
Dua Bulan Sudah aku menjalin kedekatan dengan Galang. Galang masih saja menanyaiku mengenai jawabanku atas pertanyaannya untuk mengajakku menikah. Toh aku sampai saat ini sudah tidak diberi kabar oleh mas bima. Bahkan bisa saja mas Bima sudah punya kekasih seorang Dokter. ini sudah hampir setahun Aku kuliah di Jakarta dan tidak mendapat kabar sama sekali darinya. Entah mungkin hatiku sudah tak lagi merindukan mas bima tetapi merindukan galang yang selalu perhatian selama dua bulan ini padaku. Aku sudah meyakinkan hatiku. Jika Mas Bima Bulan ini tidak memberiku kabar. maka aku akan menerima ajakan menikah dari galang.
Sebenarnya aku tidak mau terlalu terburu-buru untuk menikah. Karena aku juga masih terbilang sangat sangat muda. bahkan aku masih akan menginjak usia 19 tahun Dua bulan lagi. tapi entahlah mengapa aku juga ingin cepat menikah dengan Galang. Kurasa aku juga semakin jatuh hati padanya dan ingin cepat-cepat hidup bersamanya. Mungkin ini yang dinamakan dimabuk asmara. Aku sudah berbicara pada ibu. Bahkan ibu terdengar sangat senang ketika mendengar aku akan segera menikah apalagi galang yang ingin menikah denganku.
Hari-hariku masih kusibukkan dengan urusan kampus yang semakin padat dengan jadwal karena ini mendekati masa Ujian Akhir semester ini. Aku sibuk diperpustakaan sampai beberapa kali mengabaikan telefon dari Galang dan Ibu. Aku masih akan menginjak Semester 3 tahun depan.
__ADS_1
Sebenarnya jika urusan menikah. aku tidak merasa terbebani. Dulu sewaktu aku masih SMA. Banyak sekali lelaki berseragam mulai dari Polisi, berseragam Guru, Kantoran bahkan tentara seperti Mas Bima datang kerumahku untuk melamarku menjadi istri mereka. yaa tetapi karena saat itu aku masih SMA maka ibu selalu mengatakan pada mereka bahwa masa depanku masih sangat jauh. dan Ingin melihatku sukses dulu. itu jawaban ibu saat laki laki yang datang kerumahku datang melamarku. bahkan mereka tidak segan mengatakan bahwa aku tidak perlu kuliah ataupun kerja cukuplah menjadi ibu rumah tangga saja. tetapi ibuku tetaplah ibuku yang gigih dengan jawabannya yang menginginkan aku kuliah dulu.
tapj entahlah mengapa waktu itu ibu sendiri yang malah memintaku untuk segera menikah. padahal sudah jelas waktu itu aku masih baru saja masuk kuliah. Tetapi sekarang setelah hari hari kulalui dengan galang dan aku merasa mantap dengan pilihanku.Aku memantaokan hatiku untuk mengiyakan ajakan galang untuk menikah.
Hari ini adalah hari terbahagiaku. karena tepat di hari Ulang tahunku yang ke 19 Galang melamarku di depan ibu dan keluarganya. sebelumnya galang hanya mengatakan bahwa ia akan merayakan ulang tahunku di kafe . itu saja . tapi saat aku mengetahui bahwa galang melamarku "Will you marry me" Galang mengeluarkan cincin dari box kecil berwarna hitam yang berkilauan itu. saat itu juga air mataku meleleh mebasahi pipiku yang langsung di seka oleh galang. Entahlah sifat galang yang manis ini benar -benar membuatku melumer. Ku peluk Galang di depan keluarga ku dan aku mengangguk "yaa aku mau"jawabku sembari menatap galang kemudian kupeluk dia. Semua keluarga bertepuk tangan bahagia menagis haru. kulirik ibuku yang terlihat menyeka air matanya dengan punggung tangannya.
__ADS_1
Galang memasangkan cincin dijari manisku kemudian tersenyum menatapku. aku merasa sangat bahagia. sangat sangat bahagia. itu yang kurasa saat ini. Bahagia menatap lelaki yang kucintai sejak beberapa bulan ini.
Ku peluk lagi pria tampan di depanku ini . ia mencium manis pelipisku mengeratkan pelukannya.
Setelah itu kuhampiri ibuku dan kupeluk ibuku. "Selamat nak.." Ucap ibu mengeratkan pelukannya.
__ADS_1