Married Life

Married Life
2.11. The Limit


__ADS_3

Kata yang bercetak miring adalah masa lalu


...Enjoy and Happy Reading...


23.30


“Dimana Lyn?”


“Lyn sudah aman didalam mobil Tuan, Tuan Villegas ada didalam.”


Mark menunjuk sebuah rumah reyot didepannya, Matt menatap rumah itu dan menghela napas dalam. Ia sudah berusaha untuk tidak menyakiti ayah mertuanya itu, namun ia rasa ayah mertuanya yang memang mencari penyakit. Matt merapikan jas kantornya, walaupun ia bahkan sudah tahu jika jasnya sudah begitu rapi. Dengan perlahan, Matt memasuki rumah kumuh itu.


“Matt, Matt untung kau ada disini. Tolong aku Matt, mereka menyakitiku, kau harus memberikan pelajaran kepada mereka!”


Matt menatap ayah mertuanya yang sedang duduk dikursi dengan tangan dan kaki terikat, dan jangan lupakan wajahnya yang terlihat membiru, ia terlihat begitu tersiksa. Melihatnya yang begitu menyakitkan membuat Matt tersenyum, ia jadi mengingat bagaimana wajah Jessica yang babak belur karena dipukuli ayah mertuanya ini. Dan tanpa ia sadari, ia sudah membalas kesakitan Jessica dulu.


“Kau begitu ketelaluan padanya Mark.”


Matt menatap Tuan Villegas dengan iba, ia menghampiri pria paruh baya itu dan hanya berjarak satu langkah. Tuan Villegas tersenyum penuh kemenangan. Sekitar setengah jam lalu rumahnya dimasuki oleh beberapa orang dan langsung memukulinya tanpa ampun. Kini ia tahu, Matt dengan orang-orangnya akan membalas ini semua untuknya.


“Maaf Tuan, saya kira anda masih ingin melihatnya hidup.”


Tuan Villegas tampak tersentak atas ucapan seseorang dibelakang Matt. Sedangkan Matt yang mendengar ucapan Mark terlihat menyeringai, Mark selalu paham makna terselubung dari setiap perkataannya.


“Matt,Matt tolong aku Matt! Maafkan aku, Maafkan aku, Matt! Aku adalah ayah mertuamu, aku masih ayah mertuamu!” Tuan Villegas memohon, Matt menghela napas.


“Kau yang memintaku menjadi seperti ini Tuan. Maaf, maafkan aku.” Matt tersenyum tipis.


Dari dulu dia sebenarnya ingin menghabisi Tuan Villegas, tapi dulu Nyonya Villegas selalu memohon padanya untuk memaafkan perilaku suaminya. Namun, setelah Nyonya Villegas tidak ada, Tuan Villegas sudah tidak ada tempat lagi. Dan bodohnya ia malah kembali membuat masalah yang sempat terlupakan.


“Terserah apa yang ingin kau lakukan padanya Mark, tapi kuharap tidak ada jejak. Aku akan mengembalikan Lyn kepada Jessica.”


“Baik, Tuan.”


Mark memberikan kode kepada ketua gangster Boltom itu, dan mengikuti Matt menuju mobil pribadinya. Dan terakhir yang Mark dengar adalah teriakan minta ampun yang berasal dari Tuan Villegas.


...****************...


Vive's Hospital


23.35

__ADS_1


Jessica masih memandang jendela, hampir setengah jam yang lalu Matt mendapat kabar dari Mark mengenai keberadaan Lyn, Sherlyn Villegas, gadis cantik yang sangat dicintainya.


Makanan yang telah disediakan dua jam yang lalu tidak ia sentuh, bahkan sejak ia kehilangan Lyn ia belum makan sesuatu apapun. Jika ia masih belum tahu keadaan Lyn, ia tidak akan makan apapun. Bisa saja disana Lyn sedang kelaparan, tetapi ia malah makan enak disini. Ia tidak mau seperti itu.


Cklek!


Pintu terbuka, dan Jessica terlalu enggan untuk melihat siapa yang datang. Ia masih menatap keluar jendela dan sesekali melihat ponsel miliknya. Menunggu kabar dari Matt.


“Makanan datang Nyonya.”


“Letakkan saja diatas meja.”


Jessica masih memandang jendela, pikirannya terbang untuk putri kecilnya. Sekarang hanya Lyn, hanya Sherlyn perhatiannya. Jessica menatap ponselnya, sekarang pukul 23.43, dan seharusnya makan malam sudah diantar jam 9 malam tadi. Jessica berbalik, dan dengan cepat tangannya digenggam erat oleh seseorang.


“Ma..Mary sedang apa kau-“


“Kita kembali bertemu Nyonya.Boltom.”


Corrine menyeringai, melihat betapa terkejutnya Jessica melihat kehadirannya membuatnya senang. Ia menggenggam erat tangan Jessica, seolah ingin mematahkan lengan kecilnya.


“Aku tidak mempunyai urusan denganmu Mary.”


Jessica meringis kala tangan kiri Corrine kini menjambak rambutnya. Entah apa salahnya kepada gadis ini, tapi pasti gadis ini sudah gila. Sedangkan Corrine yang melihat seolah Jessica menantang dirinya semakin kesal. Bagaimana ia tidak mencari urusan jika orang-orang yang ia cintai telah direbut oleh gadis jalang ini.


