
...Enjoy and Happy Reading...
Ret’s Bar
23.45
“Pria bodoh, pria terbodoh yang pernah ada hahaha”
Matt meracau, tiga jam lebih ia sudah mabuk. Menangis, memaki, bahkan sekarang tertawa seperti pria gila. Beberapa pengunjung menatap kearahnya, tapi ia tidak peduli. Toh, jika ada wartawan yang merekam dirinya lalu menghancurkan reputasinya dan perusahaannya ia juga tidak peduli.
Semua pekerjaan, kegilaan dengan kertas-kertas itu ia lakukan hanya untuk Jessica dan juga Lyn, tapi istrinya itu malah bermain dibelakangnya. Entah apa yang ia lihat benar atau tidak, tapi jelas-jelas Jessica dengan beraninya mengajak Lyn bertemu Mike, dan itu begitu menghancurkan dirinya. Sejujurnya saat ini selain Jessica bersama Mike yang ia takutkan, ia juga begitu takut jika Mike mengetahui jika Lyn adalah anak kandungnya.
“Bukankah kau begitu hebat Jessie? Karena dirimu aku menjadi gila seperti ini hahaha. Gadis hebat hahaha"
Matt kembali tertawa keras, beberapa bartender mulai tidak nyaman. Saat melihat pria itu datang, lalu tidak lama kemudian ia berderai air mata dan memaki pria bernama Mike, bartender itu mengira jika pria ini sedang putus cinta karena wanitanya berselingkuh dengan pria bernama Mike. Namun lima belas menit terakhir ia menjadi tertawa terbahak membuat mereka mengira Matt mungkin sudah mulai tidak waras.
“Tuan, maaf. Sudah lebih dari tiga jam anda minum. Bukankah sebaiknya-“
“Diam kau pria keparat!” Seorang pria bartender itu menghela napas berat, ia sudah hampir setahun bekerja di tempat ini dan ia sudah terbiasa dengan makian oleh kalangan atas seperti Matt ketika mabuk.
“Tuan sekali lagi saya minta maaf, demi kenyaman pelanggan yang lain, saya-“
“Biarkan dia!”
__ADS_1
Seorang wanita cantik dengan rambut pirang panjang dan dress hitam malam yang terbilang sexy itu melangkah menuju mereka berdua. Pria bartender itu hanya menundukkan kepala dan berjalan menjauhi mereka.
“Halo sayang, kau begitu berantakan. Ada apa?”
Gadis cantik itu duduk disebelah Matt dan tangan putihnya memegang wajah Matt, lengan Matt menepis tangan gadis itu. Bukannya tersinggung maupun kecewa, gadis itu tersenyum manis.
“Betapa beruntungnya aku ke Bar ini dan menemukanmu, bukankah begitu Matthew?” Matt merasakan kepalanya berdenyut, pusing sekaligus sakit. Sedangkan telinganya menangkap dengan samar apa yang diucapkan gadis disebelahnya.
“Jessie, apa kau menyusulku?” Matt menatap gadis dihadapannya dengan berbinar, sedangkan gadis itu menatap Matt dengan bingung. Siapa Jessie? Tapi selanjutnya ia mengedikkan bahu tidak peduli. Siapapun Matt menganggapnya, jika itu bisa membuat Matt bahagia ia akan merelakannya.
“Aku sudah melakukan sejauh ini karena dirimu Jessica, dan kau dengan beraninya menemui Mike dibelakangku?”
“M..Mike?” Gadis dihadapannya itu menatap Matt lekat-lekat. Terlihat jelas sekali jika Matt begitu sedih dan tertekan. Gadis itu mengepalkan lengannya kuat, bertahun-tahun ia mencoba mencari Matt, tapi disini ada seorang wanita yang dengan beraninya berselingkuh dibelakang Matt. Ia bersumpah, wanita itu akan menyesal atas apa yang telah ia lakukan saat ini.
Namun diam-diam gadis itu tersenyum, jika Jessica itu berselingkuh, bukankah ini merupakan kesempatannya?
Matt menatap gadis dihadapannya dengan tulus, seolah-olah seseorang dihadapannya benar-benar Jessica. Gadis itu menatap Matt dengan kecewa, ia baru ingat siapa itu Jessica, seorang gadis yang begitu digilai Matt, bahkan bertahun-tahun sebelum mereka menikah.
“Apa aku memang tidak pernah ada dihatimu Matthew Boltom?”
“Aku mencintaimu Jessie, sangat mencintaimu.”
Matt dengan cepat mencium bibir gadis tersebut, sang gadis tersentak. Hatinya sakit, namun bahagia, untuk pertama dalam hidupnya Matt mencium dirinya tepat dibibir. Jika seperti ini, ia rela dianggap Matt sebagai Jessica, jika kebahagiaan seperti ini yang ia dapatkan.
__ADS_1
Matt mulai ******* bibir gadis itu, dan gadis itu membalas. Ia sekarang tidak peduli lagi. Kali ini ia juga harus mendapatkan kebahagiaan, ia akan merebut Matt dari siapapun. Entah Matt akan bahagia dengannya atau tidak, atau bahkan jika ayahnya menentang mereka, ia tidak akan pernah peduli jika ada Matt disisinya.
“Haruskah saya mengirim video ini ke Tuan besar, Tuan?”
“Tidak, aku akan mengirimnya sendiri besok pagi.”
“Baik, Tuan Adam.”
...****************...
Rumah keluarga Boltom
00.49
Jessica menatap kearah jam putih besar yang terpajang cantik di dinding, sudah hampir jam 1 malam dan ia tidak tahu dimana Matt berada. Ia sudah menghubungi Mark, asisten pribadi Matt dan ia memberitahukan jika Matt tidak kembali setelah pulang sore tadi. Jessica menghela napas dan untuk kesekian kalinya ia menghubungi Matt, tapi masih tidak ada jawaban.
Rasa khawatir Jessica terjawab ketika suara mobil Matt memasuki perkarangan rumah besar itu, dengan terburu-buru ia keluar rumah. Jessica hanya terpaku saat melihat Matt yang mabuk dan seorang wanita dengan gaun malam yang memapahnya.
“Aku..Aku akan membawanya masuk kedalam.”
Jessica memegang tubuh Matt dengan hati-hati, seolah takut Matt akan terluka. Gadis yang membawa Matt hanya menatap Jessica dengan dingin, dan terlihat seringaian dan tatapan merendahkan. Ia mengira seorang Nyonya Boltom adalah seorang gadis cantik, pintar, berpendidikan tinggi. Namun yang ia lihat hanya seorang gadis kecil rumahan yang seolah tidak tahu bagaimana dunia luar. Sejujurnya ia cukup terkejut, Matt memiliki selera rendah seperti gadis didepannya ini.
“Kau, Jessica Boltom?”
__ADS_1
Jessica menatap gadis itu, dan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Selain cantik yang dapat ia ungkapkan mengenai gadis itu, gadis itu terlihat begitu memandangnya dengan rendah.
“Aku Mary Edmond, kekasih Matthew. Salam kenal, Jessica.”