Married Life

Married Life
2.14. My Daughter!


__ADS_3

...Enjoy and Happy Reading...


Bailey’s Villa


06.00


Corrine mengerjapkan matanya ketika alarmnya berbunyi, dengan cepat ia meraba alarmnya dan langsung mematikannya. Ia menatap Matt yang kini berada disebelahnya, Corrine tersenyum, seandainya ia bisa seperti ini dengan Matt. Menjadi istrinya dan terbangun dengan Matt berada disampingnya, ia akan menjadi wanita paling beruntung dimuka bumi ini.


Corrine mengancingkan kembali kemeja Matt yang kemarin ia buka, selanjutnya gadis cantik itu berdiri dan berjalan menuju meja kamarnya, ia mengambil ponselnya dan mengetik nama seseorang dilayar. Sebenarnya ia hampir tidak bisa tidur menunggu hari ini, menunggu berita besar ini.


“Halo kakakku sayang.” Corrine tersenyum lebar.


“Ada apa Corrine? Aku cukup sibuk hari ini.” Corrine tertawa kecil mendengar ucapan dingin Adam diseberang sana.


“Kau tidak akan menyesal mendengar kabar dariku Adam.” Ingin rasanya ia berteriak dengan kakaknya itu, tapi ia melirik kearah Matt, ia takut membangunkannya.


“Jika tidak ada yang penting, aku akan-“


“Lyn.” Adam seketika terdiam diseberang sana ketika Corrine mengucap nama anak Jessica dengan Matt. Tidak mungkin bukan jika Corrine menculik Lyn? Seharusnya Corrine tidak segila itu. Seketika jantung Adam berdetak kencang.


“Ada ap-“


“Dia anakmu.” Corrine tersenyum menyeringai, seolah kakaknya itu dapat melihat dirinya. Adam masih terdiam, seketika pikirannya kacau. Tidak, tidak, pasti Corrine hanya ingin main-main dengannya.


“Dia anakmu dengan Jessica, anak kandungmu.” Adam mematikan panggilannya.


...****************...


Rumah keluarga Boltom


06.30


Mike melajukan mobilnya tidak karuan, pikirannya kacau. Ia sebenarnya sudah memiliki firasat jika Lyn adalah anaknya. Tapi kenapa, kenapa Jessica merahasiakan darinya, dan juga Matt dengan besar hati menerima Lyn yang nyatanya adalah anak kandungnya. Tidak, ia tidak mungkin terpisahkan, terpisahkan dengan Lyn yang nyatanya adalah anaknya dengan Jessica. Sudah cukup untuk enam tahun ini, ia akan merebut anaknya dari siapapun.

__ADS_1


“Mau cari siapa Tuan?”


Seorang penjaga menghampiri mobilnya. Sekarang ia tepat didepan rumah besar keluarga Boltom. Ia ingin minta penjelasan, ia harus meminta penjelasan. Karena ia tahu, Corrine bukan orang yang suka main-main, walaupun ia begitu terobsesi dengan Matt, namun ia yakin jika Corrine tidak akan main-main mengenai masalah seperti ini.


“Jessica, Nyonya Jessica.”


“Nyonya ada didalam, tapi bisa saya minta identitas anda?” Penjaga itu tersenyum padanya.


“Aku lupa membawanya. Tapi ini penting, ini sangat pentjng. Ini mengenai Tuan Boltom.”


“O..Oh baik Tuan, silahkan masuk.”


Gerbang besar itu terbuka otomatis, sebegitu ketatnya kah rumah Boltom ini? Identitas? Hal bodoh macam apa itu? Atau Matt sangat takut jika ia akan datang kerumahnya? Tapi Matt benar, toh ia sudah dirumahnya sekarang.


Mike memarkirkan mobilnya didepan rumah besar itu, terakhir kali ia memiliki rumah sebesar ini adalah ketika ia masih menyandang status keluarga Edmond, bahkan rumah keluarga Edmond masih jauh lebih besar dari pada rumah keluarga Boltom. Mike memencet bel rumah besar itu.


Jessica tersentak ketika seseorang menekan bel rumahnya, siapa yang berkunjung dipagi hari seperti ini? Ia meletakkan roti panggang dan susu diatas meja makan, dan ia melirik kearah Lyn yang sedang berkaca diruang tamu. Lyn akan berangkat sekolah, dan gadis cantik itu sudah sangat rapi.


Pintu terbuka, dan dengan satu tindakan Mike memeluk Jessica. Jessica tersentak, terlebih bisa saja Lyn melihatnya seperti ini. Gadis kecil itu akan menanyakan beribu pertanyaan padanya.


