bareng?" Ucap galang dengan nada setengah menggoda. aku hanya menggeleng dan merebahkan tubuhku di atas sofa. Tapi galang malah berjalan kearahku dan menggendongku. aku berteriak kaget "Galang turunin aku nggak?"teriakku sambil ku gigit lengan galang. "Ayo mandi jangan males-malesan!" seru galang memaksa ku mandi dan berjalan terus sampai kamar mandi kemudian menurunkanku. Aku langsung berlari tetapi ditarik oleh galang. aku membalikkan tubuhku dan melingkarkan tanganku ke leher galang. "Aku mandi kalo kamu selesai mandi" langsung ku cium kilas bibir galang dan meninggalkan galang yang masih berdiri di dalam kamar mandi. Entahlah setelah itu aku berjalan keluar kamar dan mendengar galang sudah menutup pintu kamar mandi. aku berjalan ke ruang Tv kemudian duduk diatas sofa. aku mengamati sekeliling lalu berdiri lagi menghampiri bunga pemberian sylvia, aku meraih kertas berwarna kuning disebelah potnya. May Floris dan terdapat alamat toko bunganya. "Apa daerah ini dekat sama rumah sylvia ya?"gumamku dalam hati. Kuraih kertas itu kuselipkan ke dalam Sling bag ku.
Setelah beberapa menit aku tertidur di sofa depan Tv dengan buku yang menutupi wajahku. Galang menghampiriku dan membereskan kekacauan di ruang Tv. "Ini dia kenapa malah tidur" gerutunya kesal sambil memindah buku yang berserakan ke bawah meja . "
Aku perlahan membuka mataku menguceknya dan terlihat galang sedang dibawahku membereskan tumpukan buku. "Galang" ucapku sembari mengucek mataku. "hmm" galang tetap dalam posisi membereskan buku buku di bawah sofa. "Aku rimdu ibuku tadi aku mimpiin ibu."ucapku kemudian aku duduk . kulihat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. "Yasudah kita ke sana. kamu lagi libur juga kan?" Galang kemudian menatapku dan duduk disampingku. "tapi lusa aku kuliah." aku menatap galang dengan mengerucutkan bibirku. "lagian bentar lagi kamu udah balik dan kamu juga belum pernah bermain ke desaku" kataku sambil berdiri menuju ke kamar. "Yaudah kamu mandi . biar aku packing trus kita berangkat."Jawab galang sembari menghampiriku ke dalam kamar. "Seriuss??" tanyaku pada galang dan wajahku yang berseri seri karena akhirnya aku pulang setelah sekian lama.
Galang hanya mengangguk kemudian aku menghampiri galang. Aku memilih membantu galang packing terlebih dahulu baru mandi .setelah semua beres aku langsung ke kamar mandi.
__ADS_1
Dari kepindahanku ke Jakarta untuk pertama kali kuliah aku akan pulang ke rumahku di desa. Alasan mengapa aku tidak pernah pulang bukan hanya karena jauh karena Kuliah pun aku jarang libur dan terlebih ibu memilih untuk mengunjungiku saja. Dan karena sekarang aku sudah menikah. belum lagi kuliah ku semakin padat dengan tugas, pulangpun hanya bisa istirahat tidur sebentar saja. Senang rasanya aku akan pulang apalagi pulang kali ini aku sudah bersuami.
Setelah mandi aku langsung berganti baju. karena rambutku masih basah dan kulilit dengan handuk. aku langsung bercermin dan berdandan. setelah selesai berdandan galang masuk dan mengambil sesuatu dari lemari kemudian menghampiriku . Galang melepaskan lilitan handuk dikepalaku dan mengeringkan rambutku dengan hair dryer yang dibawanya dari lemari. Galang mengeringkan rambutku sambil sesekali mencium pipiku . "kenapa kamu bisa cantik begini sih" Kata galang sambil mencium pipiku gemas. aku hanya tersenyum saja. terlihat dari cermin bahwa pipiku sudah memerah . setelah selesai mengeringkan rambutku aku berdiri dan membalikkan badanku menghadap galang . Aku memegang kedua sisi pipi galang. Cup. ku cium hidung galang yang mancung. "lagiii?" Galang memanyunkan bibirnya ke arahku. aku mencubit pinggangnya dan kemudian dia tertawa.
