
Jessica mencari kesegala penjuru, entah mengapa ia cukup tenang melihat Matt yang terlihat memasak di dapur mereka. Tadi ketika ia bangun, ia tidak menemukan Matt disisinya, dan ia sedikit panik karena seharusnya Matt libur kerja hari ini. Secara perlahan ia memeluk pinggang Matt dari belakang, Matt yang merasa ada yang memeluknya dari belakang hanya tersenyum dan tetap melanjutkan aktifitas memasaknya. Bukankah seharusnya seorang istri yang memasak dan sang suami memeluknya dari belakang? Itu terlihat lucu bagi Matt.
“Sudah bangun My Princess?”
Jessica hanya mengangguk dengan masih memeluk erat Matt. Jessica masih cukup bingung pertanyaan itu memang sebuah pertanyaan atau sebuah sindiran. Setelah aktifitas nonton film mereka sampai larut malam, Matt merasa Jessica amat lelah. Bahkan saat Matt menciumi wajah gadis itu, Jessica seolah mati dalam tidurnya.
“Bagaimana jika kita bulan madu Jess? Kita belum pernah bulan madu sejak awal pernikahan.”
Dengan refleks Jessica melepaskan pelukannya. Apakah ia sudah siap? Sudah siap menyerahkan semuanya pada Matt? Sungguh sudah siap? Itulah yang berada didalam kepala Jessica. Matt berbalik dan memandang lucu wajah gugup Jessica. Apakah bulan madu yang dipikiran Jessica hanya melakukan 'itu'? Matt hanya ingin berdua dengan Jessica tanpa diganggu pekerjaan atau apapun.
“Aku sudah memesan hotel di Jepang, jadi kau tidak boleh menolak.” Matt semakin terkikik geli saat melihat Jessica membulatkan matanya. Dan Matt kembali melanjutkan aktifitas memasaknya.
“Jepang? Tapi bukankah kau tidak suka nuansa asia Matt? Kenapa di Jepang?”
Pertanyaan Jessica diluar dugaan. Matt sangka Jessica akan menentang bulan madunya, bukan tempatnya. Ia tahu, jelas jelas Jessica begitu menyukai nuansa Asia, ya walaupun ia tidak terlalu suka. Ia berbulan madu untuk menyenangkan istrinya, bukan untuk dirinya sendiri.
“Karena kau menyukainya.” Jessica menatap Matt berbinar. Matt tersenyum innocent, sepertinya ia sudah membuat Jessica terharu padanya.
“Kapan kita berangkat?”
Lagi dan lagi Matt tersentak atas pertanyaan Jessica, terlihat Jessica yang begitu exited dengan bulan madunya. Matt hanya tersenyum senang melihat perbedaan Jessica kian hari. Seolah hati Jessica semakin terbuka untuknya, terlebih saat Jessica mengetahui bahwa ia adalah Tom yang Jessica kenal.
__ADS_1
“Lusa depan.”
Matt menatap Jessica yang mengangguk. Dan terlihat gadis itu melamun entah memikirkan apa. Matt menghiraukannya dengan meletakkan beberapa makanan yang telah dibuatnya diatas meja makan. Ini adalah Ayam Parmigiana, makanan khas Italia yang begitu disukai Matt, makanan yang berisi ayam dengan campuran saus dan keju, dan pastinya disajikan dengan spaghetti. This is Italiano. Matt juga memasak banyak Lasagna. Bagi Matt Lasagna hanya cemilan, dan ia bisa memakan begitu banyak Lasagna.
“Jika sudah melamunnya, kau bisa duduk dan makan siang bersamaku Jess.”
Jessica tersentak dari lamunannya dan memandang Matt. Tunggu, apa? Makan siang? Apa ia memang bangun sesiang ini? Jessica mengalihkan pandangan matanya pada jam dinding disamping kulkas, jam telah menunjukkan pukul 12 siang, pantas saja Matt memasak sendiri. Jessica menghampiri meja makan mereka. Dan ia melihat dua hidangan Italia, setiap Matt memasak dirumah, sudah dipastikan ada Lasagna yang bertengger dengan begitu banyaknya. Matt begitu menyukai Lasagna.
