
Di episode kali ini mungkin ada beberapa kata-kata yang ga pantas. So, bijak dalam membaca yaa~
...Enjoy and Happy Reading...
Boltom’s Company
08.00
BEREDAR BUKTI NONA EDMOND MELUKAI NYONYA BOLTOM DI RUMAH SAKIT. APA YANG SEBENARNYA TERJADI? BERIKUT BUKTI VIDEO CCTV DARI RUMAH SAKIT X BEREDAR. – 20 menit yang lalu
PERTIKAIAN ANTARA NONA EDMOND DAN NYONYA BOLTOM, MUNGKINKAH NONA EDMOND YANG SELAMA INI DALANG DARI SEMUA KEHILANGAN BOLTOM’S FAMILY? – 20 menit yang lalu
SETELAH ADEGAN PENUSUKAN DI RUMAH SAKIT. KINI KEMBALI BEREDAR BUKTI NONA EDMOND YANG DENGAN SENGAJA MENDORONG NYONYA BOLTOM DI RUMAH KELUARGA BOLTOM. BAGIMANA BISA MATTHEW BOLTOM MEMBIARKAN ORANG LAIN MELUKAI ISTRINYA? – 15 menit yang lalu
INILAH SALAH SATU PENYEBAB KEGUGURANNYA NYONYA BOLTOM, KARENA REKAN KERJA SANG SUAMI. – 15 menit yang lalu
APA SEBENARNYA ALASAN DIBALIK KELAKUAN NONA EDMOND BELAKANGAN INI? – 10 menit yang lalu
BENARKAH ADEGAN ROMANTIS YANG DILAKUKAN KELUARGA BOLTOM HANYA DEMI KEPENTINGAN PUBLIK? – 5 menit yang lalu
Matt membanting ponselnya membentur dinding kantor. Napasnya menggebu-gebu, bagaimana bisa semua ini bocor kepada publik? Corrine menusuk Jessica di rumah sakit? Bagaimana bisa ia tidak tahu menahu tentang ini semua. Semuanya benar-benar kacau. Dan lebih kacaunya lagi media jauh lebih tau dari pada dirinya.
“Mark, bukankah aku menyuruhmu untuk memeriksa CCTV Boltom’s House?! Kau tidak dapat, tapi publik mendapatkannya!”
Matt menggebrak meja dengan keras, Mark terkejut dan memandang atasannya itu dengan sedikit khawatir. Ia sebenarnya lebih khawatir dengan keselamatanya sendiri. Mark menarik napas dalam, ia berusaha tenang, takut ucapannya gagap. Mentalnya sedang diuji sekarang.
“Maaf Tuan, rekaman CCTV pada hari itu telah hilang. Kemungkinan Nona Corrine telah mengambilnya.”
“Corrine, gadis itu!”
Matt mengepalkan tangannya kuat. Gadis itu telah melukai Jessica untuk kedua kalinya, bahkan ia bisa terang-terangan melukai Jessica dirumahnya sendiri. Ia benar-benar bodoh. Pasti kini Tuan Edmond akan mengirim Corrine kembali ke Perancis, pria itu pasti tidak akan membiarkan Corrine tampil didepan publik.
“Tuan, saya mendapat kabar bahwa dalang yang menyebar semua video itu adalah Dana. Dana Hilton.” Mark kini berucap dengan hati-hati, ia benar-benar takut salah bicara.
“Dana Hilton?” Matt mengerutkan keningnya.
“Dia asisten pribadi Nona Corrine.”
Matt tersentak, selanjutnya ia tersenyum lebar. Pria itu kembali duduk dikursinya dan memikirkan sesuatu. Mark yang melihat perubahan perilaku atasannya itu mulai paham. Atasannya akan memanfaatkan semua situasi ini.
__ADS_1
“Pengkhianatan rupanya.” Matt kini tertawa dan menepuk tangan. Jika ada Dana dihadapannya, ia bersumpah akan memberikan gadis itu sebuah penghargaan.
“Mark, aku akan memulainya hari ini.” Matt tersenyum menatap Mark, seolah memberikan sebuah kode dari tatapan itu.
“Baik Tuan, saya mengerti.” Mark tersenyum tipis.
......................
Bailey’s Villa
08.30
Corrine menatap berita diponselnya satu demi satu. Baru saja ia membuka mata dan kini berita tentangnya menjadi trending, bahkan menampilkan bukti video yang memperlihatkan semua kejahatannya. Corrine mengepalkan tangannya kuat, bagaimana bisa ini semua terjadi? Seharusnya Dana bisa membereskan semuanya. Tapi ini? Kini ia mulai khawatir, gadis itu mengepalkan tangannya kuat. Dana Hilton, gadis itu?!
Corrine menekan beberapa digit angka dan mendekatkan ponselnya pada telinga. Napasnya menggebu-gebu, antara panik, takut dan emosi. Bagaimana ini semua bisa terjadi? Semuanya harusnya akan baik-baik saja, semua ini tidak boleh terjadi. Bagaimana bila ayahnya mengetahui ini semua?
“Dana! Kau wanita brengsek?! Kau yang menyebarkan semua ini?!”
“Maafkan saya Nona.” Dada Corrine naik turun, emosinya sudah diujung tanduk. Seharusnya ia memang tidak boleh percaya dengan wanita sialan ini.
“Wanita brengsek! Aku akan membalasmu! Kau akan mati sebentar lagi bajingan!”
Ponselnya kini berdering, Corrine menatap layar ponselnya. Tangannya bergetar hebat saat melihat nomor sang ayah kini berada dipanggilannya. Corrine menelan salivanya, jantungnya berdetak kencang. Ia mengumpulkan cukup keberanian dan mengangkat panggilan itu.
