
...Enjoy and Happy Reading...
Boltom’s Company
14.45
“Tuan, tuan.”
Corrine merenggut kesal mendengar suara ketukan di pintu kerja Matt. Sedangkan perutnya sudah semakin tipis, ia sangat lapar. Setelah bujuk rayunya kepada Matt selama dua jam untuk menemaninya makan siang, namun pria itu seolah tuli. Ia tetap fokus dengan pekerjaannya.
Sejak istri sahnya itu mengunjungi mereka berdua di ruangannya, Matt jadi begitu dingin. Padahal ia hanya menumpang untuk mandi di kantor Matt, tapi gadis bernama Jessica itu terlihat telah salah paham dengannya. Dan itu semakin membuatnya bahagia. Perpisahan Matt dengan Jessica seharusnya semakin dekat.
“Jika tidak ada yang penting kau bisa pergi Mark!”
Teriakan Corrine membuat Mark yang masih berada didepan pintu mendengus kesal, ia begitu tidak suka bagaimana Corrine bersikap seolah menjadi Nyonya Boltom. Sedangkan Jessica sendiri tidak pernah memperlakukannya seperti itu.
Tanpa mendengarkan ucapan Corrine, Mark membuka pintu atasannya itu. Ia tidak peduli jika Corrine memakinya ataupun atasannya itu marah padanya. Karena jika ia tidak menyampaikan berita ini secepat mungkin, bisa saja karirnya yang dipertaruhkan karena ia begitu hapal dengan watak bosnya itu, Matthew Boltom.
“Aku tidak menyuruhmu masuk Mark.”
Ucapan dingin Matt seolah menembus telinga Mark, ia menatap atasannya itu. Entah mengapa setelah bertemu dengan gadis bernama Corrine ini atasannya jauh lebih tertutup dan dingin. Padahal ia tahu, dibalik sifat Matt yang keras kepala, sebenarnya pria itu penuh dengan kehangatan dan sangat mencintai keluarganya.
“Ta,Tapi Tuan. Ini mengenai Nyonya, Nyonya Jessica dan Lyn.”
Matt seketika terdiam mematung dan menatap Mark dengan tatapan khawatir. Ia sebenarnya begitu mengkhawatirkan Jessica, terlebih bagaimana gadis itu melihat Corrine dengan hanya memakai balutan handuk didepan kamar mandinya. Dan ia sangat menyesal begitu patuhnya ia dengan Corrine dan tidak mengejar Jessica. Membiarkan gadis yang selama ini dicintainya menjadi salah paham.
“Nyonya Jessica pingsan didepan Airin’s Elementary.”
Matt bangkit dari kursinya dan mengambil paksa ponselnya yang berada digenggaman Corrine. Ia dapat melihat sepuluh panggilan tidak terjawab dari Jessica dan juga tiga panggilan tidak terjawab dari Dr, Steffany. Steffany adalah dokter pribadi keluarga Boltom. Jantung Mark berdetak kencang, terlebih Dr. Steffany sampai memanggilnya, ini pasti ada yang tidak beres.
“Mark tolong cari tahu mengapa Jessica pingsan, aku akan melihat keadaannya.”
“Baik, Tuan.”
__ADS_1
“Matt, Matt, Tunggu! Lalu aku bagaimana Matt?!”
Teriakan Corrine kini dihiraukan Matt. Corrine merenggut kesal, mengapa ia dikalahkan lagi dengan gadis bernama Jessica itu. Diam-diam Mark menyeringai, melihat seorang Corrine Edmond tidak diperdulikan oleh atasannya, menjadi suatu hal menyenangkan baginya.
...****************...
Vive’s Hospital
15.03
Brak!
Mike menoleh kearah pintu yang seolah telah didobrak seseorang, dihadapannya tepat berdiri Matt. Terlihat jelas dari wajah keduanya ini adalah sebuah kejutan yang tidak terduga. Terlebih setelah beberapa tahun Mike pergi bak ditelan bumi, dan kini kedua kalinya mereka bertemu setelah di Resto pizza pada saat itu.
Matt mengepalkan tangannya erat, mengapa Mike bisa ada di rumah sakit bersama Jessica? Ingin rasanya ia meninju Mike dan memakinya, namun setelah mengingat bagaimana Jessica yang berusaha menghubunginya dengan beberapa panggilan menjadi ia urungkan.
Mungkin saja gadis itu berusaha menghubunginya, namun karena ia tidak bisa dihubungi. Satu-satunya yang terlintas dipikirannya pasti adalah Mike.