Jessica menatap Matt yang telah makan terlebih dahulu dengan Ayam miliknya. Saat Jessica akan duduk, tiba-tiba ponsel miliknya berdering. Jessica menoleh kearah ruang tamu, suaranya datang dari sana. Ia berjalan menuju ruang tamu dan mengambil ponselnya yang berada diatas sofa. Sepertinya ponselnya tertinggal saat sehabis mereka menonton film semalam.
'Angelina.’
“Hallo, mau apa lagi kau?”
“Aku sadar Jess.”
Jessica mengerutkan keningnya saat mendengar nada kesedihan diseberang sana. Nada kesedihan yang begitu kecewa. Sebenarnya ada apa dengan Mike? Pria ini tidak mungkin bertingkah lagi bukan?
“Aku akan melepasmu mulai sekarang.”
Entah rasa bahagia atau sedih yang harus Jessica rasakan sekarang. Ia memang cukup lega Mike bicara seperti itu, namun ada kekecewaan dihatinya. Jessica menggeleng keras, tidak ia tidak boleh seperti ini. Ia akan belajar mencintai Matt dan melupakan semua masa lalunya, ia sudah yakin dengan itu dan tidak boleh tergoyahkan.
__ADS_1
“Sungguh aku akan melepasmu. Untuk terakhir kalinya, bisakah kau makan siang denganku sekarang? Aku sudah berada di Shena Restauran. Aku akan menunggu sampai kau datang Jess. Kumohon, hanya untuk kali ini.”
Jessica melirik kearah Matt sekilas dan memejamkan matanya. Haruskah ia bertemu dengan Mike? Mike tidak mungkin melakukan hal yang aneh-aneh lagi padanya kan? Seharusnya tidak, ia akan bertemu dengan Mike di restauran, dan itu adalah tempat umum. Mike tidak akan berani berbuat macam-macam di tempat umum.
“Baiklah, aku akan kesana sekarang.”
Jessica mematikan panggilan mereka. Ia melangkah menuju meja makan dah mengambil sedikit Lasagna dengan tangannya dan memakannya. Lasagna buatan Matt memang selalu enak. Matt yang melihat kelakuan Jessica hanya memandangnya kesal. Jelas-jelas tindakan Jessica begitu jorok baginya, terlebih kepada Lasagna yang sangat ia sayangi ini.
“Matt, aku akan makan siang dengan Angelina. Angelina terlihat sangat membutuhkanku sekarang.”
Jessica menunduk. Entah yang ke berapa ia membohongi Matt, tapi rasa gugup itu selalu muncul. Ia tidak pernah bisa membohongi Matt dengan bersikap santai. Matt hanya memandang Jessica yang menunduk, jujur saja ia sangat kecewa sekarang. Ia telah membuat makan siang untuk mereka berdua, harusnya Jessica memakan itu, bukan makan bersama temannya.
“Bukankah seharusnya kau tidak terlalu mencampuri urusan Angelina, Jess.” Jessica mendongak, ada nada kesal dibalik ucapan Matt. Walaupun pria itu berusaha sekuat mungkin bersikap tenang. Tapi nada suaranya tidak bisa menipu.
“Aku sangat tahu jika kau adalah sahabatnya. Tapi bisa saja suaminya itu berselingkuh dari Angelina karena tidak adanya waktu berdua. Terkadang pasangan sangat butuh waktu berdua Jess.”
Jessica menatap Matt. Apa Matt melarangnya? Tapi sungguh, ini mungkin terakhir kalinya ia berhubungan dengan Mike. Dan ia tidak akan keluar lagi dengan alasan gadis bernama Angelina itu.
“Tapi Matt, ia akan kembali ke Los Angeles. A..Aku harus menemuinya.”
“Baiklah jika itu maumu.”
__ADS_1