Married Life

Married Life
2. Epilog


__ADS_3

Five years later..


Boltom’s Company


20.00


“Tuan, Nyonya Boltom sudah menunggunya anda untuk makan malam.”


“Jessica?”


“Bukan, Tuan.”


Matt menatap kosong kearah Mark Lee, sang asisten yang sudah menemaninya belasan tahun ini. Sudah lima tahun berlalu sejak kepergian Jessica dan ia masih tidak menemukan alasan kenapa gadis itu meninggalkannya begitu saja.


Tapi keyakinan yang paling ia percaya, Jessica sudah begitu lelah dengan sikapnya, sikapnya yang selalu mementingkan pekerjaan dari pada keluarga. Tapi saat itu ia berjanji akan memprioritaskan Jessica dari pada apapun, apa gadis itu tidak bisa memberikannya kesempatan kedua? Matt tersenyum sedih, Jessica sudah berkali-kali memberikannya kesempatan, dan ia juga yang sudah berkali-kali mengecewakannya.


“Aku sudah bilang jangan memanggilnya Nyonya Boltom.”


“Maaf, Tuan. Nyonya memaksaku untuk memanggilnya seperti itu.” Mark menunduk, Matt hanya dapat menarik napas dalam.


“Apa ada kabar mengenai Jessica, Mark?”


Mark menatap atasannya itu. Sudah lima tahun berlalu, dan atasannya selalu bertanya dengan pertanyaan yang sama setiap harinya. Tapi Mark bersyukur karena keadaan Tuan Boltom sudah jauh lebih baik, tiga tahun pertama kehilangan Nyonya Boltom ia begitu terpuruk. Bahkan perusahaa Boltom’s Company hampir bangkrut jika Tuan dan Nyonya besar tidak turun tangan menanganinya.


Tuan Boltom seolah menjadi mayat hidup, yang ia lakukan hanya tidur di kantor tapi tidak melakukan apapun, bahkan sama sekali tidak menyentuh meja kerjanya sedikitpun.


Rumah keluarga Boltom yang besar itu kini telah kosong, tapi Tuan Boltom membayar beberapa maid dan penjaga untuk mengawasi rumah itu setiap harinya, ia masih berharap suatu saat Nyonya Boltom akan pulang kesana, sedangkan ia tidak sanggup untuk tinggal sendirian disana.


“Maaf Tuan, saya tidak mendapat kabar apapun mengenai Nyonya." Matt menatap Mark dengan pandangan kosong. Entah harus cari dimana lagi keberadaan Jessica, seolah gadis itu hilang ditelan bumi.


“Tetap awasi Corrine dan Tuan Edmond, kemungkinan merekalah dalang dari semua ini.”

__ADS_1


Matt kembali berucap, entah berapa lama ia meyakinkan ini. Ia berharap memang Tuan Edmond lah dalang dari semuanya. Ini semua terlalu menyakitkan jika faktanya Jessica yang memilih meninggalkannya. Tapi semuanya nihil, berapa keras ia mencari, Tuan Edmond maupun Corrine tidak ada kaitan apapun lagi dengan Jessica.


“Baik, Tuan.” Mark kembali memberikan jawaban. Walaupun ia sendiri tahu, usahanya akan sia-sia. Lima tahun telah berlalu, terlalu sulit mencari Nyonya Boltom tanpa adanya bukti apapun yang ditemukan.


“Kau masih ingat aku akan memberikan apapun untukmu jika berhasil menemukan Jessica kan, Mark?” Matt kembali berucap dan menatap Mark dengan penuh harapan. Mark tidak pernah mengecewakannya, dan ia harap Mark bisa menemukan keberadaan Jessica.


“Iya, Tuan.”


“Itu akan berlaku selamanya Mark, mungkin sampai aku mati. Temukan Jessica. Aku akan memberikan Boltom’s Company untukmu."


......................


Boltom’s Family kini merayakan satu tahun pernikahan mereka – 3 jam yang lalu


Setelah satu tahun menikah, Nyonya Boltom kini mengumumkan kehamilannya – 1 jam yang lalu


“Nyonya Boltom, ya?”


Jessica tersenyum tipis menatap ponselnya. Dan pada akhirnya Corrine mampu menggantikan posisinya sebagai Nyonya Boltom. Sudah lima tahun berlalu sejak ia meninggalkan semuanya, meninggalkan kehidupan mewahnya, meninggalkan posisinya sebagai Nyonya Boltom.


