
Ada beberapa kata yang agak kasar di episode kali ini, jadi jangan ditiru ya! Sejujurnya author juga ga tahu akan di sensor atau engga sama pihak Mangatoon.
Tapi author sudah peringatin untuk tidak meniru, kenapa engga author sendiri aja yg sensor? Author kurang dapet feel klo ada kata yg disensor-sensor. Karena author udh anggap kalian udh dewasa, jadi lebih bisa memilah dalam berbahasa. So...
...Enjoy and Happy Reading...
Vive’s Hospital
23.40
“Maafkan kelakuan Corrine, Jessie.”
“Tidak apa Mike, pasti ia punya alasan besar melakukan ini semua padaku.”
Jessica meringis kesakitan kala perawat sedang memperban lukanya, lukanya tidak teralu besar tapi pasti sangat dalam, itu bisa dilihat bagaimana pisau lipat itu hampir penuh menancap dipahanya. Mike yang melihatnya merasa bersalah. Selain karena Matt, pasti Corrine melakukan hal ini juga karena dirinya. Terlebih ia telah mengatakan jika Jessica meninggalkannya dan menikahi orang lain yang ternyata adalah Matt, pria yang dicintai Corrine.
“Saya akan membuka perbannya ketika lukanya mengering Nyonya, apa ada lagi yang bisa saya bantu?” Perawat dengan rambut sebahunya itu bertanya.
“Tidak, tidak ada. Terimakasih banyak Suster.” Perawat itu hanya mengangguk dengan senyuman dan selanjutnya keluar ruangan.
“Corrine, apa ia adikmu Mike?”
Jessica bertanya dan menatap tepat dimanik mata Mike, Mike hanya menghela napas. Ia tahu, dengan tingkah Corrine, ia tidak bisa menyembunyikan ini semua lagi. Padahal ia sudah bisa menebak ini semua akan terjadi setelah tahu jika Ed Company akan berkerja sama dengan Boltom Company. Siap atau tidak, ini semua akan terjadi.
“Kau masih mengingatnya ya? Ia memang adikku, tapi kurasa ia sangat banyak berubah.”
Jessica menatap Mike yang terlihat terbang dengan pikirannya. Ia dulu sudah sangat lama menjalin hubungan dengan Mike, namun ia belum benar-benar tahu tentang pria ini. Dulu Mike sangat tertutup dan hanya berbicara jika itu dianggapnya penting. Karena itukah selama ini ia diam? Mike terlalu takut berbicara mengenai keluarganya, yang ternyata menjadi salah satu keluarga terkaya didunia, Edmond Family.
“Dan keluarga Edmond, kau merahasiakan keluargamu?” Mike tersenyum tipis memandang Jessica. Tapi terlihat jelas jika ada keraguan diwajah Mike untuk menjawabnya.
“Keluarga Edmond bukan keluarga yang biasa-biasa saja, tapi sayangnya aku hanya ingin hidup seperti kebanyakan orang biasa.”
Mike berucap pelan. Jessica mengerti, dengan memiliki keluarga yang terpandang sudah dipastikan hidupmu akan menjadi pusat perhatian, dan Mike tidak menyukainya.
“Aku hanya ingin bersekolah dengan orang biasa, bergaul dengan orang biasa, dan menikah dengan orang yang kucintai.” Mike menatap dalam kemata almond Jessica, seolah berusaha menyalurkan perasaannya melalui tatapan.
“Jika aku masih berlabel keluarga Edmond, aku diharuskan menikahi seorang bangsawan. Sedangkan orang yang kucintai adalah gadis sederhana, yang memiliki tubuh rapuh namun hati yang kuat. Tapi, dengan keluarga Edmond aku tidak bisa mendapatkan itu semua.”
Diam-diam Mike tersenyum sedih, bahkan tanpa keluarga Edmond pun ia tidak dapat menikahi seseorang yang ia cintai. Jessica, Jessica Villegas adalah seseorang yang ada dihatinya hingga kini.
__ADS_1
Jessica menghela napas, ia menatap Mike yang sekarang telah menunduk. Apa Mike sedang menyatakan semua perasaan padanya? Jadi selama ini ia meninggalkan keluarga Edmond itu karena dirinya, kah?
“Aku ingin memberitahumu sesuatu Jessie.”
Jessica mendengarkan dengan seksama.
“Untuk melawan Corrine...
.... Kau harus kuat Jess.” Jessica terdiam.
“Jangan pernah terlihat rapuh dihadapannya, itu semakin membuatnya bangga dan merasa diatas.” Mike menatap Jessica dengan penuh keyakinan, sedangkan Jessica menatapnya ragu.
“Ta,Ta Tapi ia adalah Corrine, ia Corrine Edmond, Mike." Jessica tampak gugup, dari dulu ia memang tidak punya rasa kepercayaan diri. Ia terlalu takut bersaing dengan siapapun. Terlebih Corrine Edmond, seluruh dunia mungkin tahu siapa dia.
“Dan kau Nyonya Boltom Jessie, kau adalah satu-satunya Nyonya Boltom.”
Jessica terdiam, ia menatap Mike yang berucap menggebu-gebu. Mike benar, ia adalah Nyonya Boltom, Jessica Boltom. Dari beberapa kali pertemuan dengan perusahaan besar ia salah satu yang menjadi pusat perhatian dan dielu-elukan. Setidaknya jika seluruh dunia mendukung Corrine, negara ini seharusnya mendukungnya.
“Kali ini kau harus melindungi dirimu sendiri, yang kau lawan adalah Corrine Edmond bukan Lara Kim lagi Jessie. Tidak ada yang akan melindungimu, aku ataupun Matthew. Kau harus melawannya sendiri.”