Kami keluar appartement tiba tiba ponsel Galang berdering. "iya pi?" galang mengangkat telfon. "Papi?"tanyaku dengan mulut berucap tanpa mengeluarkan suara. galang mengangguk. kemudian ia melanjutkan telfonnya. tak lama papi mengubah panggilan menjadi video. "ah papi benar benarr" galang berdecak kesal. "ada apa lagi pii" tanya galang ketus. "mana istrimu?" tanya papi di seberang video callnya
kemudian galang mangarahkan layarnya ke arahku. "Papi apa kabar?" tanyaku pada papi sambil kulambaikan tanganku dalam video call. "Sehat seperti yang kamu lihat" Papi menjawab sambil menggerak gerakkan wajahnya. aku hanya tertawa kecil. "Oh iya bagaimana cucu papi? sudah ada ?" tanya papi lagi . aku hanya terdiam. kemudian galang meraih ponselnya dari tanganku. "Kami sedang merencanakannya pi. galang tutup dulu ya pi. kami mau kerumah ibu. papi sehat sehat." tanpa menunggu jawaban sang papi galang langsung mengakhiri telfonnya. aku masih melamun saja kemudian galang menepuk jidatku. "Aww" aku meringis sakit. "jangan ngelamun" galang langsung menggandeng tanganku. kami berjalan ke arah lobi appartement menunggu mobil datang menjemput kami.
Kami berangkat menuju ke rumahku diantar oleh pak sumar, sopir kepercayaan papi richard. perjalanan kali ini lebih lama karena macet yang panjang ditambah hujan lebat membuat pak sumar mengendarai mobil lebih hati-hati. Galang duduk di depan di samping pak sumar sedangkan aku di belakang menutupi diriku dengan selimut tebal yang ada di dalam mobil sambil memainkan ponselku. Tiba tiba ponselku berdering telfon masuk dari nomor yang tak ku kenal. "kok gak diangkat" ucap galang menghadap belakang . "nomor gak ku kenal" jawabku sembari menggeser layar menolak panggilan. "siapa tau penting" kata galang. aku hanya diam saja. tak lama ponselku berdering lagi dari nomor yang sama. "Angkat aja "ucap galang menggadap ke arahku lagi. "iya aku angkat" jawabku seraya menyentuh layarnya dan mengarahkan ke telingaku "Halo " Sahutku dalam telfon. "Lestari?" Jawaban dalam telfon tersebut. aku hanya diam karena aku mengingat suara ini. "siapa?" tanya galang. "ini siapa ya?" tanyaku dibalik telfonku. "Kamu sudah lupa sama suaraku tari?" jawab laki laki dalam telfon itu. seketika kumatikan telfonku. " ini o..orang asing salah sambung" jawabku dengan sedikit tersenggal. galang menatapku dengan dahi yang berkerut keheranan. aku memalingkan wajahku menatap keluar jendela.
Aku jelas jelas mengingat suara itu. suara laki laki dalan telfon itu. aku menelan ludahku berat. "Mas bima?" gumamku dalam hati. aku tak sadar bahwa dari tadi galang masih menghadap ke belakang menatapku yang terlihat gugup. "Kamu kenapa?" aku hanya menggeleng memberi maksud tidak apa apa.
"Beib, ayo bangun udah nyampe"Galang mengusap dahiku lembut. "Ah jam brapa ini?" aku membuka mataku. "jam 3 pagi. ayo cepetan bangun" galang menarik tanganku lembut, kemudian aku turun dari mobil dan ku lihat rumahku. "Akhirnyaaa...pulaang"aku melonggarkan tubuhku mengangkat tanganku ke atas sambil ku hirup udara pagi yang masih dingin. Galang menatapku dengan menahan senyumnya. aku langsung berjalan meninggalkan galang yang masih mengurus koper bersama pak sumar.
Tok..tok..tok.
__ADS_1
. tak ada jawaban.
Tok... tok..tok.. "hmm ibu pasti masih tidur." gumamku.
tetapi tidak lama..
ceklek.
ibu membukakan pintu, terlihat seperti orang yang masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya ibu mengucek matanya dan melotot menatapku yang tersenyum sumringah di depan ibu.
