
Sebenarnya jarak umurku dengan Galang terpaut 6 Tahun. Saat ini aku berusia 19 tahun sedangkan galang berusia 25 tahun. perbedaan usia yang jauh membuatku harus bisa menyesuaikan diriku dengan galang yang berpikiran cukup dewasa. Kadang aku teringat kembali saat dulu pertama kali berpacaran dengan mas Bima, ia memintaku untuk memanggilnya dengan sebutan *Mas* . dan sekarang sudah jelas jelas umur galang lebih tua dari mas bima. Tapi aku lebih suka memanggilnya dengan panggilang *beib* atau *yang* dari pada *Mas* yang malah akan membuatku mengingat pada masa laluku . karena pada awal pendekatan, Galang memulainya memanggilku dengan panggilan kesukaannya yang kusukai juga yaitu *beib* . aku merasa seperti dimanjakan oleh galang ketika ia memanggilku dengan panggilan itu .
*****
2 hari ini aku membantu menata koper Galang yang tak selesai selesai. karena ia tidak ingin terburu buru menyiapkan semua yang akan dibawa ke Mellbourne. dan sebenarnya hari ini juga aku sudah selesai datang bulan. tapi aku tidak ingin memberi tahu galang terlebih dahulu. "Sayang ikut aku yuk " Galang keluar dari kamar mandi, ia terlihat sangat maskulin sambil menggosok rambutnya dengan handuk kecil dan mengenakan kimono berwarna hitam. "Kemana?" tanyaku mendongakkan wajahku menatap galang. "Ke Mellbourne" ucapnya sambil duduk di sofa samping ranjang. "Aku sudah mengambil banyak cuti sayang, dan ini sudah memasuki jadwal jadwal ujian praktik" jawabku kemudian kututup koper dan berjalan ke pangkuan galang.
__ADS_1
"Nanti kamu pasti kesepian" galang mengusap pelipisku.
" Aku akan meminta ibu menemaniku selama kamu pergi. Bukannya kamu cuman dua bulan di mellbourne?" tanyaku sambil mengusap pipi galang .
"Nanti kalo aku kangen kamu? gimana?" tanya galang kemudian ia mendaratkan ciuman di pipiku.
"Sayang, kamu sudah selesai datang bulan kan?" Galang memelukku erat sambil mencium leherku yang terbuka karena aku hanya mengenakan tank top saja. Aku diam terpaku.
"Bagaimana dia bisa tau" gumamku dalam hati, dan memalingkan wajahku .
__ADS_1
"iya kan sayang?" tanyanya lagi.
"em. nanti malam aja ya sayang" bujukku pada galang.
Tapi tiba-tiba galang menggendongku dan melemparku ke ranjang. "aww" pekikku lirih. "aku sudah nggak bisa nunggu lagi sayang" Ucap galang sambil menundukkan kepalanya ke wajahku. "Astaga ya tuhan.ini pertama kalinya aku merasakan jantungku berdetak lebih cepat seperti lari marathon." gumamku dalam hati. tak lama setelah itu galang langsung menindih tubuhku dan mendaratkan ciuman ciuman di sekitar leher jenjangku . ia mendudukkan ku dan membuka tank top ku. aku merasa takut. "Galang" ucapku lirih, galang fokus melepas tank top yang melekat ditububku sampai terangkat dan terlepas. " hemm" ucap galang sambil mencium punggung tanganku. " bisakah kamu melakukannya dengan pelan?" ucapku pada galang dan ia tersenyum sangat manis. tak butuh waktu lama ia melucuti semua yang menempel ditubuhku hingga tak ada kain yang tertinggal sehelai pun di tubuhku. aku merasa malu melihat diriku yang telanjang di depan galang. aku hanya memalingkan wajahku ke samping kemudian galang meraih daguku dan memcium bibirku ia melumatnya dengan lembut. Aku hanya bisa memejamkam kedua mataku. sampai aku merasa ada sesuatu yang menusuk dibawah dan aku menjerit karena sakit. tak urung galang langsung mencium bibirku dan menyeka air mataku. Sampai akhirnya kami hanyut di dalamnya.
"Aku telah menjadi istri yang sesungguhnya sekarang." gumamku dalam hati.
*******
__ADS_1