“Lepaskan! Lepaskan aku Michael! Seseorang bisa salah paham!" Mike tersenyum miring, ia tidak peduli. Ia hanya ingin Jessica dan juga Lyn, itu harus ia dapatkan walaupun harus berperang dengan Matt.


“Katakan, katakan jujur padaku Jess. Kumohon!”


Mike memelas, Jessica seketika terdiam. Ia terlalu bingung penjelasan apa yang ingin Mike dapatkan darinya? Jessica melirik kearah Lyn yang hanya menatapnya dengan Mike yang masih berpelukan. Dengan sekuat tenaga Jessica berusaha melepaskan pelukan Mike.


‘Kumohon jangan, jangan dihadapan Lyn.’


“Katakan padaku jika Lyn adalah anakku, dia adalah anak kita. Jawab jujur padaku Jessie!"


Jessica tersentak, melihat Mike yang lengah dengan sekuat tenaga ia melepaskan pelukannya dengan Mike. Tidak, seharusnya Mike tidak tahu. Ia ingat, ia sangat ingat yang menyimpan rahasia ini hanya dirinya, Matt dan juga ibunya. Ibunya tidak mungkin membocorkannya, ibunya sudah meninggal setahun yang lalu. Atau jangan-jangan Matt.... Tapi, mengapa....


“Tidak, tidak, kau pasti salah Mike. Ini tidak, tidak-“

__ADS_1


“Jessica, kumohon! Aku mohon, jujur padaku!”


Mike berteriak dan memandang marah kearah Jessica. Jessica tersentak, untuk pertama kalinya Mike begitu marah padanya. Terakhir melihat Mike seperti ini sekitar enam tahun yang lalu, saat ia begitu marah dengan pernikahannya dengan Matt.


“Mommy.” Mike tampak tersentak, tidak jauh dari dirinya berdiri terdapat Lyn yang menatapnya dengan pandangan yang begitu takut.


“Lyn, Lyn datang ke Uncle sayang. Lyn.” Lyn menatap Mike ragu, yang dalam pikirannya hanya Mike yang berteriak pada ibunya, dan itu menakutkan baginya.


“Tidak, tidak. Lyn pergi ke kamarmu.”


Lyn hanya menatap kedua manusia itu, ia terlalu bingung apa yang harus dilakukannya. Jika ia pergi, ia begitu takut jika Ibunya akan disakiti. Cukup ayahnya yang suka membuat ibunya menangis, tidak untuk siapapun. Ia kira Uncle dihadapannya ini adalah orang yang baik, tapi kini pandangannya berubah setelah melihat apa yang sekarang terjadi.


“Lyn, Mommy bilang pergi ke kamarmu!” Kali ini Jessica berteriak, tanpa aba-aba lagi Lyn pergi kedalam kamarnya. Mike menatap Jessica penuh amarah.


“Dia.anakku.Jessica!” Mike berucap dengan penuh penekanan.


“Keluar, keluar Michael!” Jessica mendorong Mike, berusaha membuat pria itu menjauh sejauh mungkin dari rumahnya.


“Lyn adalah anakku!”


Plak!


Mike tersentak, satu tamparan keras kini telah ia terima dari Jessica. Kini mata Jessica berkaca-kaca ia amat kacau, entah apa yang harus ia lakukan sekarang. Terlebih Matt sudah tidak pernah pulang beberapa hari ini, dan ia tidak mau jika Matt kembali salah paham padanya.


“Jess...”


“Pergi, pergi dari kehidupanku dengan Lyn. Kau memang ayahnya, tapi kau adalah ayah terburuk yang pernah Lyn dapatkan.”


Mike kembali tersentak, kini tamparan yang ia terima tidak sebanding dengan ucapan Jessica padanya. Jessica menghapus air matanya, dan kembali mendorong Mike keluar pintu. Mike terdiam, ia terlalu shock dengan ucapan Jessica. Setelah dipastikan Mike sudah diluar, Jessica langsung menutup, dan menguncinya.


“Maaf, maafkan aku Michael.” Jessica menghapus linangan air matanya.


Pria itu menatap CCTV yang ada didalam keluarga besar Boltom itu, cerita yang amat menarik. Ia menekan beberapa tombol diponselnya dan berakhir dengan pesan suara. Berita ini harus disampaikan, cepat atau lambat.

__ADS_1


“Tuan Boltom, Tuan Bellamy sedang bertemu istrimu saat ini.”


__ADS_2