Saat kakaknya Adam yang lebih mementingkan Jessica dan keluar dari keluarga Edmond, dan juga Matt menolaknya karena gadis dihadapannya ini. Gadis yang bahkan tidak lebih baik dari dirinya, seorang gadis rendahan yang mata duitan.


“Matt kumohon jangan pergi. Ayahku pasti merestui hubungan kita, jangan pergi. Matt, Matt Boltom!”


Matt tersenyum tipis dan menghapus air mata Corrine. Tugasnya di negara ini adalah menyelesaikan studinya, mendapatkan ijazahnya. Walaupun ia tidak tahu bagaimana kabar Jessica, bahkan tidak tahu Jessica sudah menikah dengan yang lain atau belum. Tapi tugasnya di negara ini tetap telah selesai, ia ingin meraih cintanya sekarang.


“Jangan tinggalkan aku Matt, kau ingin aku sendirian di negara sebesar ini?”


Matt memeluk Corrine, rasa sedih dan kasihan kepada gadis didepannya meningkat. Tapi ia pun juga ingin mengejar seseorang, mengejar cintanya. Dan ia hanya menganggap Corrine sebagai seorang adik, dan tidak lebih dari itu.


“Ayahku pasti merestuimu Matt, ia pasti tidak akan membencimu. Aku mencintaimu Matthew Boltom.”


“Maafkan aku Corrine, aku masih mengejar orang lain. Jessica, gadis itu begitu spesial untukku. Aku minta maaf.”


Corrine mengepalkan tangannya kuat, mengapa bayangan seperti itu yang selalu menghantuinya. Dulu ia mengira Jessica adalah seorang gadis kaya raya yang glamour dan memiliki pendidikan tinggi. Tapi setelah ia melihat Jessica ia ingin mentertawakan semua pria yang mengejar gadis seperti dihadapannya ini. Walaupun itu Matt atau kakaknya Adam Edmond. Terlebih kakaknya itu lebih memilih keluar dari keluarga Edmond dan berakhir dengan pengkhianatan Jessica. Itu semakin membuatnya marah pada Jessica.


“Mary, kumohon jangan bertindak bodoh! Aku mohon, kau hanya terobsesi dengan Matt. Itu bukan cinta, itu bukan-“

__ADS_1


“Diam!”


“Mary, aku,aku-“


Jessica tidak dapat melanjutkan perkataannya saat tiba-tiba Corrine mengeluarkan sebuah pisau lipat dari sakunya dan dengan sekali gerakan menusukan pisaunya pada paha kirinya. Corrine menyeringai melihat kelakuannya, Jessica hanya menatap shock pahanya yang telah tertancap cukup dalam pisau lipat itu. Ia masih tidak dapat mengucapkan apapun, bahkan untuk meminta tolong keada siapapun.


“Rasakan itu Nyonya.Boltom!” Corrine menyeringai dan berucap penuh penekanan. Namun seketika seseorang menarik kerah bajunya, membuatnya membentur dinding dibelakangnya.


Plak!


Corrine tersentak, satu tamparan keras kini mengenai pipi kanannya, yang semakin membuatnya tersentak adalah seseorang yang menamparnya. Mike Bellamy, atau yang biasa dia panggil Adam Edmond, sang kakak kini berdiri dihadapannya dengan pandangan penuh amarah.


“Jika kau menyakiti Jessica lagi, aku yang akan memberikanmu pelajaran Corrine!”


Mike berucap dengan nada penuh penekanan, sebenarnya sedari tadi ia mengintip obrolan antara Corrine dan Jessica. Melihat kelakuan Corrine yang menyakiti Jessica, ia tahu, Corrine sudah diluar batas.


“Kau masih membela wanita jalang seperti dia, Kak?!”


Kembali, satu tamparan itu dilayangkan Mike. Corrine menangis, hatinya begitu sakit melihat kakaknya yang berani memparnya hanya untuk membela seorang gadis yang pernah mengkhianatinya. Ia rasa, dunia tidak pernah adil untuknya.


“Aku tidak akan menyakitimu jika bukan kau yang memulainya Corrine.”


“Kau ingin menyakitiku? Aku menunggu!”


Corrine berucap disela-sela tangisannya. Mike hanya menghela napas berat, ia tidak menyangka jika Corrine sangat berubah seperti ini. Ia dulu hanya gadis manis yang begitu bahagia, keadaan yang membuatnya seperti ini. Bahkan gadis itu rela menyakiti siapapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


“Pergi!” Mike menunjuk kearah pintu.


“Kubilang pergi!”


Kali ini Mike berteriak, membuat Corrine maupun Jessica tersentak. Dengan tersedu Corrine keluar meninggalkan ruangan Jessica. Mike masih mengatur napasnya, entah yang ia lakukan benar atau tidak. Tapi melihat Jessica disakiti, membuatnya hilang kendali, walaupun itu dengan adik kandungnya sendiri.


“Tenang, Jessie. Aku akan panggilkan perawat untuk lukamu.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Noted :


Makasih banyak yang masih setia sma novel satu ini, jangan lupa like dan komen yaa. Jangan siders okee.


Semangat selalu semuaaa~ Luvyaa❤

__ADS_1


__ADS_2