Married Life

Married Life
Bab 12


__ADS_3

 


Hari ini adalah hari bersejarah untuk ku kenang selamanya. Hari ini aku akah segera menjadi Nyonya Galang Steve Hartanto. Aku masih berkaca di depan kaca yang besar di depanku. Kulihat diriku yang tampak cantik dengan polesan make up yang terlihat natural tetapi glamor. Rambut ku yang disanggul dengan kepangan kecil disampingnya bando mutiara yang kukenakan saat ini membuatku terasa seperti seorang tuan putri. Gaun Putih panjang . apakah aku bermimpi?


Sesaat sebelum nya tiba tiba seorang gadis masuk bersama ibu. Marni. iya marni. ia terlihat berdiri dengan mata berkaca\-kaca langsung memelukku. "Marnii?" ucapku seraya memeluk marni sahabatku yang kurindukan. tak terasa air mataku menetes membasahi pipiku. aku menatap marni yang manangis sesenggukan menatapku.


 

__ADS_1


Marni terlihat sangat sederhana. Ia tetap seperti dulu mengenakan Dress selutut dengan lengan tiga per empat bermotif batik dengan sepatu kets nya. Aku memeluk lagi sahabatku yang lugu ini. "Maafin aku ya mar. nggak banyak cerita ke kamu tentang pernikahanku ini" ucapku sambil memegang pundak marni. "Apa mas bima tau kamu akan menikah?" tanya marni tiba tiba mengagetkanku. "M.m.mas bimaa?" aku berbalik tanhya pada marni dan memalingkan mataku ke arah lain. "iyaa tarii. mas bima gimana tau kamu nikah??" tari memegang erat kedua tanganku. aku menundukkan wajahku. "Ini udah setahun mar. mas bima udah lupa sama aku" jawabku dengan wajah tertunduk. Marni kemudian berdiri dari duduknya "kamu akan menikah tar. kuharap kamu berbahagia. jadi sudah jangan pikirkan mas bima lagi ya. maafin aku tar"ucap marni mengangkat kedua tanganku.aku mendongakkan wajahku dan mengangguk."kamu nggak salah mar. emang salahku aja yang gak cari tau tentang keberadaan mas bima" ucapku pelan. " udah udah. kamu udah cantik jangan cemberut. lagian ternyata calon suamimu guanteng lebih ganteng dari mas bimaa:" ucap marni sambil sedikit tertawa sambil mengelap pipinya yang tadi basah.


Marni menemaniku sampai tiba waktunya aku berjalan keluar ruangan dan bertemu dengan suamiku yang saat ini sangat sangat tampan dengan jas berwarna hitam dengan dasi pita dilehernya, Galang. aku menyambut uluran tangan galang dan merangkulnya . kami berjalan bersama beriringan. Damai rasanya. Setelah kami saling mengucap janji kami saling memasangkan cincin dan galang mencium bibirku lembut. Aku bahagia♡♡♡


Semua orang terlihat bertepuk tangan.


setelah acara terlalui aku duduk di samping galang dan kugenggam tangannya. kulihat teman-temanku berdatangan. tapi dimana sylvia? tanyaku terheran heran sembari mencari cari keberadaanya.

__ADS_1


Acara demi acara terlewati tapi aku tetap tak menemukan keberadaan Sylvia.


Aku menghampiri ibuku yang berbincang bincang dengan om richard dan teman yang lainnya. "nanti ibu nginep di hotel ini sama tante Lita ibu akan ikut ke surabaya besok. kamu balik ke appartemen sama galang saja "tutur ibu sambil membelai rambutku.


"hm yaudah bu , setelah ini aku dan galang kembali ke appartement bu. ibu kalo ke surabaya besuk telfon aku dulu ya?" pintaku pada ibu kemudian dijawab anggukan olehnya. aku berlalu bersama galang menuju appartement aku sudah sangat capek bahkan ingin langsung tidur saja.


Sesampainya di appartement aku turun dibantu dengan galang karena gaunku yang panjang ini. kami masuk ke dalam appartement. terlihat galang sudah sangat capek karena seharian kami bersalaman dengan banyak tamu. Galang berlalu ke kamar mandi sedangkan aku berkutat dengan gaunku di depan cermin . "ini kenapa susah banget yatuhaaan" gerutuku kesal menarik reslesting bagian belakang punggungku. tapi tiba tiba galang keluar dari kamar mandi terlihat sudah selesai mandi . ia menatapku dengan mengangkat satu alisnya. "kenapa?" tanya galang melihatku ."beib bantu aku nurunin resleting gaun inii" pintaku manja pada galang yang terlihat masih mbertelanjang dada dan handuk yang terlilit di pinggangnya. Galang berjalan mendekat dan menurunkan resleting dengan mudah. "apa apaan gaun ini tadi aku turunin ga bisa bisa. giliran minta tolong kamu langsung bisa gitu aja lihat kukuku tergores gara gara resleting sialan ini" gerutuku kesal sambil menunjukkan kuku jari telunjukku yang benar benar tergores.

__ADS_1


Galang hanya diam dan tersenyum saja. ia tampak terlihat sangat capek. Setelah itu kutinggalkan galang ke kamar mandi aku membasuh badanku dibawah guyuran shower dengan air hangat. aku benar benar merasa tenang. setelah mandi aku melihat galang yang sudah tampak tertidur di kasur. bahkan appartement kami masih sangat berantakan. aku menyebut appartement kami karena sekarang aku sudah menjadi bagian dari hidup galang hehe..


Setelah mandi aku langsung berganti menggunakan tank top bergambar unicorn dan celana short pendek berwarna ungu muda dengan belahan pendek di samping kanang dan kirinya. aku sudah tidak malu lagi karena aku merasa galang sudah menjadi suamiku sekarang . kuikat cepol rambutku, aku berjalan ke kamar mendekati galang yang tertidur pulas. ku pindahkan jas dan kemeja yang berserakan di sofa. aku membersihkan sedikit kekacauan di kamarku dan di dapur. setelah merasa sangat lelah aku langsung merebahkan tubuhku disamping galang.


__ADS_2