“Selamat pagi Nona Corrine.” Suara lembut diseberang sana terdengar. Corrine bernapas lega, ternyata asisten pribadi sang ayah yang kini menghubunginya. Jantungnya kini sedikit demi sedikit berdetak melambat.
“P...Pagi.”
“Bisa anda keluar kamar Nona? Tuan Besar telah menunggu anda di ruang kerja.”
“A..Ayahku disini?”
Panggilan kembali terputus secara sepihak. Corrine meremas ponselnya kuat, bukankah ayahnya berada di Perancis? Lalu bagaimana bisa? Corrine merasakan jantungnya kembali berdetak kencang, semuanya akan benar-benar selesai sekarang.
Corrine menuruni ranjang dan dengan perlahan berjalan menuju ruang kerja, hati-hati ia membuka pintu kayu ek itu, pintu ruang kerjanya. Kini ia dihadapkan dengan sang ayah yang kini duduk dikursinya dan didampingi Adam Edmond (Mike) dan juga sang asisten. Untuk apa Adam disini? Untuk melihatnya terbunuh ditangan ayah mereka?
“Aku minta maaf, aku minta maaf.”
Tanpa aba-aba Corrine kini berlutut dilantai, ia hanya berusaha menarik simpati sang ayah dan juga kakaknya. Sungguh yang ia lakukan ini sebenarnya membuang buang waktu, dan ia juga sangat tahu jika sang ayah tidak akan memaafkannya semudah itu. Terlebih menyangkut reputasi keluarga Edmond.
__ADS_1
“Aku minta maaf yah, aku benar-benar menyesal.”
Kini Corrine memperdalam actingnya, air matanya ikut mengalir dan berkali-kali ia memohon kepada sang ayah. Ia tidak peduli lagi, ia tidak akan ke Perancis, dan apapun akan ia lakukan walaupun harus memohon seperti ini. Ia TIDAK AKAN PERNAH kembali ke Perancis.
Corrine melihat sang ayah kini berjalan menghampirinya dengan tatapan iba, Corrine tersenyum diam-diam. Ia tahu, bagaimanapun kelakuannya pasti sang ayah akan tetap memihaknya. Bagaimanapun hanya ialah pewaris hartanya.
Plak!
Corrine tersentak, satu tamparan kuat itu kini mendarat dipipinya. Ia menyentuh ujung bibirnya, darah segar kini menggenang dimulutnya. Untuk pertama kali dalam hidupnya sang ayah main tangan padanya. Corrine masih terdiam terpaku, tubuhnya benar-benar terguncang. Orang tua satu-satunya yang ia miliki kini menyakitinya. Ia mengangkat kepalanya, dan dapat melihat dengan jelas sang ayah menatapnya dengan penuh amarah.
“Seharusnya aku tahu kau tidak akan becus mengurus proyek disini, bahkan mengambil seorang pria dari istrinya saja kau perlu main sekotor ini. Benar-benar tidak berguna.” Corrine mengepalkan tangannya kuat, tanpa sadar air matanya kini benar-benar jatuh. Fisik dan batinnya merasakan sakit yang teramat hebat.
“Kau harus kembali ke Perancis, biarkan aku yang menyelesaikan semuanya disini." Albert Edmond menekan kalimatnya. Dari pada sang putra, bahkan putrinya lebih tidak berguna.
“Tidak, tidak! Sampai kapanpun aku tidak akan kembali ke Perancis!”
Kini Tuan Edmond kembali melayangkan sebuah tamparan pada pipi kanan Corrine. Corrine menatapnya tajam, ia akan menerima apapun asalkan tidak kembali ke Perancis. Ia tidak akan kembali kesana
“Tampar aku! Lebih baik kau bunuh saja aku dari pada mengirimku kembali ke Perancis.” Albert Edmond kembali mengangkat tangannya.
“Cukup ayah!”
Kini Adam menahan tangan Tuan Edmond. Ia benar-benar sangat muak dengan ayahnya yang selalu bermain kasar. Dulu ia juga dipukuli sebelum keluar dari keluarga Edmond karena memutuskan mengejar Jessica, tapi melihat sang adik seperti ini membuatnya sakit. Bagaimanapun kelakuan Corrine, ia tetap adiknya, adik kecilnya.
"Sudah cukup buruk kau memperlakukanku, jangan Corrine! Kau bawa saja dia ke Perancis, itu sudah cukup. Jangan menyakitinya!"
Kini Adam berteriak keras, ia tidak peduli lagi, toh ia memang bukan bagian dari keluarga Edmond lagi. Corrine menatap sang kakak dalam, memang hanya dia yang bisa mengerti perasaannya sekarang.
"Bawa Corrine ke Perancis, aku sudah muak melihat wajahnya."
"Baik, Tuan." Sang asisten Tuan Edmond kini menarik Corrine keluar ruangan dengan paksa.
"Tidak, tidak, tidak!"
My Note :
Yey! Married Life 2 udh masuk 23 episode. Kemungkinan 3-4 episode lagi nihh baru end. Karena tinggal beberapa episode lagi, mungkin kalau author dapat like dan komen yang banyak bisa jadi author akan update berturut-turut. So, jangan lupa like dan komen yaa.
Dan makasih banyak untuk yang tetap like dan komen. Karena author liat banyak yang silent readers nihh. But, it's okay selama kalian baca aja aku udh seneng😢 tapi author minta dukungan kalian yaaa.
__ADS_1
Selamat bertemu dinext episode~