“Aku menemukannya pingsan di Airin’s School dan ia selalu meracau mengenai Lyn.”
“Maaf, maafkan aku Jessie.” Matt berbisik pelan.
Mike hanya dapat menatap sendu kearah kedua pasangan itu, sebenarnya ia begitu kesal dengan Matt. Pria itu telah menyakiti orang yang begitu disayanginya. Entah ada apa hubungan Matt dengan gadis bernama Mary itu, yang ia ingat adalah Jessica menangisi mereka berdua.
Diluar ruangan Corrine merenggut kesal, terlebih bagaimana reaksi berlebihan Matt setelah mendengar Jessica pingsan, pria itu sangat-sangat berlebihan baginya. Mendengar suara pintu yang terbuka Corrine tersenyum bahagia. Matt hanya ingin tahu keadaan Jessica, jika benar-benar mengkhawatirkan Jessica, setidaknya pria itu seharusnya menjaga Jessica sampai ia sadar.
Namun setelah melihat siapa yang keluar dari ruangan itu, Corrine tersentak kaget. Ia tidak bisa mengatakan sepatah katapun. Sedangkan seorang pria yang baru keluar dari ruangan itu hanya menatapnya datar, seolah kehadirannya adalah hal biasa. Berbanding terbalik dengan reaksi Corrine.
“Un..Untuk apa kau disini?”
“Bukankah seharusnya aku yang bertanya padamu?” Mike menatap Corrine dingin.
“Kita perlu bicara.” Mike berucap dan berjalan melewati Corrine.
__ADS_1
...****************...
“Bukankah kau tahu Matt telah memiliki keluarganya sendiri Corrine?”
Corrine hanya mendengus kesal, selalu dan selalu ia mendengar seperti itu. Dan jawabannya akan tetap sama, ia tidak peduli. Dulu Matt memang pernah menolaknya, namun sekarang Matt tidak akan mungkin menolaknya, terlebih ayahnya kini mendukungnya. Mendukungnya merebut Matt kembali.
“Ia telah memiliki anak, seharusnya kau-"
“Ya,ya katakan itu lain kali.”
Ucap Corrine bosan dan berjalan melewati Mike, dengan cepat Mike mencengkram tangan Corrine dan menyudutkannya ke dinding. Corrine tersentak dengan kelakuan pria itu, untuk pertama kalinya pria dihadapannya ini berbuat kasar padanya. Sedangkan Mike mengepalkan tangannya erat, sedangkan kepalanya terngiang-ngiang bagaimana tangisan memilukan Jessica tadi pagi karena gadis dihadapannya. Tidak, ia tidak sanggup melihat Jessica menangis lagi. Itu janjinya kepada gadis itu.
“Jika kau menyakiti Jessica, aku tidak akan tinggal diam Corrine!”
Corrine hanya memandang pria itu rendah dan selanjutnya gadis itu tertawa keras, seolah ancamannya hanya lelucon belaka. Sedangkan Mike tetap memandang dingin gadis itu, ia sudah terlalu hapal bagaimana watak Corrine.
“Jadi semua ini karena Jessica? Oh, jangan bilang kau juga mencintai Jessica, Mike?”
Corrine menghentakkan tangannya yang digenggam Mike dan menekan kata diakhir kalimatnya serta menandang pria itu dengan tatapan mengejek. Mike hanya terdiam, ia terlalu bingung ingin mengatakan apa. Karena Corrine tidak mungkin mendengarkannya. Selanjutnya Corrine kembali tertawa, kali ini tawanya lebih keras dari sebelumnya.
“Kau tahu, dunia begitu sempit Mike?”
Kali ini Corrine melangkah, membuat jaraknya dengan Mike semakin dekat. Mike hanya terdiam mematung, entah apa yang akan dilakukan Corrine padanya. Corrine mendekatkan bibirnya pada telinga Mike.
“Namaku Mary disini, bukan Corrine. Atau aku juga harus memanggilmu Adam Edmond, Kakak?” Corrine berbisik pelan, dan menjauhkan wajahnya dengan senyuman menyeringai
"Ayo kita hancurkan keluarga Boltom itu. Aku bisa bersama kekasihku, dan kau bisa bersama Jessica bukan?"
"Kau pasti sudah gila!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yey! Married life 2 is back!
__ADS_1
Author akan post seminggu sekali yaa, kemungkinan sabtu atau minggu. Jadi akan berlaku minggu bsk yaa, tgl 5 In Syaa Allah author akan mulai post rutin seminggu sekali. Ditunggu sabtu besookk~
Semangatt selaluu~ Luvyaa❤