Married Life

Married Life
1.27. Regretting the Plan


__ADS_3

Tamparan keras kembali mendarat di pipi bengkak Jessica. Entah sudah berapa kali ayahnya menamparnya, sedangkan tidak jauh dari mereka terdapat Nyonya Villegas yang menangis meraung, begitu kasihan melihat anaknya namun tidak bisa berbuat apapun. Itu adalah hal paling menyakitkan yang pernah ia rasakan menjadi Ibu sekaligus istri dari keluarga Villegas ini. Memang, ini bukan pertama kalinya suaminya itu menyakiti anak semata wayangnya, tapi ini adalah pertama kalinya suaminya itu memukuli anaknya begitu buasnya.


“Cukup, cukup. Jangan sakiti anakku lagi!”


Nyonya Villegas memeluk Jessica yang sudah tergeletak di lantai. Ia menangis sesenggukan melihat Jessica yang begitu malang. Mengapa anaknya itu bisa mengalami seperti ini, mengapa anaknya itu tidak pernah bahagia. Ia selalu menuruti semua permintaan ayahnya, sedangkan iya sendiripun tidak pernah dibahagiakan oleh kedua orang tuanya. Jika Jessica adalah dirinya, sungguh ia begitu menyesal dilahirkan dari keluarga seperti ini.


“Apa kau tidak pernah mendidik anakmu ini hah?!”


Satu tamparan keras kini mendarat di pipi Nyonya Villegas, Jessica begitu tersentak. Memang ayahnya itu sering menyakitinya, tapi untuk pertama kalinya ayahnya menyakiti ibunya itu. Amarahnya memuncak, rasa sakit di seluruh tubuhnya seolah musnah. Jessica begitu iba melihat ibunya yang memegang pipi kanannya. Darah segar keluar dari sudut bibir ibunya itu.


“Apa yang kau lakukan pada Ibuku Bajingan?!”


“Berani kau melawanku?!”


Tuan Villegas membuka gespernya dan dengan satu hempasan gesper itu mengenai tubuh Jessica, tangis Nyonya Villegas semakin keras, ia tidak peduli jika itu bisa membuat tetangganya mendengar. Tapi ia rasa mustahil, terlebih halaman istana besar Villegas ini begitu luas.


Ctak..Ctak...Ctak


“Sudah, cukup. Aku mohon.”


Napas Tuan Villegas kembali normal, dengan kesal ia meninggalkan rumah dengan membanting pintu utama. Nyonya Villegas menatap iba anak semata wayangnya itu, dengan luka disekujur tubuh, setidaknya siksaan Jessica berhenti walaupun sementara.


“Ibu, maafkan aku. Karena aku kau..”


“Shhh.. Ini bukan salahmu sayang. Ibu minta maaf tidak pernah bisa melindungimu.”

__ADS_1


“Ibu..”


 


\\\\\


 


Matt menatap kosong kursi dihadapannya. Sedangkan kejadian tiga hari yang lalu selalu terngiang di kepalanya. Sebuah tamparan keras telah mendarat di pipi Jessica, istri yang selama ini selalu ia jaga. Memang seharusnya Jessica mendapatkan hal seperti itu, tapi entah mengapa hatinya berkata lain, hatinya begitu sakit melihat Jessica terluka. Ia sangat tidak terima.


Lingkaran hitam semakin terlihat dibawah matanya, sudah hampir tiga hari ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bahkan kejadian itu selalu terbawa dalam mimpinya kala ia tidur. Sekarang yang paling ia ingin tahu adalah, keadaan Jessica.


Sebuah deringan telepon membuatnya tersentak. Dengan lunglai Matt mengangkat telepon itu.


“Siang, Tuan.” Dengan mendengar suaranya Matt sudah tahu siapa yang menelpon ke kantornya itu.


“Saya sudah mengerjakan apa yang diperintahkan Tuan, mulai hari ini Villegas Company tidak akan sanggup hidup dengan tenang."


Matt terdiam, entah mengapa hatinya tertohok. Memang ini rencananya, tapi mengapa perasaannya semakin tidak enak. Matt mematikan teleponnya, kepalanya sakit sekarang. Mengapa ia menjadi seperti ini? Ia begitu resah, khawatir, bahkan sangat takut. Suara ketukan terdengar di pintu kerjanya. Matt menghembuskan napasnya dalam.


“Selamat siang Pak, saya mau membicarakan tentang wawancara klarifikasi perceraian anda dengan Nyonya Villegas. Jadwal jam dua siang ini, tepatnya lima belas menit lagi Pak. Banyak wartawan yang sudah menunggu.”


Tidak jauh dari depan pintu ruangannya berdiri Tiffany, sekretarisnya. Matt terdiam, ia melupakan itu semua. Rencananya untuk meruntuhkan Villegas Company. Rencananya yang ingin membuat Jessica memohon padanya. Ia melupakan itu semua.


“Batalkan itu semua, keluar.”

__ADS_1


“Tapi dengan rencana ini Villegas Company akan-”


“Apa kau tidak dengar apa yang kukatakan? Keluar!”


“B...Baik Tuan.”


Dengan sekali hempasan seluruh berkas dimeja kerja Matt berhamburan, Matt masih merasakan bagaimana kepalanya berdenyut sakit, sedangkan perutnya sudah tidak terisi apapun sejak kemarin. Tidak terasa air matanya keluar, mengapa ia menangis? Mengapa ia begitu takut dengan keadaan Jessica? Bukankah ini bagian dari rencananya yang sudah ia siapkan matang matang. Mengapa ia menjadi lemah seperti ini?


“Matt, boleh Ibu masuk?”


Suara ketukan lembut dari luar ruangan kerjanya membuat Matt dengan cepat menghapus air matanya yang mengalir. Matt mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan. Berusaha sebisa mungkin bersikap tenang.


“Kau baik-baik saja sayang?”


Chelsea Boltom, ibunda Matt menatap ruangan kerja anak semata wayangnya itu yang berantakan. Dengan perlahan ia menghampiri Matt dengan sebuah tas jinjing dilengan kirinya. Matt tidak bereaksi, ia tetap menatap dengan kosong. Nyonya Boltom sangat khawatir, Matt bisa gila jika seperti ini terus. Ia sangat tahu, Jessica begitu berarti dalam hidup Matt.


“Ibu, bagaimana keadaan Jessica sekarang?”


Nyonya Boltom menatap iba anak semata wayangnya itu, dengan penuh kasih sayang ia mengelus lembut kepala Matt. Dengan perlahan Nyonya Boltom memeluk Matt dengan erat, ia begitu sedih melihat Matt yang seperti ini. Untuk pertama kalinya Nyonya Boltom melihat Matt selemah ini.


“Ibu tidak pernah mendapat kabar Jessica lagi semenjak kejadian itu Matt.”


Matt menghela napasnya dan membalas pelukan sang Ibu, di pelukan hangat itu Matt mulai menangis. Ia membutuhkan pelukan sekarang, ia butuh menangis sekarang. Ia tidak menyangka berpisah dengan Jessica akan sesakit ini. Ia menyesal, mengapa cintanya begitu dalam pada Jessica. Ia begitu menyesal.


My Note :

__ADS_1


Makasih banyak untuk readers yg masih setia menunggu ceritaku yg sempat terbengkalai karena mood yg naik turun😌😌, aku akan mempercepat tamatin Married Life ini karena aku juga lagi mempersiapkan cerita dengan judul baru. Inshaa Allah aku akan post minimal seminggu sekali. So, pantau terus yaa readers... Thank you~❤️


__ADS_2