“Kau menyesal?”


Jessica tersentak mendengar pertanyaan seseorang. Ia menoleh dan menemukan seorang pria yang menatapnya dengan dalam. Dia adalah pria yang sama, pria yang membantunya untuk meninggalkan dunia lamanya lima tahun lalu.


“Tidak, tentu saja tidak.”


Jessica tersenyum lebar. Pria itu hanya menatap Jessica sedih, ia tahu kalau Jessica sedang berbohong. Tapi, ia tidak sanggup untuk membiarkan Jessica pergi darinya. Pergi bersama masa lalunya, ia tidak bisa.


Pria itu masih menatap Jessica yang kini menatap kosong kearah luar jendela, seolah gadis itu memikirkan sesuatu yang tidak bisa ia pecahkan sendiri.


“Kau ingin tahu kabar Michael Bellamy?”

__ADS_1


Seolah bisa membaca pikirannya, Jessica menatap pria itu yang kini berjalan mendekat kearahnya dan duduk dikursi sebelahnya. Melihat wajah terkejut gadis dihadapannya, pria itu tersenyum.


“Ia sudah kembali dengan keluarga Edmond, namanya sudah Adam Edmond sekarang."


Jessica kembali tersenyum mendengar jawaban pria dihadapannya. Jika dari awal ia tidak datang dikehidupan Matt dan juga Mike, mungkin semua akan baik-baik saja. Mike tidak harus diusir dari Edmond’s Family, dan Matt tidak harus merasakan sakitnya dikhianati. Lagi dan lagi itu semua karena kehadirannya.


"Matt sudah bahagia dengan keluarga kecilnya sekarang, dan Mike juga demikian." Ucap pria itu dengan lembut dan menatap mata Jessica dalam.


"Ya, aku juga ikut senang."


"Lalu kapan kau akan bahagia dengan kehidupan barumu Jessie?"


Jessica hanya terdiam mendapat pertanyaan dari pria dihadapannya. Sejujurnya ia sudah lama sekali tidak memikirkan kebahagiaan. Sekarang hidup sederhana dengan membuka Toko roti yang ia namakan Lyns sudah lebih dari cukup. Toh, ia benar-benar tidak memiliki tujuan hidup lagi sekarang.


Melihat Jessica yang hanya terdiam, pria itu kini berlutut dan mengeluarkan sesuatu dari saku jas miliknya. Jessica menatap pria itu dengan bingung, ia sudah menganggap pria dihadapannya sebagai adiknya, karena usia mereka terpaut dua tahun.


"Maukah kau menikah denganku Jessie?"


Jessica terkejut, ia tidak bisa berkata kata saat pria itu mengeluarkan sebuah cincin shapire dengan permata biru cantik. Jessica berdiri, Pria dihadapannya sudah sangat baik padanya, bisakah ia memulai lagi semuanya? Memulai menata semuanya dan meraih kebahagiaannya sendiri? Bisakah ia melakukan itu semua? Matt sudah bahagia dengan Corrine dan begitu juga Mike. Dan bisakah ia bahagia? Begitu banyak pertanyaan didalam kepalanya. Sejujurnya ia masih takut kembali menjalin sebuah hubungan dengan seseorang.


"Aku.. Aku tidak-"


"Aku siap menunggu, sampai kapanpun. Aku akan menunggumu." Pria itu kini berdiri dan berhadapan dengan Jessica. Sudah lima tahun ia mengumpulkan keberanian dan begitu menyakitkan jika Jessica menolaknya dengan hitungan detik.


"Iya, aku bersedia menikah denganmu."


Pria itu menatap Jessica tidak percaya, ia pikir Jessica akan menolaknya. Pria itu langsung memeluk Jessica dengan erat. Tidak, ia berjanji pada dirinya tidak akan pernah mengecewakan Jessica. Jessica yang mendapat pelukan itu tersenyum dan membalas pelukannya.


"Aku mencintaimu Nyonya Boltom." Jessica yang mendengarnya tersenyum jengkel dan mencubit pinggang pria itu gemas.


"Jangan memanggilku seperti itu." Pria itu melepas pelukannya dan tertawa kecil melihat wajah cemberut Jessica.

__ADS_1


"Lalu kau apa hah? Asisten pribadi Boltom’s Company? Mark Lee?" Jessica berucap dengan nada sarkastik yang membuat keduanya tertawa bahagia.


...THE END...


__ADS_2