(Lara Kim, salah satu musuh Jessica saat di Karin High School Married Life 1)
“Aku, aku-“
“Jika Corrine sanggup menyakitimu, ia juga tidak akan segan menyakiti Lyn, Jessie. Dan hanya dirimu yang dapat melindunginya.”
Jessica seketika mengepalkan tangannya erat. Siapa saja bisa menyakitinya, tapi tidak dengan Lyn. Lyn lebih dari nyawanya sendiri, ia harus melindunginya. Lyn tidak pernah bersalah, dan tidak ada kaitan apapun dengan masalahnya.
“Kuharap kau mendengarkan beberapa ucapanku Jess. Corrine bukan lawan yang mudah dikalahkan."
Jessica masih telihat terbang dengan pikirannya, gadis itu melamun namun wajahnya terlihat kesal dengan kepalan tangannya yang kuat. Mike menghela napas dan menatap arloji.
“Aku harus pergi, aku takut Matt datang dan kembali salah paham denganku.” Mike berdiri dari kursi, ia menatap sekilas kearah Jessica yang masih melamun. Dan selanjutnya, ia berbalik, menuju pintu keluar ruangan.
“Mike!” Mike berhenti dan berbalik menatap Jessica yang juga tengah menatapnya.
“Terimakasih, terimakasih banyak telah menolongku.” Mike hanya tersenyum tipis dan mengangguk.
“Mommy!”
__ADS_1
Mike maupun Jessica tersentak, Lyn memasuki ruangan dan langsung memeluk Jessica. Jessica membalas pelukan Lyn dan menggendongnya kedalam pelukannya. Jessica terisak, akhirnya, akhirnya Lyn kembali lagi dalam pelukannya. Ia benar-benar akan menyalahkan dirinya sendiri jika ada satu luka apapun ditubuh putrinya.
Matt menyusul, memasuki ruangan. Pria itu terkejut menatap Mike yang juga tengah berada disana, Matt mengepalkan tangannya erat. Ia tersenyum sedih, jadi selama ia menyelamatkan Lyn dari Tuan Villegas, Jessica dan Mike sedang bersama? Matt menatap Jessica dengan penuh kekecewaan.
“Uncle, Uncle menjaga Mommyku ya? Makasih ya Uncle, aku sayang Mommy.”
Lyn berucap ketika Jessica melepaskan pelukannya, Mike tampak terkejut mendengar ucapan Lyn. Matt semakin mengepalkan tangannya, terlebih Mike dapat mengambil perhatian Lyn, itu semakin membuatnya marah. Dengan kekesalan, Matt keluar tanpa mengatakan satu kata apapun. Mike dan Jessica yang melihat Matt keluar dengan amarah hanya saling berpandangan. Lagi dan lagi, Matt salah paham pada mereka.
“Sama-sama Sayang. Uncle akan menyusul Daddymu, kali ini kau yang harus jaga Mommy oke?”
“Siap, Uncle.”
Mike keluar dari ruangan, ia berharap Matt masih belum jauh. Sejujurnya ia lelah dengan kesalahpahaman ini semua. Jessica lebih memilih Matt, itu suatu fakta yang harus ia terima.
“Matt! Matthew!”
Mike berlari saat melihat Matt yang akan keluar rumah sakit. Mike menyentuh bahu Matt, namun ia tersentak ketika secara tiba-tiba Matt berbalik dan menarik kerahnya. Beberapa orang yang masih berada disana menoleh kearah mereka.
“Matt, kau telah salah paham. Aku dan Jessica-“
“Jangan pernah menyebut nama istriku, bajingan!”
Matt mendorongnya kedinding rumah sakit, Mike melihat resepsionis yang tengah berjaga mengambil telepon. Mike rasa, ia sedang menghubungi penjaga keamanan. Tapi kali ini Mike pasrah, jika Matt memang harus memukulinya ia akan menerima semuanya.
“Kenapa kau kembali Mike? Kenapa kembali ke kehidupanku dengan Jessica?!”
Matt berucap tajam, seolah ia sedang mengeluarkan taringnya. Mike menghela napas, sudah hampir tujuh tahun lewat dan Matt masih belum memaafkannya. Sebenarnya ia datang lagi ke negara ini karena kerja sama dengan salah satu perusahaan disini. Namun setelah melihat Jessica di Pizza’s Luv beberapa hari yang lalu, ia juga menyadari kebodohannya. Ia menghampiri Jessica, karena begitu merindukan gadis itu.
“Kau memang bajingan Mike, sampai kapanpun kau selalu menjadi bajingan!”
Matt mendorongnya, membuat punggungnya membentur dinding rumah sakit dengan keras. Jika dari awal ia tidak menghampiri Jessica, mungkin saja ini semua tidak akan terjadi. Ia pasti masih memperhatikan Jessica dari kejauhan, dan Corrine mungkin tidak akan melukai Jessica. Ini semua karena kesalahannya.
“Maaf Matt, aku minta maaf.”
“Persetan dengan semua maafmu Mike!”
Matt berteriak dan meninggalkan Mike begitu saja. Mike hanya dapat menatap punggung sahabatnya itu dari belakang. Kehadirannya memang tidak pernah diharapkan siapapun, tapi jika tidak ada dirinya bisa saja Jessica terluka lebih parah dari ini. Mike mengepalkan tangannya erat, seharusnya Matt berterimakasih padanya. Matt terlalu bodoh karena tidak pernah mengerti bagaimana keadaan Jessica.
“Jessica sudah cukup baik menghadapimu Matthew. Kau akan menyesal, selama sisa hidupmu."
__ADS_1