"Tariiii" Ibu tampak kaget dengan kehadiranku. aku langsung memeluk ibuku dan mencium kedua pipi ibuku. "Iya ini tari. Ibu gak kangen sama anak ibu apa?"tanyaku ketus sambil masih kupeluk ibu. "Ibu Maaf pagi pagi kami mengganggu ibu"Galang datang sambil membawa koper besar dan tas kecilku. "Yaa enggak lah. ibu malah seneng bangeet kalian datang" ibu mencubit kedua pipiku pelan. kami masuk ke dalam bersama pak sumar. Galang tampak memandang sekeliling rumah ku. "Ini rumahku galang . aku dari kelas 3 SD tinggal disini." aku berdiri mengambil koperku dan ku bawa masuk ke dalam kamar. "Yasudah kalian pasti capek cepet tidur sana. Galang cepet istirahat ke kamar." ucap ibu sambil mendorong punggung galang. Pak Sumar juga akan menginap disini dan akan kembali ke Jakarta lagi nanti siang.
Ketika galang memasuki kamarku galang tampak sedikit kaget. "Wahh ternyata istriku pandai juga" Galang mendekati tembok yang berjejer foto fotoku yang sedang membawa piala dalam beberapa kejuaraan saat masih bersekolah. galang sedikit tertawa. "Kenapa tertawa? ada yang lucu?" tanyaku pada galang. "lihat ini kamu tembem banget, ternyata dulu kamu pernah gendut " jawabnya sambil tertawa. "emang kenapa kalau gendut?" aku melengos sambil tetap menata baju baju dalam koper. "lucuuuuu" galang kemudian mendekat dan mencubit kedua pipiku. "ih sakit galang" ku lepaskan tangan galang dari pipiku dan beranjak mengganti bajuku. Aku mencuci muka dan menggosok gigi lalu menuju ke kamarku. tapi aku mampir di kamar ibu. ibu terlihat sudah tertidur lagi. aku mendekati ibuku dan kucium pipi ibu "Tari cepet istirahat sana !"seru ibu sambil mendorong pahaku. "Iyaa iya ibu. tari kan cuman kangen sama ibu. tari tidur sini yaa"aku sedikit menggeser kaki ibu. "Kamu udah bersuami. temani suamimu sana"Seu ibu lagi . kemudian aku langsung berdiri keluar dari kamar ibu.
Ku lihat galang sudah memakai kaos pendek berwarna hitam dengan celana panjang bermotif garis-garis ia sudah merebahkan tubuhnya di ranjang. "Kamu gak ke kamar mandi dulu?" tanyaku kemudian aku duduk di tepi ranjang. "aku udah capek banget, kakiku udah gak kuat buat jalan ke kamar mandi..."
__ADS_1
Galang diam sejenak "tapi kalo kamu mau gendong nggak papa" imbuhnya sedikit menggodaku. "Ogah, aku udah ngantuk" ku rebahkan tubuhku di samping galang dan brughh...
Setengah badan galang menindihku. aku merasa aneh karena leherku terasa geli. " Galang kamu itu berat aduh sanaan deh" ku dorong lengan galang yang melingkar di dadaku. tapi galang tetap memelukku sambil menciumi leherku, bahkan sedikit menggigitnya. aku hanya diam saja tapi galang semakin rakus ia menciumi leherku dadaku dan menyibakkan kaos tank top ku hingga terlihat perut ku yang datar ia menciuminya. aku merasa geli tapi menikmatinya. tak lama galang bergeser tepat diatasku ia menciumi bibirku melumatnya. aku baru merasakan sensasi ini. ia semakin dalam melumat bibirku . kemudiam menjalar ke leherku ke kedua buah dadaku turun lagi sampai aku merasa kegelian . kemudian galang duduk. ia berusaha melepas tank top ku. aku hanya diam saja menuruti galang. tanpa menunggu lama galang melepas tali bra ku dan aku sudah telanjang tanpa bra. galang menciumi kedua buah dadaku aku merasakan sensasi aneh tapi aku menikmati setiap ciuman yang diberikan galang. hingga saat ia hendak menurunkan celanaku. tiba-tiba aku teringat sesuatu. "galang.. stop" aku menatap wajah galang. galang tampak kaget. "emm. aku sedang datang bulan.."kemudian galang memggeser tubuhnya disampingku. ia tampak murung. "Tunggu kalo selesai datang bulan ya galang." aku mengelus lengan galang. ia hanya diam saja. kemudian galang melepas kaosnya. "kenapa malah dilepas kaosnya?"tanyaku bingung menatap galang yang tiba tiba melepas kaosnya. "kita tidur bertelanjang dada bersama" kemudian galang merebahkan tubuhnya dan aku tidur disampingnya. galang memelukku menghadapkan wajahnya ke arahku. Ia semakin mengeratkan pelukannya. Aku merasa aneh dengan situasi ini, tapi aku merasakan kehangatan. Aku suka hehe.